<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998</id><updated>2011-11-12T08:31:32.447+07:00</updated><title type='text'>FIND YOUR SOULMATE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-873886234045417079</id><published>2011-01-11T23:07:00.010+07:00</published><updated>2011-01-14T10:18:26.477+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pacarku Suka Ngatur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum lama ini saya ngobrol dengan seorang teman. Dia karyawati sebuah perusahaan swasta. Seperti biasa obrolanpun akhirnya berkisar ke urusan asmara. Teman saya ini curhat, intinya dia merasa sebal dan tertekan karena merasa pacarnya terlalu mengatur dan terlalu dalam mencampuri urusan pribadinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Bete ga sie kalau tiap hari selalu ditanyain, kamu tadi makan siang sama siapa? Ngomongin apa aja? Hp kamu kok sibuk terus, kamu nelpon siapa? Uang gajian bulan lalu buat apa aja sie?, dst…dst” kata teman saya sambil pasang tampang manyun.&lt;/p&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-emNtVYZI/AAAAAAAABDA/ReVNOmL7WPw/s320/frustrated%2Bon%2Bthe%2Bphone.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561838444177875346" /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Yang bikin lebih sebel lagi, maunya dia, kalau aku mau beli apa-apa harus bilang sama dia. Katanya aku terlalu boros jadi perlu bantuan seseorang yang bisa ngatur keuangan. &lt;i&gt;Helllooo&lt;/i&gt;….ini uang hasil kerjaku sendiri, terserah aku mau pakai buat beli apa, selama aku ga minta dia kalau belum akhir bulan uang udah habis,” cerita teman saya tambah bersemangat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Aku heran deh, kak. Semua hidupku ini maunya harus ngikutin aturan dia. Dari hal kecil seperti jam berapa aku mesti bangun dan pergi tidur, dia yang ngatur, kak. Diet apa yang cocok buat aku, pilihan model baju dan warna sampai hal-hal pribadi seperti bagaimana hubunganku dengan keluargaku sesuai dengan keinginan dia. Pokoknya capek deh kak pacaran sama dia,” kata teman saya ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari wajahnya memang kelihatan kalau dia tidak bahagia. Yang saya herankan, sudah tahu pacarnya menyebalkan menurutnya, teman saya ini tetap saja bertahan disitu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kenapa ga putus saja?” tanya saya memancing. Maksud saya, mumpung masih pacaran, belum ada ikatan apa-apa dan belum melibatkan orang lain seperti keluarga misalnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Aaahh…udah, aku sudah minta putus. Berkali-kali, kak, bukan cuma sekali. Kalau udah gitu dia akan baik-baikin aku. Iya aku janji aku akan ngasih kamu kebebasan, katanya. Tapi itu hanya 3-4 hari. Begitu dia pikir aku udah lupa, dia akan balik ngatur-ngatur lagi. Kenapa sie kak, kok cowok suka ngatur?”&lt;/p&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-d_Q_0F6I/AAAAAAAABC4/mHCVv-eC0Ww/s320/Controlling_Monkeys.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561837775045793698" /&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya tersenyum mendengar kesimpulannya. Tidak semua laki-laki suka mengatur. Dan bukan hanya laki-laki yang suka mengatur, perempuan juga banyak. Semua orang ingin memiliki kendali atas kehidupan ini. Selama masih dalam taraf kewajaran, sah-sah saja dalam hubungan untuk mengatur, mengarahkan, memberi nasehat, membantu, membimbing, memberi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;perhatian&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;atau apapun nama yang akan kita pakai, intinya kita mempengaruhi pasangan kita untuk melakukan apa yang menurut kita dapat membuatnya lebih baik; lebih bisa mengatur keuangan, lebih bijaksana menggunakan waktunya, lebih punya waktu dan tenaga untuk memelihara hubungan, dsb. Karena ini masalah hubungan antara dua orang, batas kewajaran yang saya maksud disini tentu saja bukan menurut standart umum, tapi menurut standart kedua orang yang terlibat dalam hubungan tsb, artinya merekalah yang menentukan sejauh mana intervensi pasangan itu masih masuk kategori wajar.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Meskipun demikian kita bisa mengenali bahwa suatu intervensi mulai dirasakan berlebihan jika kita mulai mengeluh atau mendengar keluhan seperti ini yang diucapkan dengan nada tinggi;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Bahkan siapa teman aku, kamu yang menentukan!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Heran, hobi kok cari-cari kejelekan orang!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“ Boleh dong aku punya pendapat sendiri!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Bosan ah aku nurutin kemauan kamu. Sekarang giliranku ngikutin kemauanku sendiri!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Cukup ya kamu ngatur-ngatur hidupku!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Emang gak ada orang di dunia ini yang pinter kecuali kamu!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini hanya beberapa contoh ekspresi kekesalan yang meluap ketika seseorang mulai merasa hidupnya dikendalikan oleh orang lain. Jika dalam sebuah hubungan kita mulai merasa tanda-tanda kendali hidup kita ada di tangan pasangan, waspada. Kalau tidak segera diperbaiki, hubungan yang demikian &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;semakin lama akan semakin menyedot energy kita dan jiwa kita merasa letih. Hubungan yang demikian juga menyakitkan. Atau jika kita mendengar pasangan kita sudah mulai mengatakan salah satu dari hal-hal diatas (atau kata-kata lain yang senada), sebaiknya berhati-hati. Kalau kita tidak introspeksi, hubungan bisa mengarah ke kata “putus!”&lt;/p&gt;  &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-hiyG3mpI/AAAAAAAABDQ/snanYY3O564/s320/controlling.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561841683764058770" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 252px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;Dalam bahasa populernya, orang yang terobsesi untuk mengatur kejadian maupun orang-orang di sekitarnya disebut seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt;.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; memiliki kebutuhan untuk mengatur orang lain karena dia merasa tidak aman membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri. Dia harus menjadi sutradara dalam kehidupannya. Dia yang mengatur bagaimana orang di sekitarnya meski bersikap, berpikir, berperilaku sedemikian rupa dicocokkan dengan keinginan dan scenario yang dibuatnya. Jika orang tidak bersikap demikian dia akan melihat itu sebagai kesalahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; tidak akan melihat sikapnya sebagai sesuatu yang merugikan hubungan. Dia merasa bahwa obsesinya untuk mengatur orang lain adalah bukti bahwa dia mencintai orang tersebut. Semakin banyak waktu dan tenaga dia curahkan untuk mengatur orang lain semakin dia merasa bahwa dia telah menunjukkan cintanya. Meskipun seandainya dia melihat bahwa orang yang dia atur tidak menyukai apa yang dia lakukan, dia tetap akan meneruskan sikapnya tersebut karena menurutnya cinta itu perlu pengorbanan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kekasih yang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; cenderung melihat pasangannya sebagai seseorang yang tidak memiliki skill dalam menjalani kehidupan ini, karenanya dia tidak bisa percaya kepada pasangannya. Dalam pandangannya, kekasih yang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; melihat pasangannya belum tahu mana yang benar atau salah dan dia dengan senang hati menunjukkannya. Tentu saja kebenaran yang dia maksud adalah menurut versinya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-emf4p6MI/AAAAAAAABDI/CVHUAMcmjiQ/s320/Frustrated.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561838449057196226" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 225px; height: 225px; " /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak heran bahwa berpacaran dengan seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; akan sangat melelahkan. Kita seperti dihisap masuk kedalam obsesinya untuk menjadikan diri kita seperti kemauannya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Kehendak bebas kita seperti dipangkas, pikiran kreatif kita mampet, langkah kita terhalang…lama-lama kita akan merasa seperti terpasung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum keadaan tambah parah, berikut ini adalah tips cara menghadapi pasangan yang control freak;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sadari bahwa obsesinya untuk mengatur orang lain adalah cara alam bawah sadarnya mengalihkan perhatian atas ketidak-berdayaan dan ketidak-mampuannya sendiri dalam menghadapi kehidupan. Dengan mengatur orang lain untuk sementara dia merasa bahwa dia “berkuasa” dan mampu. Jadi obsesi untuk mengatur ini tidak akan hilang meskipun pasangannya menuruti semua perkataannya. Dia akan tetap mencari apa yang bisa ia salahkan supaya dia bisa mengatur pasangannya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;      Dengan memahami ini, kita tidak akan merasa terlalu terbeban untuk mengikuti semua tuntutannya dan mengharap dia akan puas (dan berhenti menuntut).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·    &lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sikap seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; yang cenderung menyalahkan dan menuntut akan mudah meruntuhkan akal sehat kita sehingga kita terpancing untuk marah. Sekali lagi, tetap tenang. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;      Ada bermacam-macam cara untuk membuat kita tenang. Misalnya, ketika dia bicara, dalam hati cobalah untuk mengganti kata “kamu” yang dia pakai menjadi “aku” dan “aku” menjadi “kamu”. Sebagai contoh, “Kamu ga pernah ngerti aku!, Kamu tuh egois, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;cuma mikirin diri kamu sendiri!” kita ganti menjadi, “Aku ga pernah ngerti kamu! Aku tuh egois, cuma mikirin diriku sendiri!”. Dengn demikian kita tidak merasa tertuduh tetapi seperti mendengar kekasih sedang mengakui kesalahannya :)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;      Cara yang sering saya pakai dalam menghadapi orang yang demikian adalah dengan mengatakan, “I love you” secara berulang-ulang, terutama ketika emosi kita terpancing. Intinya, bersikaplah tenang karena sikap kita yang tenang akan membantunya merasa tenang juga sehingga ia tidak perlu lagi memasang posisi menyerang. Bersikap tenang tidak sama dengan tidak mendengarkan, karena kalau ini kita lakukan dia akan semakin merasa tertantang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tunjukkan bahwa kita menguasai keadaan melalui cara bicara kita yang tenang dan tidak terintimidasi. Dengan pelan ajak dia memahami bahwa sikapnya yang demikian itu akan menghancurkan hubungan. Lakukan ini bukan dengan cara menyalahkan tetapi tunjukkan hubungan sebab-akibat yang mungkin terjadi. Misalnya kita bisa mengatakan, “Kamu tahu ga orang tidak suka jika terus menerus disalahkan, meskipun mungkin orang itu memang banyak salahnya. Lama-lama orang tsb akan ninggalin kamu. ” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in"&gt;Biasanya awalnya dia akan defensive. “Orang itu aja yang ga mau dikritik. Maunya benar sendiri.” Tetaplah tenang dan fokuskan perhatian pada menunjukkan hubungan sebab akibat dari sebuah tindakan. Yakinlah bahwa kita memegang kendali atas percakapan ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-npVVoBjI/AAAAAAAABDg/dl2rYWoEYAc/s320/counseling%2Band%2Bhelp.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561848393370175026" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ajak dia untuk bersedia dipulihkan, kalau perlu kitapun ikut serta dalam proses pemulihan ini. Bukannya tidak mungkin bahwa kitapun sebetulnya juga seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt;, hanya belum keluar saja karena belum ditempatkan pada posisi yang memancing karakter itu keluar. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lihat perkembangannya. Kalau setelah sekian lama &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;hubungan tidak mengalami perubahan, dia masih terobsesi untuk mengatur dan kita masih tetap merasa tidak berdaya, mulailah pikirkan kemungkinan untuk mengakhiri hubungan. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Kita harus mengerti kemampuan diri sendiri. Tidak semua orang bisa menghadapi seorang &lt;i&gt;control freak&lt;/i&gt; dengan tetap memegang kendali dan tidak tersedot energinya. Yang terjadi biasanya adalah seperti yang disebut diatas yaitu kita merasa kehilangan kebebasan, tidak berharga, selalu salah dsb dan lama-lama mengalami keletihan jiwa. Jika ini terjadi dalam waktu yang lama kita akan mati secara rohani. Sementara itu hidup manusia itu penting di mata Allah, jadi jangan disia-siakan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kalau kita memutuskan untuk meneruskan hubungan, harus benar-benar serius mencari cara untuk menjadikan hubungan tersebut sehat. Perlu diingat, masa pacaran adalah masa penjajagan untuk mencari dan akhirnya menemukan calon pasangan hidup yang benar-benar bisa menemani kita seumur hidup. Salah satu cara menguji apakah sebuah hubungan layak untuk diperjuangkan adalah dengan membayangkan keluarga kita kelak dan tanyalah diri sendiri, “Apakah aku akan menjadikan orang ini pendamping seumur hidupku dan ayah/ibu anak-anakku?” Lihatlah pasangan kita sebagaimana adanya sekarang, bukan kelak kalau sudah berubah. Karena "kelak" itu bisa setahun kemudian tapi bisa juga sepuluh atau dua puluh tahun.  Bayangkan dalam tenggang waktu tersebut apa yang bisa terjadi dalam keluarga kita. Sekali kita salah memutuskan, bukan hanya kita yang menderita, tetapi juga keluarga kita kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keputusan kita sekarang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; menentukan masa depan anak-anak kita, apakah kita akan mewariskan kasih, damai sejahtera dan suka cita dalam kehidupan mereka atau ketakutan, penderitaan, dan air mata?  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;Marilah kita membuat keputusan dengan bijaksana. Kasih itu indah. Biarlah anak-anak kita mengalaminya di keluarga dimana Allah menempatkan mereka. A&amp;amp;S&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-873886234045417079?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/873886234045417079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=873886234045417079&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/873886234045417079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/873886234045417079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2011/01/mengapa-pacarku-suka-ngatur.html' title='Mengapa Pacarku Suka Ngatur'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TS-emNtVYZI/AAAAAAAABDA/ReVNOmL7WPw/s72-c/frustrated%2Bon%2Bthe%2Bphone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4208665835342232192</id><published>2010-08-10T19:41:00.010+07:00</published><updated>2011-03-25T09:00:26.951+07:00</updated><title type='text'>Kehilangan Keperawanan: Apa yang harus saya lakukan?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;“Saya sudah setahun pacaran dengan seorang laki-laki. Saya merasa sangat cocok. Orang tua juga sudah setuju. Tapi ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiran. Saya sudah kehilangan keperawanan sebelum pacaran dengan dia. Bagaimana kalau dia tidak bisa menerima keadaan saya? Terus terang saya takut&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kehilangan dia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada beberapa email yang masuk dengan pertanyaan serupa dan saya sangat menghargai teman-teman yang berani membagikan hal ini. Saya yakin &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;bahwa keterbukaan adalah awal dari pemulihan.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC33CC;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;Dampak psychologis kehilangan keperawanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFf584WXFI/AAAAAAAABBY/-CMkERD33vg/s320/sad_girl.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503785668823112786" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;Kehilangan rasa percaya diri, ketakutan akan bayang-bayang masa lalu serta dikejar-kejar penyesalan adalah perasaan yang sering mengikuti mereka yang mengalami hal ini. Semakin manambah frustrasi lagi karena mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya. Ketika akhirnya mereka memberanikan diri untuk melupakan masa lalu dan maju menjalin hubungan baru. mereka dihantui kekhawatiran bahwa tidak akan ada laki-laki yang mau dengan mereka. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;Semakin diikuti, akan semakin banyak pikiran-pikiran menyakitkan dan menakutkan yang berdatangan. P&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;ikiran-pikiran tersebut &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;tidak bisa dielakkan karena sepertinya  benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC33CC;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;Tetap tenang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;Jika anda adalah salah satu dari mereka, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;saya mengajak anda untuk tenang. Jangan terpengaruh pikiran-pikiran itu semua karena tidak ada sesuatupun yang tidak bisa dirubah kalau kita bersama Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang anda bisa pegang adalah bahwa seberapapun buruknya hidup kita, seberapa hancurnya jiwa kita, dimata Allah kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya dan tetap berharga di mata-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFf6IZU5YI/AAAAAAAABBg/lK6RA1EFQHI/s320/100+dollar+wrinkle+bill.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503785671914218882" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 155px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;Lembaran uang seratus dolar, meskipun telah kita remas-remas sampai kumal, nilai nominalnya tidak berkurang sedikitpun. Ia tetap dihargai orang dan kalau dibuang di jalan orang akan berebut mengambilnya. Begitulah Allah memandang manusia. Harga kita tidak pernah berubah karena apa yang telah terjadi dalam kehidupan kita. Saya harap anda bisa meyakini ini sehingga tidak semakin terpuruk oleh penghakiman manusia, termasuk diri sendiri. Karena hanya anak kecil yang percaya bahwa uang kumal adalah uang yang tidak laku sementara orang dewasa mengerti bahwa itu tidak benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC33CC;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;Bekerja giat untuk mendewasakan diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini banyak sekali anak-anak Allah yang sudah dewasa. Mereka adalah orang-orang yang tidak lagi mementingkan hal-hal lahiriah seperti virginitas, misalnya. Mereka juga tidak memusingkan masa lalu karena mereka tahu Allah merancang sebuah masa depan yang indah bagi setiap anak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda bisa bertemu dengan orang-orang seperti itu? Untuk berpasangan dengan orang yang dewasa, anda sendiri harus mendewasakan diri sehingga anda akan merasa sepadan dengannya. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;Ampuni pacar dan diri sendiri atas apa yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;Mengampuni secara dewasa artinya memahami setiap kejadian, seburuk apapun, bisa dipakai Allah untuk mendukung rancangan-Nya yang sempurna. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFipIV3DhI/AAAAAAAABBo/migOwIfxqp4/s320/Forgiveness.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503788678376787474" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-family:'times new roman', 'new york', times, serif;font-size:medium;"&gt;Karena bagi Allah tidak ada satu kejadianpun dalam kehidupan kita ini yang sia-sia. Allah sanggup merubah kesalahan manusia menjadi sebuah pelajaran yang sangat berguna, bukan hanya bagi orang tersebut tetapi juga bagi orang lain. Minta ampun atas apa yang telah terjadi dan bersyukurlah bahwa anda bisa keluar dari kehidupan yang demikian. Biarlah penghakiman itu milik Tuhan. Tugas anda adalah belajar dari peristiwa tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;. Jalani proses Tuhan dalam pembentukan karakter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pengalaman pahit bisa Allah gunakan untuk membentuk karakter kita. Tetapi semua itu tidak terjadi kalau kita tidak mendekat kepada Tuhan. Jika itu yang kita lakukan, Allah akan mengajari kita untuk bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Bersediakan kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya? Maukah kita bergantung seutuhnya kepada Dia yang memelihara kehidupan ini? Maukah kita percaya bahwa Dia mengasihi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda terintimidasi ketakutan bahwa tidak ada laki-laki yang mau dengan anda, katakan pada diri sendiri, "Tuhan mengasihi aku. Dia tidak akan mengirimkan laki-laki yang hanya akan menolak dan menghina aku. Kalau Tuhan ijinkan aku pacaran lagi, Dia pasti mengirimkan laki-laki yang bisa melihat kecantikan batinku dan tidak merisaukan keperawananku. Karena jika seseorang benar mengasihiku, ia tidak akan mempermasalahkan masa laluku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color:#CC6600;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"&gt;3. Gunakan waktu untuk terus menggali potensi diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang terlalu sibuk memikirkan masalah membuat kita diam di tempat. Kecantikan manusia terlihat ketika mereka bekerja, berkarya, memiliki cita-cita dan mengejarnya meskipun harus jatuh bangun berkali-kali. Kita selalu tertarik melihat orang yang ulet, pantang menyerah, berani mencoba, maju terus menantang resiko. Mereka adalah orang-orang yang memiliki daya hidup, karena itu menarik. Sementara orang yang diam di tempat, terpuruk, tidak melakukan apa-apa dan sibuk mengasihani diri sendiri akan kelihatan seperti orang yang tidak memiliki pesona kehidupan karenanya tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFipXSwH7I/AAAAAAAABBw/kHWHHvd14eM/s1600/Resize+of+working+woman+photo.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFipXSwH7I/AAAAAAAABBw/kHWHHvd14eM/s320/Resize+of+working+woman+photo.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503788682390282162" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; width: 299px; height: 200px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Anda masih muda, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menggali talenta-talenta yang ada, mengembangkan potensi yang telah Tuhan taruh di dalam tubuh anda. Miliki mimpi dan kejar itu dengan keyakinan bahwa Tuhan sudah menyelesaikan masalah anda terkait dengan masa lalu. Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah menengok ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda melakukan ini, anda akan memiliki keyakinan bahwa banyak hal bisa anda berikan kepada calon suami selain selaput dara. Dan dengan sendirinya anda akan merasa memiliki nilai jual lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya sekarang ini Tuhan sedang menuntun tangan anda. Dengan kasih-Nya Dia sedang membawa anda ke masa depan yang penuh suka cita karena Tuhan ingin anda tahu, bahwa Dia telah menciptakan anda dengan segala kemuliaan dan kesempurnaan milik-Nya. Bukankah anda adalah gambaran diri-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang pernah terjadi di masa lalu, saya yakin Allah tetap ingin kita melihat bahwa kasih itu indah. Kasih Allah tidak akan berubah hanya karena sebuah selaput yang terkoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4208665835342232192?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4208665835342232192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4208665835342232192&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4208665835342232192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4208665835342232192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2010/08/kehilangan-keperawanan-apa-yang-harus.html' title='Kehilangan Keperawanan: Apa yang harus saya lakukan?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/TGFf584WXFI/AAAAAAAABBY/-CMkERD33vg/s72-c/sad_girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-3566245349686846466</id><published>2010-04-29T07:43:00.012+07:00</published><updated>2011-03-03T07:35:22.903+07:00</updated><title type='text'>Ketika Kematian Memisahkan Kita</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya minta maaf karena telah lama tidak meng-update blog ini. Pada tanggal 2 Februari suami saya, seseorang yang saya yakini sebagai soulmate, dipanggil pulang oleh Tuhan setelah sebelumnya sakit selama sebulan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sulit sekali bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa seseorang yang sangat saya kasihi telah pergi meninggalkan saya dan keluarga. Sampai saat ini air mata tidak bisa ditahan tiap kali mulut saya menyebut namanya. Tiap kali pula saya selalu meminta kepada Tuhan supaya diberi kekuatan untuk melalui hari-hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan kali ini saya dedikasikan kepada saudara-saudari saya yang sedang sedih karena kehilangan orang yang dikasihi. Saya tahu tidak mudah melaluinya tapi saya percaya Tuhan melihat kegalauan hati kita dan mau menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Cara Mengatasi Kesedihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan saya sudah bebas dari perasaan kehilangan, tetapi saya ingin berbagi cara untuk mengurangi rasa sedih yang menyakitkan itu. Dan di bawah ini adalah hal-hal yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;Menangis sepuasnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang datang melayat menyalami saya sambil mengatakan, “Jangan nangis, nanti menghambat perjalanan yang meninggal.” Terus terang saya tidak setuju dengan hal ini. Saya setuju dengan teman-teman gereja yang justru menganjurkan saya untuk menangis sepuas-puasnya. “Jangan ditahan, dikeluarkan saja. Wajar kok untuk menangis ketika orang yang kita kasihi itu meninggal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jXYBVuPXI/AAAAAAAABAU/Gfrzj9Kwxc0/s1600/Crying+eye.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465354955490475378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 252px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jXYBVuPXI/AAAAAAAABAU/Gfrzj9Kwxc0/s320/Crying+eye.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para ilmuwan menyelidiki, ada tiga macam air mata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Air mata basal adalah air mata yang menjaga supaya mata tetap basah. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Air mata reflex adalah air mata yang keluar ketika mata kita teriritasi, seperti kena bawang atau debu. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Air mata emosi adalah air mata yang keluar ketika badan bereaksi terhadap emosi tertentu. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Para ilmuwan menemukan bahwa air mata emosi mengandung kadar mangan dan hormon prolactin yang lebih tinggi dibanding air mata yang lain. Kedua unsur ini berperan besar dalam mengurangi depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc99;"&gt;Ungkapkan perasaan kita sepuasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jZMpsmF7I/AAAAAAAABAk/ZbtN7Gm9hd0/s1600/Counseling.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jZpbdCXNI/AAAAAAAABAs/PKFgs1kIVCg/s1600/Counseling+cropped.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465362461445454242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 372px; CURSOR: hand; HEIGHT: 247px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jeM7M1-aI/AAAAAAAABBM/Uz7oi92uhXU/s320/Counseling+cropped.jpg" border="0" /&gt;Mengeluarkan isi hati adalah salah satu terapi untuk mengeluarkan beban yang menghimpit. Orang yang menyimpan kesedihannya sendiri biasanya lebih susah mengalami kesembuhan dibanding mereka yang mau sharing dengan orang lain. Cari orang yang bisa dipercaya dan sharingkan beban kita. Jangan merasa bahwa kita hanya akan merepotkan dia karena semua orang mengerti bahwa ditinggal pergi orang yang dikasihi itu tidak mudah. Dan orang-orang di sekitar kita biasanya sangat ingin membantu meringankan beban kita. Dalam situasi semacam ini sering kita temui justru orang yang dulu kita pikir tidak peduli ternyata dia adalah orang yang sangat memperhatikan kita. Jadi buka hati terhadap kasih yang ditawarkan saudara-saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Mencari kesibukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan membantu kita mengalihkan perhatian. Bukan berarti kita lari dari kenyataan tetapi mengistirahatkan pikiran dan perasaan itu perlu. Pilih kesibukan yang menyenangkan dan kalau bisa yang produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc99;"&gt;Membangun hubungan intim dengan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jarjesoXI/AAAAAAAABA0/f_K48AwaUfE/s1600/woman_praying.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465358589607321970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 230px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jarjesoXI/AAAAAAAABA0/f_K48AwaUfE/s320/woman_praying.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya percaya dalam sebuah masalah Tuhan memiliki rencana yang sekarang ini mungkin masih tersembunyi. Mengapa tidak menanyakan rencana itu kepada-Nya? Saya merasa lebih mudah bicara dengan Tuhan ketika hati saya sedang hancur. Sepertinya saya benar-benar bisa jujur, terbuka apa adanya serta mampu mengeluarkan perasaan saya yang terdalam, yang dalam keadaan biasa mungkin tidak saya akui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa kita semua tahu bahwa ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, kita benar-benar bisa merasakan hadirat Allah yang memulihkan. Hal ini membuat pikiran kita jadi lebih terfokus kepada kasih Allah dan tidak melayang kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Mengambil keputusan untuk pulih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang, seiring berjalannya waktu luka batin kita akan pelan-pelan disembuhkan. Saya kurang begitu setuju dengan hal ini karena sebetulnya waktu tidak bisa melakukan apa-apa. Waktu tidak berkuasa menyembuhkan hati yang duka. Tetapi keputusan kita untuk pulih itulah yang akan membuat hati kita sembuh seiring dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jbKMc5RhI/AAAAAAAABA8/p4e9U3fpUIQ/s1600/SHINNING+HEART+cropped+2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465359406583225170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 294px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jbbG87m1I/AAAAAAAABBE/ymO20oahhIQ/s320/SHINNING+HEART+cropped+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, selalu akan ada waktunya dimana Tuhan menguji kasih kita kepadanya, apakah kita mengasihi dia melebih apapun dan siapapun. Karena seperti dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Mat. 10:37)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih manusia itu indah tetapi kasih Allah itu sempurna. Kesempurnaan itu justru akan terpancar disaat kita melepaskan kekaguman kita akan kasih yang dari manusia. Karena itu mari kita katakan, "Tuhan aku mau melepaskan ketergantunganku akan kasih yang dari manusia supaya aku bisa melihat kesempurnaan kasih-Mu" Tuhan memberkati. (A&amp;amp;S)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-3566245349686846466?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/3566245349686846466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=3566245349686846466&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/3566245349686846466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/3566245349686846466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2010/04/ketika-kematian-memisahkan-kita.html' title='Ketika Kematian Memisahkan Kita'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/S9jXYBVuPXI/AAAAAAAABAU/Gfrzj9Kwxc0/s72-c/Crying+eye.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7561326612283920733</id><published>2009-12-08T09:34:00.005+07:00</published><updated>2009-12-12T11:34:39.191+07:00</updated><title type='text'>THE TRAP IS CALLED SEX</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Belum lama ini saya putus dari pacar, tepatnya dia yang mutusin saya. Sebetulnya saya masih sangat sayang sama dia, tapi orang tuanya tidak suka dengan hubungan kami dan mengirim pacar saya belajar ke Amrik. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya akui gaya pacaran kami memang tidak sehat. Kami sudah melangkah terlalu jauh, bahkan sangat jauh. Maaf, pacar saya pernah melakukan aborsi. Karena perbuatannya ini, pacar saya merasa sangat bersalah dan jadi sering marah-marah ngga jelas. Bahkan berkali-kali dia bilang sangat membenci saya. Menurutnya, sayalah yang menyebabkan hidupnya rusak dan masa depannya hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sakit dituduh demikian. Sebagai laki-laki saya merasa termasuk laki-laki yang bertanggung jawab. Saya mau menikahi dia ketika tahu dia hamil tetapi dia yang tidak mau. Katanya dia tidak mau orang tuanya tahu apa yang sesungguhnya terjadi. “Papa bisa membunuhku kalau tahu aku hamil!” katanya waktu itu. Saya juga bersedia untuk menghadap orang tuanya untuk meminta maaf, tetapi dia tetap tidak mau menikah. Saya merasa saya tidak melepas tanggung jawab begitu saja, tetapi pacar saya terus menyalahkan saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27y_xJo1I/AAAAAAAAA_U/lKOEXICGgZo/s1600-h/A+depressed+guy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412688811954643794" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 238px; height: 320px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27y_xJo1I/AAAAAAAAA_U/lKOEXICGgZo/s320/A+depressed+guy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;Sejak kami putus, saya betul-betul hancur. Saya seperti kehilangan pegangan. Rasanya semua yang pernah saya impikan musnah begitu saja. Diatas semua itu, saya juga sering kesepian. Apakah karena sudah terbiasa melakukan hubungan sex, saya sering merasa kewalahan membendung keinginan saya untuk kesitu. Ini membuat kepala saya pusing dan jadi susah konsentrasi.....&lt;/em&gt; "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya pengirim email diatas bukanlah satu-satunya orang yang mengalami masalah demikian. Sekarang ini anak muda (baca: orang-orang yang belum menikah) tidak lagi menganggap sex sebagai sesuatu yang tabu untuk dilakukan bahkan ada yang secara terang-terangan mengumumkan perbuatan mereka dengan cara meng-&lt;em&gt;upload&lt;/em&gt; rekaman mereka di internet. Pernah secara tidak sengaja saya melihat rekaman seperti ini dan hati saya miris sekali. &lt;em&gt;“Kemanakah orang tuamu, nak? Apakah mereka tahu apa yang kalian lakukan?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini benar-benar keluar dari kepedulian saya terhadap anak-anak muda yang setuju dengan gaya hidup seperti ini. &lt;em&gt;“Kamu tidak tahu apa yang sedang menghadangmu, nak,”&lt;/em&gt; kata saya dalam hati. Saya percaya anak-anak muda kelompok ini mengerti bahwa tidak seharusnya mereka melakukan itu. Bukan hanya karena agama melarang tetapi juga karena akibat yang ditimbulkannya seperti kehilangan keperawanan, hamil dan juga penyakit kelamin. Tetapi saya tidak yakin bahwa mereka menyadari akibat lain yang justru lebih bahaya dari itu yaitu bahwa begitu mereka masuk ke dalam jerat ini mereka telah kehilangan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27ymPoaXI/AAAAAAAAA_M/LrhOVoXrSx4/s1600-h/Feeling+trapped+-+a+bird.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412688805103167858" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 248px; height: 309px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27ymPoaXI/AAAAAAAAA_M/LrhOVoXrSx4/s320/Feeling+trapped+-+a+bird.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicikan bibir ia menggodanya. Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia, seperti lembu yang dibawa ke penjagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya, seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.&lt;br /&gt;(Ams. 7:21-23)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Roh zinah itu memang sangat licik dan pandai sekali bersembunyi. Ia membungkus tipu muslihatnya dengan kata-kata manis, memuja, bahkan sering terkesan suci, hingga membuat yang mendengarnya terlena.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Aku mau nglakuin ini hanya dengan orang yang aku cintai, dik.”&lt;br /&gt;“Aku ngga mau maksa. Aku mau adik nglakuin ini karena cinta.”&lt;br /&gt;“Kalau kita memang saling cinta, apa bedanya nglakuin sekarang atau nanti?” , dll.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali jurus-jurus maut yang dipakai untuk menjebak pasangan yang belum menikah agar mau melakukan hubungan sex. Meski awalnya mereka agak ragu, tetapi terlena oleh kata-kata manis (kadang juga disertai janji-janji indah untuk melicinkan jalan) banyak yang termakan dan akhirnya masuk perangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 2:7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika anda termasuk mereka yang terlanjur masuk dalam perangkap sex dan ingin sekali bisa keluar tetapi merasa tidak berdaya, tips di bawah ini saya harap bisa membantu anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Sadarilah bahwa anda sedang dalam pengaruh kuasa kegelapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh. 10:10). Ia mencuri kekudusan serta perasaan damai sejahtera anda, membunuh jiwa serta membinasakan rancangan indah Allah dalam kehidupan anda. Mungkin anda berpikir saya berlebihan atau sedang menakut-nakuti anda tetapi cobalah perhatikan baik-baik, pernahkah anda mendengar orang yang terperangkap dalam dosa zinah mampu menggenapi rancangan Allah dalam hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27zaSqZII/AAAAAAAAA_c/5jIRv13v5Po/s1600-h/Broken+self+image.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412688819074524290" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 234px; height: 320px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27zaSqZII/AAAAAAAAA_c/5jIRv13v5Po/s320/Broken+self+image.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hubungan sex di luar nikah bagaimanapun merusak gambar diri anda. Mungkin anda merasa biasa-biasa saja dan sepertinya menikmati hal ini, tapi nurani anda tidak bisa memungkiri bahwa ketika kenikmatan itu berlalu, anda sering seperti mendengar tuduhan serta hujatan yang membuat anda merasa kotor bahkan jijik terhadap diri anda sendiri. Anda merasa tidak pantas untuk datang ke gereja, bergaul dengan saudara seiman, apalagi berdiri di hadapan Allah untuk memuji, menyembah dan berdoa. Seandainya anda masih bisa berdoa, andapun tidak yakin bahwa Allah mau mendengarkan doa anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, itulah pekerjaan si Iblis. Dengan jeratnya ia mengikat anda kemudian memprogram pikiran anda agar lupa jati diri anda yang sesungguhnya. Jangan percaya. Anda adalah anak Allah, biji mata-Nya. Dia tetap akan menyambut anda jika anda bertobat dan datang kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yes. 1:18)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu jika anda ingin melepaskan diri dari ikatannya, tidak ada cara lain, anda harus berhenti dari cara hidup yang seperti ini. Tetapi anda tidak akan kuat bila melakukannya sendiri karena itu minta tolong Yesus untuk membantu anda. Minta ampun dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa Dia sanggup menolong anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Jangan menyalahkan pacar anda dan mengharapnya berubah terlebih dahulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya anda, pacar andapun juga tidak mampu untuk keluar dari jerat ini. Memang nyaman untuk menimpakan kesalahan kepada pasangan (meskipun kelihatannya memang demikian) tetapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Anda akan membenci pacar anda dan lambat laun kasih yang telah kalian bina akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx278K5vzAI/AAAAAAAAA_k/hhirKzmAx7E/s1600-h/zeemote.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412688969562311682" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 263px; height: 220px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx278K5vzAI/AAAAAAAAA_k/hhirKzmAx7E/s320/zeemote.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalian berdua adalah alat yang dipakai oleh roh zinah ini untuk menghancurkan satu sama lain. Seperti menggerakkan robot dengan remote control, begitulah roh zinah mengendalikan anda berdua. Jangan terkecoh. Jadi jika anda ingin merubah hidup anda, perubahan itu harus dimulai dari diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pengaruh pacar terhadap anda terlalu kuat, saya anjurkan untuk sementara pisah dulu. Ini tidak akan mudah. Kalau keinginan pulih itu tidak datang dari kedua belah pihak, pacar anda akan merasa tertolak, sakit hati, memaksa untuk kembali, mengintimidasi, dll. Kuatkan hati dan teguhkan iman. Bertahanlah pada keputusan anda. Ingat, iblis sedang memakai pacar anda untuk menarik anda ke dalam perangkapnya. Jangan tertipu. Berdoalah untuk pacar anda supaya iapun dibebaskan dari pengaruh di jahat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Terus berjuang dan lakukan peperangan rohani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penting sekali untuk menyadari bahwa roh perzinahan-lah musuh anda. Untuk bisa keluar dari perangkapnya, mau tidak mau anda harus berjuang dan berperang. Dan peperangan anda bukan melawan pacar tetapi melawan roh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef. 6:11-12) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sarankan anda minta tolong gembala, pengerja, kakak rohani, orang tua atau siapa saja yang anda percaya dan bisa membantu anda melakukan peperangan ini. Ini penting karena ibaratnya sekarang ini anda sedang berada dalam tawanan musuh yang terus menerus mengawasi anda. Senjata anda telah dilucuti dan anda sudah mulai kehabisan tenaga. Anda memerlukan saudara-saudara yang memiliki senjata lengkap serta gagah perkasa untuk merebut dan mengeluarkan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Jangan takut atau malu untuk minta pertolongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut dan malu hanya akan membuat anda mengucilkan diri dan menjauh dari saudara-saudara yang mau menolong. Tetapi mengingat tidak semua orang bisa bijak menanggapi masalah anda, mintalah tuntunan Tuhan supaya menunjukkan kepada anda orang yang bisa anda percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan kasih yang sejati itu abadi. Jangan tertipu dengan keindahan sesaat yang hanya akan berujung pada kebinasaan. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati. (A&amp;amp;S)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7561326612283920733?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7561326612283920733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7561326612283920733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7561326612283920733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7561326612283920733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/12/trap-is-called-sex.html' title='THE TRAP IS CALLED SEX'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sx27y_xJo1I/AAAAAAAAA_U/lKOEXICGgZo/s72-c/A+depressed+guy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-5707413395205005218</id><published>2009-10-30T13:31:00.008+07:00</published><updated>2009-10-30T15:20:11.381+07:00</updated><title type='text'>Kita saling mengasihi tetapi mengapa kami sering bertengkar?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Sudah 3 tahun saya pacaran serius. Orang tua kami juga sudah saling kenal. Mengingat usia, merekapun mendorong kami untuk segera meresmikan hubungan ini. Kamipun setuju. Tanggal pernikahan sudah ditentukan dan persiapan sudah mulai dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Tetapi semakin dekat dengan hari H, semakin saya meragukan keputusan saya. Bagaimana seandainya dia bukan soulmate saya? Bisakah kami menjunjung tinggi ikatan suci ini dan tidak melepasnya di tengah jalan? Kuatkah saya nantinya menghadapi pencobaan-pencobaan dalam rumah tangga kami?  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Saya rasa kekhawatiran saya ini beralasan. Selama tiga tahun pacaran kami sering sekali bertengkar. Kalau sedang rukun, kami kelihatan mesra sekali. Teman-teman banyak yang iri dengan kedekatan kami. Tetapi kalau sedang bertengkar, kami sudah seperti kucing dengan anjing. Masing-masing tidak mau mengalah. Terus terang sebetulnya saya mulai tidak tahan dengan kebiasaan-kebiasaannya yang menyakiti hati saya. Pacar saya sering menggunakan kata-kata kasar dan merendahkan yang membuat saya tidak terima. Meskipun akhirnya saya maafkan, tiap kali ingat kejadian itu hati saya masih sakit. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya jalan terus? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398287011728461474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 280px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqRb5GuDqI/AAAAAAAAA98/SV96Ztl3dNo/s320/couple_arguing.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Diatas adalah kutipan bagian email dari seorang teman. Meskipun kami sudah membahasnya lewat telephone, dia meminta saya menuliskan hasil pembicaraan kami di blog ini supaya bisa memberkati teman-teman yang memiliki masalah yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Bertengkar bisa dijadikan hal yang positif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Saya adalah orang yang tidak akan menganjurkan untuk anti pacaran karena menurut saya pacaran adalah suatu fase yang sangat penting dan dibutuhkan sebelum sepasang manusia memutuskan untuk menikah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Didalam pacaran pasangan bisa belajar banyak hal seperti misalnya bagaimana mengungkapkan ide maupun perasaan, baik yang positif maupun negatif. Bagaimana mengatakan kalau kita tidak setuju atau memiliki pendapat yang beda dengan pendapat pasangan kita, bagaimana membuat pasangan kita mengerti mengapa kita marah, cemburu, sakit hati, dsb, tanpa harus dengan sengaja menyakiti hatinya. Bagaimana memberitahu pasangan bahwa menggunakan kata-kata kasar, kotor dan merendahkan adalah pertanda bahwa dia tidak menghormati dirinya sendiri, karenanya dia juga tidak bisa menghormati orang lain. Ini semua adalah hal-hal yang perlu kita pelajari karena dalam kehidupan perkawinan nanti kita akan sering menghadapi hal-hal seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Pertengkaran yang hebat dan berulang-ulang (dengan masalah yang sama) merupakan tanda bahwa keduanya belum menangkap esensi dari perkataan pasangannya. Meskipun mudah untuk mengatakan, &lt;em&gt;“Say what you mean, mean what you say,&lt;/em&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;(katakan apa yang kau maksudkan dan maksudkan apa yang kau katakan), tidak semua orang bisa melakukannya.&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;  John Gray dalam bukunya yang terkenal &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;Men Are from Mars, Women Are from Venus&lt;/span&gt; menggambarkan dengan jelas betapa komunikasi antara laki-laki dan perempuan itu bukan sesuatu yang secara otomatis dikuasai.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Kesalah-pahaman dan frustrasi adalah hal yang biasa dan sama sekali tidak berarti bahwa pasangan tersebut tidak lagi saling mencintai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Dari sini bisa dilihat bahwa pertengkaran juga merupakan pertanda kurangnya kemampuan berkomunikasi yang efektif. Survey membuktikan, &lt;i&gt;lack of communication skill&lt;/i&gt; sebagai salah satu penyebab terbesar retaknya hubungan. Banyak orang memilih untuk diam dan melupakan daripada membicarakan masalah dalam hubungan dengan pasangan mereka. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;To forgive and forget&lt;/span&gt; mereka artikan sebagai, “Ya sudahlah, ga usah diperpanjang.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqV1rG6ouI/AAAAAAAAA-M/BL4jY0v1WTg/s1600-h/Holding+a+ball+in+the+water.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398291852694299362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqV1rG6ouI/AAAAAAAAA-M/BL4jY0v1WTg/s320/Holding+a+ball+in+the+water.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal kenyataannya, sebetulnya mereka belum memaafkan tetapi hanya menekan reaksi mereka yang sebenarnya. Seperti orang yang menekan bola di dalam air, semakin besar bola itu semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk membuat bola tsb tetap di dalam air. Jadi, semakin sering seseorang menekan reaksi mereka yang sebenarnya, semakin berat usaha yang diperlukannya. Suatu ketika ia akan mencapai batas kekuatannya, dan jika masalah tersebut diungkit lagi, emosinyapun akan meledak.&lt;/span&gt; "Sudah di-diem-in kok ga ngerti juga," begitu biasanya kata mereka. Tetapi percayalah, justru karena mereka diam, pasangan mereka tidak tahu perasaan mereka yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Waktu kuliah dulu, saya sering dicap sebagai "pengikut aliran kebatinan" kalau sudah menyangkut pacaran. “Cuma kamu sama Tuhan yang tahu pikiran sama perasaan kamu. Tunjukin dong ke cowok kamu supaya dia ngga perlu nebak-nebak. Emangnya dia dukun?” &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Tadinya saya tidak setuju dengan pendapat teman-teman saya tetapi mata saya terbuka ketika cowok saya memutuskan hubungan dengan alasan, “Capek gue pacaran sama dia. Gue ga pernah tau sebetulnya maunya dia tu apa.”&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Saya sangat terpukul dengan keputusan pacar saya. Apalagi belakangan saya dengar dari teman-temannya bahwa sebetulnya dia itu sayang sekali sama saya. Waktu itu saya tidak dapat mengerti, bagaimana mungkin orang yang katanya mencintai kok malah memutuskan hubungan. Tetapi sekarang, setelah saya mengerti pentingnya komunikasi yang efektif dan belajar mempraktekkannya, saya bisa melihat betapa menyebalkannya reaksi-reaksi saya pada waktu itu. Tidak heran kalau pacar saya akhirnya kecapaian menghadapi saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Belajar komunikasi yang efektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Perkataan teman saya akhirnya saya jadikan pegangan. Kita memang bukan dukun yang dengan sendirinya bisa membaca pikiran dan perasaan orang lain (Saya rasa dukunpun tidak bisa melakukan ini. Mereka hanya menyimpulkannya dari hint-hint yang tanpa sadar diberikan oleh orang tsb saat dia mengungkapkan masalahnya.) Karena itu saya melihat pentingnya untuk belajar berkomunikasi secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398294514851351058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqYQoanihI/AAAAAAAAA-U/TZUQMheREQE/s320/Honesty.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"&gt;Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat. 5:33)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Ini adalah sesuatu yang simpel tetapi awalnya susah dilakukan. Bersikap jujur dan terbuka adalah keinginan semua orang normal tetapi tidak semua orang bisa melakukannya. Ada beberapa penyebab mengapa seseorang tidak bisa berkata jujur, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Takut menghadapi reaksi orang terhadap kejujurannya&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;“Saya takut dia marah”, “Aku ga mau nyakitin dia,” dan "Nanti dia tersinggung," adalah alasan yang sering dipakai orang untuk menghindari mengatakan apa adanya. Padahal kebohongan yang dilakukan oleh kekasih itu sesuatu yang sangat menyakitkan. Jadi jika baik kejujuran maupun kebohongan itu menyakitkan, mengapa tidak lebih baik jujur saja? Sekali lagi, saya sadar lebih mudah mengatakan daripada melakukannya. Karena itu kita perlu belajar dan terus belajar. Akan sangat membantu jika kita memiliki pasangan yang mau berkomitmen untuk sama-sama belajar. Dengan komitmen ini kita bisa sepakat, “Sehebat apapun kita bertengkar, kita tidak akan putus.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;em&gt;Lack of problem solving skill&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; juga menjadi penyebab mengapa orang susah untuk terbuka dan jujur. Kejujuran itu memang sering menyakitkan tetapi kalau kita bisa mengesampingkan dulu rasa sakit ini dan belajar meyakini bahwa segala sesuatu bisa terjadi di dunia ini hanya atas seijin&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Tuhan, kitapun bisa melihat persoalan dengan lebih bijaksana. Kadang emosi kitalah yang membuat masalah itu kelihatan jauh lebih besar dari yang sebenarnya. Dan ketika kita pikir masalah itu sangat besar, kitapun merasa tidak mampu mengatasinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398295334683118514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 280px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqZAWhvi7I/AAAAAAAAA-c/2Ow-iHedW1A/s320/Valentine.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in" align="left"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Jika anda dan pasangan anda sering bertengkar, bersepakatlah untuk mengedepankan kasih. &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Saya tahu ini tidak gampang karena itu perlu dilatih. Kasih memang tidak meniadakan masalah tetapi kasih membuat mata kita jernih sehingga dapat melihat persoalan sebagaimana adanya, tanpa diwarnai oleh tuduhan-tuduhan, kecurigaan, keinginan untuk menimpakan kesalahan kepada orang lain dan membenarkan diri sendiri. Kasih bisa membuat dua hati yang panas tetap mampu untuk berpegangan tangan dan berkata, “Tuhan, kami marah. Tetapi kami tetap saling mengasihi. Ajar kami untuk memecahkan masalah ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Belajar Mengampuni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Pacaran yang sukses bukanlah pacaran yang tanpa masalah. Justru kemampuan kita dalam memecahkan masalah dalam pacaran merupakan modal untuk memecahkan masalah dalam kehidupan perkawinan kelak. Saya anjurkan untuk tidak terburu-buru mengatakan saya sudah memaafkan sebelum anda benar-benar membicarakan masalah tersebut sampai tuntas. Ini untuk menghindari tumpukan emosi negatif yang akan merusak hubungan anda di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Kasih itu indah. Jangan sampai keindahan itu tersembunyi karena hati yang tidak mengampuni. (A&amp;amp;S)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-5707413395205005218?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/5707413395205005218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=5707413395205005218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/5707413395205005218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/5707413395205005218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/10/kita-saling-mengasihi-tetapi-mengapa.html' title='Kita saling mengasihi tetapi mengapa kami sering bertengkar?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SuqRb5GuDqI/AAAAAAAAA98/SV96Ztl3dNo/s72-c/couple_arguing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4296844052572561498</id><published>2009-09-21T15:01:00.020+07:00</published><updated>2009-10-22T07:26:55.481+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pacarku Suka Memuji Orang Lain di Depanku?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Pertanyaan ini mengingatkan saya akan pengalaman ketika berpacaran dengan seseorang yang memiliki kebiasaan demikian. Awalnya saya tidak keberatan, bahkan sayapun ikut memuji orang yang dipujinya. Tetapi karena saya perhatikan dia jarang memuji saya, lama kelamaan saya jadi berpikir, “Apa dia sedang membanding-bandingkan saya dengan orang itu?”, “Tidak adakah sesuatu dalam diri saya untuk dikagumi sehingga dia harus memuji orang lain yang bukan apa-apanya?”, “Apa sih maksudnya? Apa dia ingin aku seperti orang itu?” dsb. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Singkat cerita, saya akhirnya jadi tidak suka dengan kebiasaan pacar saya tersebut. Bukan hanya itu, saya tersinggung dan bisa sangat marah jika setelah saya tegur dia tetap melakukannya. Ternyata bukannya menyadari bahwa ia telah menyakiti hati saya, pacar sayapun malah gantian marah. Menurutnya saya terlalu cemburuan, tidak bisa membiarkannya bebas mengagumi keindahan Tuhan dalam diri orang lain, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src7gcd0hxI/AAAAAAAAA80/fxRRnHLMstU/s1600-h/keep_thinking.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383837308127840018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src7gcd0hxI/AAAAAAAAA80/fxRRnHLMstU/s320/keep_thinking.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman itu membuat saya merenung dan terus mencari cara untuk membuat hati saya tidak mudah tersakiti ketika pacar memuji orang lain di depan saya. Bukan karena saya begitu mencintai pacar saya pada waktu itu, melainkan karena saya tidak mau perasaan saya disetir oleh orang lain. Kalau memang dia tidak mau memperhatikan apa yang saya rasakan, saya mau. Saya peduli dengan perasaan saya dan saya merasa perlu untuk menjaganya. Saya percaya bahwa jika pertahanan hati kita kuat, perasaan kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya, tidak penting bagi kita untuk mengetahui alasan pacar suka memuji orang lain di depan kekasihnya. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana supaya sebagai kekasih, telinga dan hati kita tidak panas ketika mendengar kata-kata indah meluncur dari mulut pasangan kita untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Penyebab sakit hati mendengar orang lain dipuji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kurang mendapatkan pujian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383833642209117442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 212px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src4LD2sBQI/AAAAAAAAA8c/Axpt5dNw73Q/s320/giving+compliments+jealous.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Banyak orang tidak memahami pentingnya sebuah pujian sehingga sering mereka tidak memandang perlu untuk melakukannya, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Ketika saya mengatakan kepada pacar bahwa saya juga perlu pujian, dia malah mentertawakan saya. “Nanti kamu sombong kalau sering kupuji, “katanya. Ketika saya mendesak, dia mengatakan, “Kalau aku tidak mengatakan apa-apa, artinya semuanya baik-baik saja. Kalau ada yang salah pasti aku kasih tau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacar saya ini (untung dia tidak menjadi suami saya) tidak tahu bahwa banyak orang merasakan bahwa pujian tulus yang keluar dari mulut orang yang dikasihi itu laksana siraman air yang menyegarkan hati dan pikiran, yang membuat hari terasa lebih indah dan hidup lebih bergairah. Untuk beberapa kasus, pujian bahkan bisa menyelamatkan hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src5kUcCFcI/AAAAAAAAA8s/rJVwX1wqlG8/s1600-h/desperate+teenager.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383835175669077442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src5kUcCFcI/AAAAAAAAA8s/rJVwX1wqlG8/s320/desperate+teenager.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini kisah nyata. Seorang remaja SMA, sebut saja Robert, memutuskan untuk bunuh diri karena merasa hidupnya sudah tidak ada gunanya. Rencananya ia akan melakukannya sepulang sekolah. Hari itu pelajaran terakhir adalah pelajaran bahasa dan murid-murid ditugaskan untuk membuat sebuah karangan bebas. Ketika Robert mengumpulkan tugasnya, ibu guru menyempatkan diri untuk membacanya dan sangat menyukai tulisan Robert. “Karangan kamu bagus sekali, “katanya sambil memandang Robert dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian serta senyum tulus ibu guru itu sangat menyentuh perasaan Robert dan pada saat itu juga dia merasa menemukan kembali gairah hidupnya. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian memang sangat penting. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan hal ini. Karena tidak bisa mendapatkan pujian dari pacar, waktu itu saya mengembangkan kebiasaan memuji diri sendiri. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src4Lo3jMyI/AAAAAAAAA8k/wtTI5_LYdnM/s1600-h/giving+compliment+mirror.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SrdFNUKvQFI/AAAAAAAAA9M/CtFc8qQCBYc/s1600-h/giving+compliments+examples.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383847974599082066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SrdFNUKvQFI/AAAAAAAAA9M/CtFc8qQCBYc/s320/giving+compliments+examples.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap hari sebelum tidur saya menuliskan hal-hal yang bisa saya puji dari pemikiran, perasaan maupun perbuatan saya sepanjang hari itu. Misalnya, “Aku bangga sama kamu karena waktu berhadapan dengan si A tadi, kamu bisa mengendalikan emosimu dan tidak terpancing kata-katanya yang menyakitkan.” Atau, “Potongan rambutmu bagus. Cocok dengan kepribadian kamu,” atau, “Selamat, nilai ujian kamu bagus. Pertahankan ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sering memberi pujian kepada diri sendiri, kitapun menjadi terbiasa untuk memuji orang lain juga. Akibatnya, orang lainpun mulai sering memuji kita. Bukankah ini hukum tabur-tuai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;Ego yang terancam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penyebab lain yang membuat kita sakit hati mendengar orang lain dipuji adalah karena ego kita merasa terancam. Sesuai dengan tugasnya dalam menjaga gambar diri tuannya, Ego hanya akan merasa aman jika tuannya ada di tempat teratas. (Baca: “Ego the Servant” dalam &lt;em&gt;The Battle of the Egos&lt;/em&gt; di blog ini.) Karena menurutnya jika orang lain lebih baik artinya tuannya lebih buruk. Dan itu berarti bahwa dia belum melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Karena itu ketika mendengar bukan tuannya yang dipuji melainkan orang lain, egopun merasa terancam. Itu membuatnya takut. Ketakutan ini dapat kita rasakan sebagai rasa nyeri ulu hati yang kita sebut sebagai sakit hati. Orang yang masih didominasi oleh ego akan sering sekali mengalami rasa sakit yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jurus andalan pertahanan diri ego menghadapi ancaman dari pujian yang ditujukan kepada orang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;em&gt;Mencari kelemahan orang yang dipuji tsb&lt;/em&gt; dengan cara membandingkannya dengan tuannya di bidang yang menurut ego merupakan kelebihan tuannya. Tujuannya adalah untuk merendahkan orang yang dipuji tsb sehingga tuannya bisa tetap menempati posisi terbaik di mata pasangannya. Misalnya dengan mengatakan, “Dia tu cewek matre, tau. Liat aja gayanya.” Atau, “Cakep kalo bego buat apa?” “Yang kaya kan orangtuanya. Dianya bisa apa?” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;em&gt;Merendahkan kemampuan si pemuji dalam menilai seseorang&lt;/em&gt;. Dengan kata lain ego ingin mengatakan pada tuannya bahwa bukan tuannya yang tidak unggul tapi si pemuji itulah yang tidak punya selera.&lt;br /&gt;Misalnya dengan mengatakan, “Cowok model &lt;em&gt;alay&lt;/em&gt; (kampungan) gitu kamu bilang cakep?” atau, “Baru segitu udah kamu bilang kaya?” atau, “Baik? Cewek tukang ganti-ganti pacar itu kamu bilang baik?” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;em&gt;Menyerang gambar diri si pemuji&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Misalnya dengan mengatakan, “Dasar laki-laki mata keranjang!”, atau, “Pacar satu emangnya masih kurang?” atau tidak mengatakan apa-apa tapi langsung memutuskan hubungan dengan alasan orang yang memuji orang lain dihadapannya tidak layak (tidak level) untuk dijadikan pacar. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src9puwuAxI/AAAAAAAAA88/snT7s0ONs48/s1600-h/Low+self+esteem+a+girl.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383839666681021202" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src9puwuAxI/AAAAAAAAA88/snT7s0ONs48/s320/Low+self+esteem+a+girl.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jika setelah memakai taktik tsb ternyata ego tetap merasa terancam, iapun akan mulai meneriakkan keputus-asaanya. Dengan nada kalah (tapi sering masih berusaha kelihatan menang) ia akan mengatakan, "Aku memang tidak menarik..," "Aku memang tidak pintar..," "Aku memang bukan siapa-siapa..." dsb. Harapannya adalah supaya tuannya memaksa orang tsb untuk berhenti membandingkan-bandingkan, tanpa menyadari bahwa ego sendirilah yang melakukan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jika ketika mendengar orang lain dipuji anda mendapati suara-suara seperti diatas atau yang sejenis di benak anda, waspadalah, itu adalah suara ego. Jika ditanggapi dengan bijak, suara-suara tersebut akan memicu kita untuk lebih maju. Misalnya dengan mengembangkan diri sehingga tidak mudah merasa direndahkan. Tetapi jika kita bergabung dengan kekhawatiran ego dan merasa terancam, suara-suara tersebut akan membawa kita kepada perpecahan bahkan kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;Kepercayaan diri yang rendah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri yang rendah juga merupakan penyebab kita sulit menerima ketika orang lain dipuji di hadapan kita. Kepercayaan diri yang dibangun dari nilai-nilai ciptaan manusia seperti kecantikan, kepandaian, kekayaan, status sosial, pendidikan, dsb, adalah kepercayaan diri yang kelihatannya kuat tetapi sebetulnya sangat rapuh karena tidak ada satupun dari hal yang disebut diatas yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas langit masih ada langit, begitu orang menggambarkan rapuhnya nilai-nilai diatas. Orang yang mengandalkan kecantikannya, misalnya, akan mudah terancam rasa percaya dirinya ketika mendengar orang memuji kecantikan orang lain. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SrdAibZiZqI/AAAAAAAAA9E/5BKiMBCnTTw/s1600-h/plastic+surgery.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383842839759316642" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 287px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SrdAibZiZqI/AAAAAAAAA9E/5BKiMBCnTTw/s320/plastic+surgery.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa dokter bedah plastik yang mengkhususkan diri untuk melayani pasien yang ingin tampil lebih cantik mengakui bahwa rasa percaya diri yang didapat melalui bedah plastik biasanya tidak bertahan lama. Banyak pasien mereka yang setelah mereparasi satu bagian, kembali lagi untuk membenarkan bagian tubuhnya yang lain karena merasa kurang pede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling mudah untuk memperoleh kepercayaan diri yang tidak tergoyahkan adalah dengan terus menerus membangun hubungan intim dengan Tuhan. Karena di dalam Dia, kekhawatiran ego tidak akan bisa menghancurkan kita. Karena nilai kita yang sebenarnya bukan ditentukan oleh dunia ini. Bapa yang sempurna telah memberi jaminan bahwa meskipun kita hina menurut pandangan dunia, Allah tetap bisa memakai kita untuk sesuatu yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1Kor. 1:27-29)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, di dalam kasih tidak ada persaingan. Ketika seseorang dipuji, kasih menyambutnya dengan ucapan syukur, kekaguman, serta suka cita, karena sesungguhnya bukan orang itu yang layak menerima pujian tsb melainkan Dia yang telah menciptakannya. Karena itu saya tetap percaya bahwa kasih itu indah. (A&amp;amp;S) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4296844052572561498?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4296844052572561498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4296844052572561498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4296844052572561498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4296844052572561498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/09/mengapa-pacarku-suka-memuji-orang-lain.html' title='Mengapa Pacarku Suka Memuji Orang Lain di Depanku?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Src7gcd0hxI/AAAAAAAAA80/fxRRnHLMstU/s72-c/keep_thinking.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-2653165767228002887</id><published>2009-08-06T11:00:00.018+07:00</published><updated>2009-08-08T06:53:28.098+07:00</updated><title type='text'>No abuse, darling!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Akhir-akhir ini media massa banyak memunculkan berita mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Seperti Manohara, Cici Paramidha serta Mimi Marlina (istri Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya), misalnya, yang melapor ke polisi karena tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh suami mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Terus terang hati saya miris mendengar berita-berita yang demikian. Mengingat dampak yang ditimbulkannya, baik psikis maupun psikologis, saya tidak setuju dengan kekerasan dalam hubungan apapun alasannya. Karenanya saya ingin sekali mengingatkan teman-teman untuk berhati-hati dalam memilih pacar. Sebelum terlalu jauh melangkah dan nantinya kesulitan untuk melepaskan diri karena hati sudah terlanjur kuat terikat, lebih baik selidiki baik-baik orang yang ingin anda jadikan teman dekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai orang tersebut baik sebelum menerimanya sebagai pacar maupun setelah menjadi pacar. Ini bisa dilakukan dengan memperhatikan bagaimana dia menyikapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;a style="FONT-FAMILY: lucida grande" href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpXmJdKlWI/AAAAAAAAA6k/NVu66xYfX8s/s1600-h/A+girl+listening.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366698218850260322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 213px; HEIGHT: 297px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpXmJdKlWI/AAAAAAAAA6k/NVu66xYfX8s/s320/A+girl+listening.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Juga simak baik-baik ceritanya mengenai hubungannya dengan keluarga, mantan pacarnya atau teman-temannya. Banyak pakar psikologi mengatakan bahwa apa yang seseorang lakukan kepada orang lain, kemungkinan akan dia lakukan juga terhadap kita. Sering kita berpikir bahwa pacar kita hanya melakukan hal-hal buruk tsb kepada mantannya (atau adiknya, temannya, dsb). Dia tidak akan melakukannya kepada kita karena dia mengasihi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Jika anda berpikir demikian, saya ingin mengajak anda untuk membuka diri mulai sekarang ini. Memang, sepertinya kita merasa tersanjung ketika mengetahui bahwa pacar kita bisa jahat kepada mantan tetapi baik sekali kepada kita. Tapi tolong, letakkan dulu rasa tersanjung itu karena perasaan itu menipu. Perasaan itu menghalangi kita untuk melihat karakter dia yang sebenarnya. Selama segala sesuatunya nyaman dan menyenangkan, mudah sekali untuk baik kepada seseorang. Tetapi ujian karakter yang sebenarnya terjadi ketika keadaan sedang tidak seperti yang kita inginkan. Sekali-kali ujilah calon teman dekat atau pacar anda. Jangan buru-buru minta maaf jika terjadi pertengkaran dengannya, tetapi amati bagaimana dia menyikapi pertengkaran tsb. Kalau perlu ulur pertengkaran sedikit lebih lama sampai anda mendapat hasil yang anda inginkan. Apakah dia menggunakan kata-kata kotor selama pertengkaran tsb? Kata-kata yang merendahkan anda? Atau mungkin tangannya mulai terkepal (mesti ditahan untuk tidak memukul anda)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Masa pacaran menurut saya adalah masa pengujian untuk menentukan apakah seseorang bisa kita jadikan pasangan hidup yang akan mendampingi kita seumur hidup sampai kematian memisahkan. Tolong digaris bawahi kata “seumur hidup.” Ini adalah waktu yang sangat panjang. Banyak hal bisa terjadi selama waktu tsb. Karena itu pergunakan masa pacaran dengan sebaik-baiknya dengan cara membuka mata selebar-lebarnya. Lebih baik melihat hal-hal buruk itu sekarang daripada nanti setelah menikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,255);font-size:130%;" &gt;Tanda-tanda umum orang yang berpotensi melakukan kekerasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpdNqcrEjI/AAAAAAAAA7E/-zcooalPd74/s1600-h/Sad+Man.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sny7LzrEe6I/AAAAAAAAA70/o0EUZrEL6BA/s1600-h/Depressed+-+a+man+in+blue+light.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367370667442600866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 280px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sny7LzrEe6I/AAAAAAAAA70/o0EUZrEL6BA/s320/Depressed+-+a+man+in+blue+light.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mewasdapai adanya potensi kekerasan dalam sebuah hubungan, berikut ini adalah tanda-tanda yang perlu kita perhatikan ketika memilih pasangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Orang tersebut mengalami kekerasan ketika kanak-kanak, menyaksikan kekerasan di keluarga, atau mengalami kekerasan dengan pasangan sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204); FONT-STYLE: italic"&gt;Rasa hormat dan penghargaan terhadap diri sendiri rendah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;Mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="FONT-STYLE: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;Merasa tenang dan memiliki kendali hanya ketika pasangannya bersikap pasif dan setuju dengan sikap dan keputusannya dan merasa otoritasnya dipertanyakan ketika pasangannya memberikan pandangan yang berbeda atu tidak menyetujui keputusannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;&lt;em&gt;Memiliki pandangan yang kaku mengenai perkawinan serta hubungan laki-laki dan perempuan serta tidak mau kompromi. Memiliki obsesi untuk membentuk pasangannya menjadi seperti yang dia ingini. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="FONT-STYLE: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;Menimpakan kesalahan kepada orang lain atas keputusan buruk yang diambilnya. Dia sering mengatakan hal-hal seperti ini: “Aku ngga bakalan sampai marah begini kalau kamu mau nurutin kata-kataku” atau, “Ngga mungkin aku ngrokok lagi kalau kamu ngga bikin masalah,” atau “Kamu yang bikin aku stress,” dsb. Dengan kata lain, menurutnya, dia tidak pernah salah. Jadi kalau sampai dia melakukan tindakan bodoh, itu hanya akibat dari kesalahan yang dibuat oleh orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;em&gt;Sangat pencemburu. Ia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mengatur dan mengontrol pasangannya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204)"&gt;&lt;em&gt;Sepertinya memiliki kepribadian ganda. Dia bisa sangat manis pada waktu tertentu dan sangat kejam serta bermulut tajam ketika suasana hatinya terganggu. Atau dia sangat murah hati serta memperhatikan kepentingan orang lain tapi bisa juga sangat mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu orang lain, tergantung mood-nya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;em&gt;Dihadapan orang lain dia bisa tampil seperti orang yang tenang, sopan, serta menawan sehingga jika anda bercerita mengenai kelakuannya yang buruk orang tidak akan percaya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367371338784538946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sny7y4ndgUI/AAAAAAAAA78/8bjaH5aLAEg/s400/Children+fighting+over+a+toy.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ini hanya beberapa contoh saja. Saya tidak mengatakan bahwa anda harus segera memutuskan hubungan dengan pacar jika dia memiliki salah satu tanda diatas. Menurut saya setiap orang sebetulnya berpotensi untuk melakukan kekerasan ketika hatinya sedang terganggu. Satu orang hanya membutuhkan gangguan sedikit untuk bisa meledak sedang orang lain lebih bisa menahan beban. Hanya mereka yang benar-benar telah melatih dirilah yang bisa mengendalikan reaksinya sesuai dengan tujuan yang ingin dia capai. Orang yang demikian bisa saja bereaksi sangat keras tetapi itu bukan karena dia tersulut emosi dan kemudian tidak bisa mengendalikan diri melainkan karena ia ingin menyampaikan pesan tertentu dengan cara demikian, seperti ketika Yesus mengobrak-abrik Bait Allah, misalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Meskipun demikian, saya juga tidak menganjurkan anda untuk tetap bertahan pada sebuah hubungan yang tidak sehat. Tanpa adanya pemulihan yang datang dari Allah, hubungan yang tidak sehat tidak akan membaik dengan sendirinya meski diresmikan dalam sebuah ikatan perkawinan. Mengabaikan kebiasaan buruk selama masa pacaran, banyak orang berharap bahwa perkawinan akan merubah karakter seseorang dan atas dasar ini dia mau menikahi orang tsb. Menurut saya ini adalah keputusan yang sangat tidak bijaksana. Pulihkan dahulu hubungan dengan pasangan baru menikah sehingga kelemahan kita tidak dipakai oleh roh jahat nantinya untuk merusak ikatan kudus tsb. (Baca: “Mengapa Pacarku Cemburuan?” bagian &lt;em&gt;Cara kerja Roh Cemburu&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpcTdGLn6I/AAAAAAAAA68/BFYKDI-o_ZI/s1600-h/Feeling+depressedTwo+girls.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366703395263192994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 252px; HEIGHT: 195px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpcTdGLn6I/AAAAAAAAA68/BFYKDI-o_ZI/s320/Feeling+depressedTwo+girls.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Selain memperhatikan sikap pasangan, anda perlu untuk memperhatikan perasaan anda selama berada dengan pasangan anda. Jika anda merasakan hal-hal dibawah ini, waspadalah. Sudah bukan waktunya lagi kita berprinsip, “Memang nasibku begini, aku terlahir untuk disakiti,” atau “Ngga pa pa, biarlah, nanti lama lama dia akan berubah,” atau, "Aku memang pantas untuk diperlakukan seperti itu," atau pernyataan-pernyataan sejenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anda memang mengasihi pasangan anda, bantulah dia untuk merubah caranya mengekspresikan kasih. Mungkin (dan saya rasa kemungkinannya sangat kecil) di zaman nenek moyang kita dulu, orang masih percaya kalau ada yang mengatakan, "Aku menyiksa kamu karena aku mengasihimu." Tetapi di zaman sekarang dimana kehidupan makin lama makin keras dan orang makin mudah terpancing emosi, kita perlu meninjau ulang cara kita mengasihi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya lebih setuju dengan definisi dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;(1Kor. 13:4-7)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kasih yang demikian itu meneduhkan hati. Karena itu saya mengajak teman-teman untuk sepakat mengatakan kepada orang yang kita kasihi, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;“No abuse, darling.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada pepatah yang mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em style="FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;“It takes two to tango.”&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt; Artinya, dibutuhkan dua orang sebagai syarat terjadinya sesuatu dalam hubungan. Kita tidak bisa hanya menyalahkan pasangan jika hubungan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;berubah menjadi &lt;/span&gt;&lt;em style="FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;abusive&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;. Andapun perlu melihat apakah anda juga mengijinkan kekerasan itu berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,255);font-size:130%;" &gt;Tanda-tanda anda membiarkan diri anda menjadi korban kekerasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Memikirkan pacar membuat anda tidak merasa aman. Secara instink, anda menyensor perbuatan anda untuk menghindari konflik dengan pasangan. Anda sering mengatakan hal-hal seperti ini, “Aku harus cepat-cepat pulang, nanti pacarku marah.” Atau, “Aku harus telpon dia, kalau tidak dia marah.” Atau, “Pacarku jangan sampai tahu kalau aku beli baju dengan harga segini. Nanti dia marah.” Atau, “Jangan bilang pacarku kalau aku pergi sama kalian, nanti dia marah.” Dsb. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Anda memikirkan segala sesuatunya dengan sangat hati-hati supaya tidak membuat pacar gusar (tetapi semakin hati-hati semakin banyak kesalahan yang anda lakukan) karena anda tidak pernah tahu kapan atau apa yang membuat pacar anda bersikap manis atau murka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366714311859659682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpmO4lmY6I/AAAAAAAAA7c/1HmIzn5iFo0/s320/man+in+jail.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em style="FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;Hubungan anda dengan pacar sering membuat anda frustrasi, merasa seperti dipenjara dan sulit untuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anda merasa seperti dipaksa untuk menjadi orang lain dan kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Anda sering merasa letih dan kehabisan tenaga terutama karena harus terus menjaga perasaan pacar. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Anda merasa kebutuhan anda tidak diperhatikan sementara anda harus memperhatikan kebutuhan pacar. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Anda merasa kecil dan tidak bisa apa-apa ketika bersama pacar.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Anda disukai teman-teman. Mereka mendukung anda dan melihat anda sebagai orang yang memiliki potensi tetapi pacar anda sering mengatakan bahwa anda tidak berguna, tidak memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan, kelakuannya minus, suka ngatur, dsb.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em style="FONT-FAMILY: lucida grande"&gt;Anda sering merasa tidak berdaya karena tidak bisa menanggapi tuduhan pacar terhadap anda.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Hanya anda yang paling tahu apa yang anda alami dan rasakan. Sebelum memutuskan untuk menjadikan pasangan anda sebagai pendamping hidup, ada satu cara yang mungkin bisa membantu memudahkan anda untuk membuat keputusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366707781544828658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 250px; HEIGHT: 370px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpgSxRN3vI/AAAAAAAAA7M/UlqNgh-hQvY/s320/mom_and_child_on_beach.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Caranya begini: Bayangkan anda memiliki seorang anak yang berumur antara 2-5 tahun. Dia sangat lucu dan aktif. Anda sangat mengasihinya. Kemudian bayangkan juga bahwa ketika anak anda sedang tertawa riang bercanda bersama anda, pacar anda datang. Pada saat itu, tanyakan kepada diri anda, “Inikah ayah/ibu yang akan kupilih untuk anakku?” Jawaban anda sangat menentukan kebahagiaan anda dan anak-anak anda kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Jika anda melihat tanda-tanda yang saya sebut diatas dalam hubungan anda dengan pasangan, artinya hubungan tsb perlu pemulihan. Pemulihan yang sejati (bukan hanya hari ini berubah tetapi besok kembali ke kebiasaan lama) hanya bisa terjadi ketika kita datang kepada Tuhan dan mulai menjalin hubungan intim dengan-Nya. Memang dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk bertekun membuang kebiasaan lama dan menggantikannya dengan yang baru tetapi lebih baik kerja keras sekarang daripada memulai perkawinan dalam keadaan masih kacau dan hati hancur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Kasih itu indah. Keindahannya akan lebih jelas lagi terlihat oleh hati yang telah dipulihkan. (A&amp;amp;S)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-2653165767228002887?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/2653165767228002887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=2653165767228002887&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2653165767228002887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2653165767228002887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/08/no-abuse-darling.html' title='No abuse, darling!'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SnpXmJdKlWI/AAAAAAAAA6k/NVu66xYfX8s/s72-c/A+girl+listening.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-5214825513176716307</id><published>2009-06-30T22:41:00.009+07:00</published><updated>2009-07-02T12:38:57.279+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pacarku Suka Bohong?</title><content type='html'>“Sebel. Aku paling sebel kalau punya pacar suka bohong. Namanya juga sama pacar, kita maunya percaya aja. Tapi kalau dia ngga bisa brenti bohong, buat apa pacarannya diterusin?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa gunanya pacaran kalau kita gak bisa saling jujur dan terbuka? Menurutku, kejujuran itu harus ada dalam sebuah hubungan, bukan cuma sama pacar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak kebayang deh punya pacar suka bohong. Lebih baik aku putusin aja. Bikin perut mules!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dia mau berubah dan nggak bohong lagi, apa salahnya kita maafin. Tapi sebetulnya bohong itu bisa disembuhkan nggak sih? Gimana kalau sudah menikah tetap suka bohong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UW5965I/AAAAAAAAA58/ujl2wjmDfVY/s1600-h/How-to-Spot-a-Lie_full_article_vertical.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353150830457252754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 258px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UW5965I/AAAAAAAAA58/ujl2wjmDfVY/s320/How-to-Spot-a-Lie_full_article_vertical.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kutipan diatas adalah pendapat beberapa teman ketika kami sedang membahas tentang kebiasaan berbohong, terutama dengan pasangan. Tidak ada satupun dari mereka yang senang memiliki pacar yang suka bohong. Karena kebiasaan ini sangat merugikan pelakunya, bisakah sebetulnya kebiasaan ini dihilangkan? Sebelum membahas kesana, mari kita lihat dulu mengapa seseorang berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Alasan seseorang berbohong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab mendasar seseorang berbohong adalah &lt;span style="color:#66ffff;"&gt;takut menghadapi reaksi orang lain yang tidak menyenangkan hatinya atau bahkan mengancam keselamatannya jika ia memperkatakan kebenaran&lt;/span&gt;. Karena itu, berbohong adalah sebuah usaha untuk menciptakan “kebenaran” baru dimana orang tersebut tidak perlu tercekam oleh ketakutan tsb. Keuntungan yang dia harapkan adalah bahwa kebohongannya akan membuat orang bereaksi seperti yang dia harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya seseorang berbohong karena ingin memegang kendali atas reaksi orang yang diajak bicara. Ketika cara ini berhasil, orang tersebut akan memakainya lagi. Jika kali kedua juga berhasil maka ia akan melakukannya lagi, lagi dan lagi hingga akhirnya menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Contoh situasi yang memicu seseorang berbohong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;Orang berbohong karena merasa kehidupannya tidak cukup memenuhi standar kelayakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Entah disadari atau tidak, kita mempercayai bahwa dunia ini (baca: teman-teman kita, orang tua, lingkungan, dsb) memiliki konsep tersendiri mengenai kehidupan yang dinilai layak. Jika kita tidak masuk kriteria ini, kita mulai khawatir orang akan merendahkan. Memang tidak semua orang yang merasa tidak bisa memenuhi kriteria akan memilih untuk tidak jujur tetapi semakin besar kekhawatiran seseorang, semakin besar pula dorongan yang dirasakannya untuk menciptakan realita fiktif supaya kedudukannya bisa sejajar dengan orang-orang di sekitarnya, bahkan kalau perlu lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UEvhtKI/AAAAAAAAA50/6nJ4nOQQzOc/s1600-h/Pinokio"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353150825581622434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 254px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UEvhtKI/AAAAAAAAA50/6nJ4nOQQzOc/s320/Pinokio%27s+nose.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang anak yang merasa khawatir perceraian orangtuanya diketahui teman-temannya akan menceritakan bahwa waktu liburan ia pergi bersama mama dan papanya ke Taman Mini, misalnya. Seorang remaja yang takut teman-teman mainnya tahu bahwa ia bukan anak orang kaya akan mengarang cerita bahwa ia tinggal di perumahan elit, satu komplex dengan Agnes Monica. Seorang kekasih yang khawatir teman-temannya tahu bahwa ia merasa tidak mampu mendapatkan pasangan yang cantik akan bercerita bahwa wajah pacarnya mirip Luna Maya tetapi selalu menolak untuk memperkenalkan pacarnya tsb kepada mereka. Seorang pencari kerja yang tidak kunjung mendapat pekerjaan dan khawatir orang menganggapnya tidak cukup memiliki kualifikasi akan mengarang cerita bahwa sebetulnya ia sudah diterima di beberapa perusahaan tetapi selalu ditolaknya karena gaji tidak cocok, misalnya, atau tempatnya jauh dari rumah, peraturannya terlalu ketat, sepertinya ia tidak akan cocok bekerja disitu, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;em&gt;Orang berbohong untuk menutupi perbuatannya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Phil McGraw, psikolog, mengatakan, &lt;em&gt;“People will not hide anything if there is nothing to hide.”&lt;/em&gt; Orang akan menyembunyikan perbuatannya jika menurutnya perbuatan tsb tidak baik karena takut akan mengundang reaksi keras dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil yang baru saja mengambil uang dari dompet mamanya bersikeras menyangkal perbuatannya tsb karena takut dimarahi, seorang kekasih yang memiliki pacar lain tetapi menutupinya dan bahkan berani bersumpah bahwa ia hanya teman biasa karena takut diputus pacarnya, seorang karyawan yang berbohong bahwa bukan dia yang memalsukan tanda tangan atasannya karena takut dipecat, dsb, adalah contoh dari kebohongan karena penyebab diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;Orang berbohong untuk mencari perhatian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang meskipun haus akan perhatian tetapi sangat kesulitan mendapatkannya. Salah satu cara yang kemudian mereka pilih adalah dengan berbohong. Tidak semua orang yang memilih untuk berbohong untuk tujuan ini mengarang cerita-cerita hebat mengenai dirinya. Ada juga yang mengarang cerita sedih seperti misalnya betapa kejam perlakuan pacarnya, orang tuanya, bossnya, dsb terhadapnya. Selama cerita itu “laku dijual” dalam arti bisa mereka pakai untuk mencari perhatian, mereka akan terus memakai cara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah melihat di TV sebuah kejadian yang sangat mengejutkan dimana seorang ibu berbohong kepada teman-temannya dengan menggunakan anaknya demi mendapatkan perhatian. Awalnya ibu yang baru saja ditinggalkan suaminya ini mengatakan kepada teman-teman dekatnya bahwa anaknya sakit. Merekapun bersimpati dan mengunjungi ibu ini. Untuk sementara ibu ini terhibur. Beberapa hari setelah teman-temannya pergi ia mulai kesepian lagi. Iapun mengarang cerita bahwa sakit anaknya kambuh. Sekarang ibu ini berbohong karena sebetulnya anaknya yang baru berumur delapan bulan ini sama sekali tidak sakit tetapi sengaja tidak diberi makan selama dua hari sehingga anaknya terlihat sangat lemah. Teman-temannyapun datang lagi menjenguk dan mengungkapkan keprihatinan mereka. Ibu ini menikmati perhatian tersebut. Iapun mulai lebih sering berbohong karena ternyata cara ini selalu berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, ibu ini mulai melihat bahwa sakit anaknya yang "biasa-biasa saja" tidak lagi menarik perhatian teman-temannya. Iapun mulai menciptakan kebohongan baru yang semakin lama semakin parah. Akhirnya ibu ini ditangkap polisi karena dokter yang memeriksa anaknya mencurigai bahwa ia telah melakukan kekerasan terhadap anaknya hingga beberapa tulangnya patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh para psikolog, kebohongan semacam ini sudah dimasukkan sebagai kebohongan yang pathologis atau kebohongan yang muncul karena jiwa yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ini hanya beberapa contoh saja mengenai alasan seseorang berbohong tetapi intinya saya ingin kita melihat bahwa meskipun sepertinya kebohongan itu bisa menyelamatkan kita, pada akhirnya ia justru akan merugikan bahkan dapat membunuh kita. Karena itu sebelum menjadi lebih parah, mari kita hentikan sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Cara menghentikan kebiasaan berbohong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sering berbohong secara tidak langsung mengirim pesan kepada orang-orang di sekitarnya, “Perkataanku jarang yang benar karena itu jangan dipercaya.” Jadi jika anda menemukan bahwa orang-orang di sekitar anda jarang yang percaya kepada anda, coba selidiki, apakah selama ini anda sering berkata tidak jujur? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353152887825056194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 269px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko4MHMrQcI/AAAAAAAAA6U/55XYyd3PgGU/s320/depression.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun tidak dipercaya itu tidak enak. Jadi jika anda menyadari bahwa anda memiliki kebiasaan berbohong, berikut ini adalah beberapa cara untuk menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;em&gt;Sadari bahwa kebiasaan berbohong adalah penyakit yang bisa disembuhkan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan berbohong bukanlah sifat yang tidak bisa dihilangkan. Kebiasaan terbentuk karena perbuatan yang kita lakukan berulang-ulang. Untuk menghilangkan kebiasaan berbohong, kitapun perlu secara berulang-ulang menggantikan dorongan untuk berbohong dengan keputusan untuk berkata jujur sampai kita bisa membuat kejujuran itu menjadi kebiasaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;em&gt;Temukan penyebab kekhawatiran anda dan hadapi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan diatas, penyebab dasar seseorang berbohong adalah karena takut menghadapi reaksi orang lain jika dia mengatakan kebenaran. Jadi jika anda menemukan diri anda sedang tergoda untuk berbohong, berhentilah sebentar dan selidiki apa yang menyebabkan anda takut mengatakan kebenaran. Apakah anda takut direndahkan? Takut perbuatan anda ketahuan dan anda akan malu? Takut bahwa dengan berkata jujur orang jadi menjauh dari anda? &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353152892454457634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 310px; CURSOR: hand; HEIGHT: 235px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko4MYcaUSI/AAAAAAAAA6c/IZ3oh7--VNo/s320/Feeling+Guilty.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Hadapi ketakutan anda tsb dan imani firman Tuhan dibawah ini. Cari juga firman yang lain yang bisa menguatkan anda. Jika anda terus menerus berpegang pada kebenaran firman Allah, anda akan rasakan bahwa semakin lama cengkeraman kekhawatiran itu semakin melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menganjurkan anda untuk &lt;em&gt;brutally honest&lt;/em&gt; atau jujur tanpa perhitungan. Bagaimanapun juga kita harus tahu siapa orang yang kita ajak bicara. Orang yang jujur tidak sama dengan orang yang tidak bisa menjaga mulutnya – semua isi hati dan pikirannya dikeluarkan. Kejujuran bagi saya adalah sebuah bentuk penghormatan kepada orang yang saya ajak bicara, sebuah pemberian yang sangat berharga. Karenanya pemberian ini haruslah diberikan kepada orang yang bisa menghargainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Mat. 7:6)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tahu pasti bahwa dengan berkata jujur anda memang akan direndahkan, lebih baik tinggalkan orang-orang tersebut dan bertemanlah dengan orang yang bisa melihat dan menghargai kelebihan anda serta bisa menerima kekuarangan anda. Tetapi tugas anda adalah meyakinkan diri sendiri bahwa di lingkungan baru ini anda tidak perlu berbohong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengan mengakui perbuatan anda, anda akan kehilangan nyawa anda, berdoalah dan minta hikmat kepada Tuhan apa yang harus anda katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (Mat. 10:19)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak benar adalah jika kita menjadikan berbohong sebagai kebiasaan karena selain tidak ada orang yang suka dibohongi, andapun tidak akan tahan hidup dalam kepura-puraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;em&gt;Cari komunitas yang mendukung proses pemulihan anda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat susah bagi orang yang sudah dicap oleh lingkungannya sebagai tukang bohong untuk menyembuhkan kebiasaan buruknya ini. Ia memerlukan tempat yang aman dimana dia bisa membentuk identitasnya yang baru. Setelah anda menemukan tempat ini, buatlah komitmen untuk menjadi diri anda apa adanya. Untuk hal-hal yang mungkin bagi anda masih susah untuk terbuka, bicaralah hanya kepada orang yang anda bisa percaya. Bertekunlah dalam proses pemulihan. Jika anda sudah kuat dan tidak mudah terombang-ambing oleh kekhawatiran, anda akan merasakan bahwa berkata jujur itu lebih menyenangkan daripada berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2Urwh03I/AAAAAAAAA6M/hi4X_OrGACw/s1600-h/Valentine.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UiVj4RI/AAAAAAAAA6E/quc2wqY1sE8/s1600-h/Loving+hugs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353150833525776658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 225px; CURSOR: hand; HEIGHT: 295px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UiVj4RI/AAAAAAAAA6E/quc2wqY1sE8/s320/Loving+hugs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasih itu tahan mendengar kebenaran. Ia tidak menutup telinga dan berteriak ketika yang didengarnya menyakitkan. Kekasih adalah orang yang mau memeluk ketika melihat kita takut membayangkan akibat perbuatan kita. Kekasih juga orang yang mendengar tanpa menghakimi ketika kita menceritakan kesalahan kita. Ia juga seorang sahabat yang mengulurkan tangan ketika orang lain tidak mau menerima kita. Karenanya saya selalu percaya bahwa kasih itu tidak berubah. Ia tetap saja indah, tidak peduli keadaan kita. (A&amp;amp;S) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-5214825513176716307?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/5214825513176716307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=5214825513176716307&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/5214825513176716307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/5214825513176716307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/06/mengapa-pacarku-suka-bohong.html' title='Mengapa Pacarku Suka Bohong?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sko2UW5965I/AAAAAAAAA58/ujl2wjmDfVY/s72-c/How-to-Spot-a-Lie_full_article_vertical.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7368314964157860619</id><published>2009-06-06T22:12:00.013+07:00</published><updated>2009-06-09T19:55:30.246+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pacarku Cemburuan?</title><content type='html'>Seorang teman menelpon, menceritakan kemarahannya kepada pacar yang dinilai telah sangat menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;“Aku ngga nyangka dia tega nglakuin itu!” katanya dengan berapi-api.&lt;br /&gt;“Emangnya apa yang telah dia lakukan?” tanya saya.&lt;br /&gt;Singkat cerita, teman saya ini merasa telah ditipu oleh kekasihnya.&lt;br /&gt;“Sekarang sudah mantan,” kata teman saya menjelaskan.&lt;br /&gt;“Aku sudah putusin dia!” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, selama ini ia tidak tahu bahwa sebetulnya gadis yang katanya sangat dicintainya itu juga memiliki pacar lain selain dirinya.&lt;br /&gt;“Yang bikin aku sakit hati ,” katanya masih dengan nada benci, “Sebetulnya sudah lama aku tahu kalau dia jalan sama cowok lain tapi tiap kali aku &lt;em&gt;confront&lt;/em&gt; dia ngga pernah ngaku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqPF8ObuZI/AAAAAAAAA1o/0GdlGDnmXbo/s1600-h/Sad+Man.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344241240057297298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 236px; CURSOR: hand; HEIGHT: 232px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqPF8ObuZI/AAAAAAAAA1o/0GdlGDnmXbo/s320/Sad+Man.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya kenal baik dengan pacarnya. Teman saya memperkenalkan kami setahun yang lalu dan sejak saat itu kami sering berhubungan. Untuk melengkapi informasi, sayapun menelpon Lydia, pacar teman saya ini.&lt;br /&gt;“Kamu sudah putus ya sama Rangga?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Ya begitulah. Habis aku capek pacaran sama dia.”&lt;br /&gt;Akhirnya Lydiapun cerita bahwa Rangga adalah pacar yang sangat posesif.&lt;br /&gt;“Rasanya aku sperti ngga bisa nafas deh, kak. Tiap hari dia nanyain, hari ini aku kemana aja, sama siapa, ngapain disana, berapa lama…..yang ujung-ujungnya terus nyeramahin supaya aku lebih fokus kuliah dan ngga kebanyakan jalan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lydia berhenti sebentar kemudian meneruskan.&lt;br /&gt;“Iiih, basi banget. Itu kan cuma alasan dia aja. Aku tahu banget, kak, dia tu ngga mau aku jalan sama teman-teman. Maunya sama dia aja.”&lt;br /&gt;Dari nada bicaranya kelihatan bahwa Lydia sangat tidak suka diperlakukan seperti itu.&lt;br /&gt;“Bete ngga sih, kak? Daripada makan ati, aku putusin aja,” katanya.&lt;br /&gt;“Bukannya dia yang mutusin kamu gara-gara kamu punya cowok lain?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Banu maksudnya? Aku sama Banu itu ngga ada apa-apa. Tapi aku memang bilang sama Banu untuk pura-pura jadi pacarku. Habis kalau ngga gitu Rangga ngga mau putus, kak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Asal usul cemburu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cemburu itu bukan sifat. Dia adalah roh gelap yang menghampiri ketika mendeteksi adanya kekhawatiran dalam pikiran kita. Jika kita biarkan, ia akan menguasai ego kita (karena ego adalah bagian dari pikiran kita yang bisa diserang kekhawatiran – baca &lt;em&gt;“The Battle of the Egos”&lt;/em&gt; di blog ini). Tujuan roh ini memasuki pikiran kita adalah untuk menguasainya, tetapi dengan menyamar sebagai teman ia pura-pura menawarkan bantuan. Hati-hati. Jangan tertipu. Perhatikan baik-baik bagaimana roh ini bekerja supaya kita tidak terpedaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Cara kerja roh cemburu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;1. Menawarkan bukti bahwa kekhawatiran kita benar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqSiKbanwI/AAAAAAAAA14/l3JXc4xp1xY/s1600-h/The+tallest+cactus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344245023441067778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 219px; CURSOR: hand; HEIGHT: 288px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqSiKbanwI/AAAAAAAAA14/l3JXc4xp1xY/s320/The+tallest+cactus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ego hanya bisa merasa tenang ketika ia yakin ada di posisi teratas. Ketika kita cemburu terhadap seseorang, yang terjadi adalah ego kita merasa terancam, merasa orang ketiga tsb membahayakan posisinya. Semakin kecil rasa percaya diri kita dalam mengendalikan keadaan, semakin besar pula kekhawatiran ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri. Ketika merasa tidak aman, dia akan mencari penyebabnya di orang lain. Kita ambil contoh hubungan Rangga dengan Lidya. Keposesifan Rangga yang berlebihan bersumber dari kurangnya rasa percaya diri bahwa ia cukup menarik untuk memikat perempuan. Namun egonya tidak akan mau melihat hal ini. Iapun mengalihkan kesalahan ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah roh cemburu menawarkan bantuan. Ia akan memberikan alasan-alasan yang membenarkan kekhawatiran Rangga. Dia akan berkata, misalnya, “Pacar kamu itu cantik. Tapi hati-hati. Kamu harus pegang dia erat-erat. Kalau tidak, bisa-bisa dia diambil orang lain.” Atau dia akan berbisik, “Emang kamu yakin Lidya itu setia? Kamu harus kontrol dia terus untuk meyakinkan kalau dia ngga bakalan pindah ke lain hati.” Intinya, roh ini akan mendukung kekhawatiran Rangga sebab semakin khawatir dia, semakin kuatlah cengkeraman roh cemburu ini atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;2. Mengajari untuk menuduh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sedang diserang cemburu, perhatikan baik-baik pikiran anda. Akan anda temukan banyak kalimat yang menyiratkan keraguan akan kesetiaan pasangan anda bermunculan dan berputar-putar di kepala anda. Jika anda ikuti pikiran-pikiran tsb, roh cemburu kemudian akan menggiring anda untuk melihat betapa tidak bisa dipercayanya pacar anda. Bukti-buktipun disertakan untuk meyakinkan anda. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqQXX2s3_I/AAAAAAAAA1w/QlMzm7MJEQ0/s1600-h/whispering.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344242639043354610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 287px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqQXX2s3_I/AAAAAAAAA1w/QlMzm7MJEQ0/s320/whispering.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Misalnya, “Kamu ingat waktu dia ngga mau kamu antar pulang? Perhatikan baik-baik waktunya. Kapan itu? Setelah dia kenal cowok itu, kan? Jadi selama ini dia telah membohongi kamu!” Atau roh ini membisikkan, “Coba kamu amati baik-baik sikapnya akhir-akhir ini. Kalau dia menjauhi kamu berarti hatinya memang telah diisi orang lain. Tapi jangan juga terus percaya kalau dia baik-baikin kamu. Itu hanya cara dia untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, roh ini akan memakai apa saja yang terjadi dalam kehidupan anda untuk membuktikan tuduhannya. Ia tidak peduli apakah tuduhannya itu benar atau tidak. Justru jika tidak benar itu akan lebih menguntungkan posisinya karena dengan sendirinya akan terjadi pertengkaran antara anda dan pacar anda, mempertentangkan siapa yang benar. Roh kegelapan sangat menyukai perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;3. Menghukum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil membuat anda melancarkan serangkaian tuduhan kepada pacar maupun pihak ketiga, roh cemburu akan menghasut anda untuk menghukum mereka. Caranya, pertama dengan membatasi kebebasan mereka. Misalnya, “Suruh pacar kamu untuk memutuskan hubungannya dengan orang itu!” atau “ Jangan boleh pacarmu bergaul dengan cowok lain selain kamu” dsb. Jika larangan ini ternyata dituruti, ia akan menyuplai dengan larangan-larangan lain yang lebih sulit dan tidak masuk akal sehingga tidak bisa tidak, larangan itupun dilanggar atau perintah itu tidak dijalankan. Disinilah roh cemburu kemudian akan mengatakan, “Nah, sekarang kamu punya hak untuk menghukum mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqT1cXhBrI/AAAAAAAAA2A/A-Rz2YuOvAU/s1600-h/Physical+abuse.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344246454185690802" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 264px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqT1cXhBrI/AAAAAAAAA2A/A-Rz2YuOvAU/s320/Physical+abuse.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika sudah sampai pada tahap ini biasanya roh cemburu tidak perlu lagi bersusah payah membujuk anda. Ia tahu bahwa manusia akan senang jika boleh menjadi Tuhan. Bukankah menghakimi dan menghukum itu adalah haknya Tuhan? Jadi jangan heran jika ada orang yang dengan alasan cemburu bisa melontarkan kata-kata keji kepada kekasihnya atau bahkan menganiayanya dengan kejam tanpa ada rasa bersalah. Bahkan sering melalui tindakannya itu mereka berpikir sedang membawa kekasihnya yang sesat ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;4. Bersembunyi di balik alasan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua roh tahu pasti bahwa cinta atau kasih adalah password untuk masuk ke dalam jiwa manusia. Hati yang keras sekalipun bisa dilembutkan oleh kasih. Karena itu, untuk tidak membuat manusia curiga, roh cemburupun akan memakai alasan kasih untuk menutupi tuduhan maupun pengadilannya. Meskipun sambil menyakiti pacar dengan kata-kata yang pedas atau siksaan fisik, si pencemburu akan dibuat mengatakan hal-hal seperti ini, “Aku melakukan ini karena sayang sama kamu.” Atau yang lebih manis lagi seperti ini, “Aku ngga peduli kalau kamu cuma nyakitin aku, tapi coba kamu pikirin perasaan orang tua kamu. Apa jadinya kalau mereka tahu pergaulan kamu yang ngga bener.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti pernah merasakan keadaan seperti ini dimana kita tahu bahwa secara harafiah, kata per kata, pacar kita mengatakan hal yang benar tapi &lt;em&gt;somehow&lt;/em&gt; ada rasa tidak enak ketika mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa semua orang yang memakai kalimat-kalimat diatas adalah orang yang dikuasai roh gelap. Tapi roh ini memang sengaja memakai kata-kata yang biasa diucapkan oleh orang yang hatinya bijak, pernyataan yang dilandasi norma-norma dan ukuran moral yang berlaku di masyarakat, jika perlu mengutip ayat-ayat dalam Kitab Suci. Jika tidak, ia tidak akan bisa mengelabuhi anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;5. Melakukan Pembunuhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ikuti terus bujukan roh ini, lama kelamaan akan kelihatan tujuannya yang sebenarnya yaitu membunuh. Yang pertama dibunuh adalah kepercayaan kita terhadap pasangan. Sebuah hubungan dengan sendirinya akan mati jika tidak ada rasa saling percaya. Kasih tidak akan bisa tumbuh. Damai sejahtera serta suka cita yang menjadi ciri khas adanya hadirat Allah sepertinya sesuatu yang sangat sulit didapat dalam hubungan yang demikian. Tetapi curiga, benci, dendam, sakit hati, dan perasaan-perasaan seperti ini akan banyak mewarnai kehidupan sehari-hari sehingga lama kelamaan kita pun tidak akan tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, untuk mengakhiri hubungan tsb bukanlah hal yang mudah. Begitu kita berpikir untuk mengakhiri hubungan, roh gelap yang tadinya ada di pihak kita akan berbalik dan menyerang kita dengan tuduhan-tuduhan sehingga kitapun terjebak oleh rasa bersalah dan tidak jadi pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh cemburu punya alasan sendiri untuk mempertahankan hubungan yang sudah mati ini; setelah berhasil merusak pasangan ini, iapun akan merusak keturunannya. Jika orang tuanya sudah dikuasai, dengan sendirinya anaknyapun akan ikut terkuasai. Dengan tipu muslihatnya, roh kegelapan ini akan menggiring dua anak manusia yang kering kasih ini untuk menikah. Misalnya, ia akan menghembuskan ide bahwa pernikahan akan menyelesaikan semuanya. "Kalau sudah menikah dia pasti akan berubah" atau, "Kalau sudah punya anak dia akan lebih dewasa dan bertanggung jawab," dst. Pernahkah anda mendengar kalimat-kalimat tsb?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, bukan pernikahan yang akan merubah seseorang. Pemulihan hanya terjadi ketika kita datang kepada Allah dan mengupayakan hubungan intim dengan-Nya. Bapa yang senang melihat anak-anak-Nya bahagia ini pasti akan memulihkan hubungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqYj8kKaRI/AAAAAAAAA2I/SbBLuiguSlY/s1600-h/Light_of_Jesus_Heart.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344251651149162770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqYj8kKaRI/AAAAAAAAA2I/SbBLuiguSlY/s320/Light_of_Jesus_Heart.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang kita tahu bahwa cemburuan itu bukan sifat. Artinya, ia bukan harga mati, bukan sesuatu yang telah ada di chromosome ataupun DNA. Jadi bisa dirubah. Sebelum dipulihkan, saya adalah kekasih yang sangat pencemburu. Tetapi sekarang ini, setelah tahu cara kerja roh ini, saya tidak lagi mau membiarkan diri saya dihasut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu sangat indah. Jangan biarkan roh cemburu menghalangi pandangan mata kita. Bukankah ia hanyalah bayangan gelap yang dengan sendirinya lenyap ketika kita hidup dalam terang? (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7368314964157860619?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7368314964157860619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7368314964157860619&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7368314964157860619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7368314964157860619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/06/mengapa-pacarku-cemburuan.html' title='Mengapa Pacarku Cemburuan?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SiqPF8ObuZI/AAAAAAAAA1o/0GdlGDnmXbo/s72-c/Sad+Man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7567899562347903567</id><published>2009-05-11T09:39:00.020+07:00</published><updated>2011-02-12T16:17:49.902+07:00</updated><title type='text'>The Truth About Soulmate</title><content type='html'>Ketika ditanya mengenai soulmate, sering secara otomatis kita akan mengajukan beberapa kriteria – dia harus begini, dia harus begitu - yang kalau kita cermati baik-baik, sering kriteria tsb ternyata berasal dari adanya pengharapan akan hadirnya seorang manusia super yang akan melepaskan kita dari ketakutan akan hidup berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh salah satu definisi soulmate yang membuat saya tersenyum. “Soulmate adalah seseorang yang, tanpa kita beri tahu, dapat mengerti apa yang kita inginkan.” Saya amati, mereka yang setuju dengan definisi ini kebanyakan adalah orang-orang yang bermasalah dalam mengutarakan keinginannya karena takut ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mereka adalah orang yang frustasi karena merasa perkataannya sering tidak dimengerti sehingga meskipun sudah menjelaskan panjang lebar tetap tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Karenanya ia merindukan hadirnya sang dewa penolong yang bisa membuatnya tidak usah bicara tapi mendapat apa yang dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil lagi contoh, “Soulmate adalah orang yang bisa membuat kita merasa aman.” Dari definisinya sudah jelas bahwa orang yang setuju dengan definisi ini adalah orang yang takut atau merasa terintimidasi dengan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intimidasi ini bisa secara verbal yaitu mereka yang sering menerima kata-kata keras, kasar, merendahkan, dsb. Secara fisik yaitu mereka yang sering dipukul, ditampar, diancam akan dibunuh, dsb. Secara emosional yaitu mereka yang sering berhadapan dengan orang yang cepat marah, tersinggung, membenci, mendendam. Ataupun secara finansial yaitu mereka yang hidup dalam kemiskinan atau merasa dirinya miskin. Mereka merindukan hadirnya pasangan yang tidak menempatkannya pada posisi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan saya menulis blog ini terus terang tidak untuk meyakinkan anda bahwa kita membutuhkan hadirnya pasangan yang bisa menyelamatkan kita dari penderitaan hidup ini. Karena jika itu yang saya lakukan saya akan menjerumuskan anda kedalam kengerian yang lebih dalam lagi. Seperti dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?”&lt;/em&gt; (Yes. 2:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih suka untuk mengajak anda belajar mengatasi ketakutan sehingga bisa menjadi pribadi yang kuat yang tidak tergantung kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Soulmate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soulmate sangat membantu kita tetapi bukanlah penyelamat karena ia tetap manusia dengan segala beban hidup dan masalahnya sendiri. Meskipun sering memang bisa menolong, pasti akan ada saatnya dimana ia tidak ada ketika kita membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgeVbYVNcxI/AAAAAAAAAzw/W74yyPnJiSQ/s1600-h/Jesus+and+Mary+Magdaline.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgfKnmAZ3wI/AAAAAAAAA0g/f4O2YHEWuXY/s1600-h/Jesus+Christ.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334455065209593602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgfKnmAZ3wI/AAAAAAAAA0g/f4O2YHEWuXY/s320/Jesus+Christ.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat beruntung bahwa sebagai pengikut Kristus kita memiliki Penyelamat yang selalu bisa diandalkan, yang selalu ada, dan selalu sanggup untuk menolong kita yaitu Yesus Kristus. Dialah Sang Mempelai yang sejati. Dialah satu-satunya yang bisa membuat kita merasa aman. Dia juga mengerti apa yang kita inginkan bahkan sebelum kita mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tujuan saya memberi judul blog ini dengan &lt;em&gt;“Find Your Soulmate”&lt;/em&gt; bukan hanya untuk menginspirasi anda menemukan pasangan yang tepat tetapi lebih untuk menemukan Sang Mempelai Sejati kita melalui hubungan dengan pasangan karena kita tidak akan bisa mengasihi Sang Mempelai yang tidak kelihatan tanpa terlebih dahulu mengasihi yang kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ffff;"&gt;Love Relationship is A Journey to God&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334394435862533106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgeTegFoE_I/AAAAAAAAAzg/1ZV_orv0z-A/s320/Stairway+to+heaven.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya melihat hubungan kita dengan Allah adalah seperti sebuah perjalanan. Dari cara kita mengasihi saudara kita akan terlihat seberapa jauh lagi jarak yang harus kita tempuh untuk menemukan Kerajaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus. (Mark. 12:33-34)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Pengertian Soulmate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita mengenal yang disebut &lt;em&gt;classmate&lt;/em&gt; yaitu teman sekelas, &lt;em&gt;roommate&lt;/em&gt; atau teman sekamar serta &lt;em&gt;schoolmate&lt;/em&gt; atau teman satu sekolahan. Jadi &lt;em&gt;soulmate&lt;/em&gt; dalam pemahaman saya adalah orang yang sejiwa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini bukan berarti kita mendapat separoh jiwa dan pasangan kita separohnya lagi (Inggris: &lt;em&gt;my other half&lt;/em&gt;, Jawa: &lt;em&gt;sigaraning nyawa&lt;/em&gt; atau belahan jiwa) seolah-olah jiwa adalah benda padat yang bisa dibagi-bagi. Karena hubungan kita dengan Allah adalah sebuah perjalanan iman, saya melihat pasangan soulmate adalah sepasang manusia yang jiwanya berada di fase iman yang sama. &lt;/p&gt;Mereka adalah pasangan yang mencari, meyakini, dan menyembah sesuatu yang sama sehingga mengumpulkan harta yang sama pula bagi jiwa mereka. Pasangan yang demikian dengan sendirinya akan mudah untuk bersatu karena “dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Luk. 12:33-34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgeVbvYwmXI/AAAAAAAAAz4/idokUMwE0Qs/s1600-h/crossing-the-red-sea.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334396587452963186" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 236px; CURSOR: hand; HEIGHT: 191px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgeVbvYwmXI/AAAAAAAAAz4/idokUMwE0Qs/s320/crossing-the-red-sea.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita akan memakai perjalanan umat Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian untuk menggambarkan perjalanan iman manusia dari umat yang tidak mengenal Allah hingga menempati Tanah Perjanjian - suatu keadaan dimana manusia hidup dari firman Tuhan serta penggenapan janji-janji-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#66ffff;"&gt;Perjalanan iman manusia mengalami beberapa fase.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;1. Fase Perbudakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;div align="center" style="font-size: 130%; color: rgb(255, 153, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-size: 130%; color: rgb(255, 153, 255); "&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="margin-right: auto; margin-left: auto; font-size: 130%; color: rgb(255, 153, 255); "&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334394439532609010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgeTetwo_fI/AAAAAAAAAzo/l9RlMYy21KE/s320/slavery.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kehidupan bangsa Israel dalam penjajahan Mesir adalah gambaran dari keadaan manusia yang belum mengenal Allah dimana mereka tidak bisa melihat hidup ini melampaui hal-hal yang duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kelompok manusia yang berpasangan dalam fase ini. Kelompok pertama adalah si penguasa yang beranggapan bahwa kekuatannya terletak pada kemampuannya dalam mengendalikan orang lain. Karenanya untuk melindungi kekuatannya tsb, mereka akan memastikan pihak yang lainnya tetap lemah dan tak berdaya sehingga mudah dikuasai. (Kel. 1:9-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kelompok kedua adalah si lemah yang menyandarkan hidupnya kepada si penguasa karena berpikir bahwa hanya dengan cara ini mereka bisa hidup. Sebagai imbalannya mereka mau melakukan apa saja yang dikehendaki si penguasa. (Kel. 14:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat kedua kelompok ini berjodoh bukan karena yang satu suka menjajah dan yang lain tidak keberatan untuk dijajah, melainkan karena keduanya sama-sama menyandarkan kekuatan dirinya pada hal-hal duniawi. Mereka adalah pasangan yang sepadan karena hati mereka ada di tempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat. 6:19-21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ada dalam hubungan yang diwarnai dengan kekerasan fisik, verbal dan emotional seperti layaknya hidup dalam perbudakan, jangan terburu-buru menyalahkan pasangan tetapi lihat dahulu siapakah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan tanpa anda sadari anda termasuk kelompok pertama yaitu orang yang memperlakukan pasangan sebagai obyek, yang pendapatnya, perasaannya bahkan harga dirinya tidak pernah anda pedulikan. Apakah anda beranggapan bahwa membuat pasangan menuruti kehendak anda itu jauh lebih penting daripada mendengarkan keluh kesahnya? Mungkin anda khawatir bahwa jika anda terlalu lunak kepada pasangan ia akan menjadi berani dan kemudian melawan atau bahkan meninggalkan anda? &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa jadi anda adalah kelompok kedua yaitu orang yang tidak PD? Yang merasa tidak berdaya ketika pendapat maupun perasaan anda tidak dianggap penting oleh pasangan anda? Yang karena takut kehilangan dia anda merasa terpaksa menerima saja ketika anda dicaci maki, disakiti, hak anda tidak dihargai bahkan dirampas atau bahkan harga diri anda diinjak-injak? Yang berpikir harus terus menerus berkorban dan kalau perlu, maaf, menggunakan tubuh anda untuk mempertahankan hubungan anda dengan pasangan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang demikian tidak bisa diperbaiki hanya dengan berganti pasangan karena meskipun berpisah dari pasangannya, orang yang masih dalam fase ini kebanyakan akan kembali berpasangan dengan orang yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata seperti, “Dasar laki-laki! Semuanya sama saja!”, “Perempuan. Dimana-mana sama saja!” atau, “Kenapa saya selalu jatuh cinta dengan orang yang suka menyiksa?” menunjukkan bahwa meskipun telah berganti pasangan, banyak yang akhirnya jatuh ke tangan orang dengan karakter serupa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena keadaan seperti ini terjadi kepada orang-orang yang belum mengenal Allah (tidak semua orang yang mengaku dirinya Kristen telah mengenal Allah -untuk hal ini akan kita bahas di lain kesempatan), seperti bangsa Israel yang dibawa keluar dari Mesir agar bisa beribadah kepada Allah, satu-satunya cara untuk keluar dari fase perbudakan ini adalah dengan mendekatkan diri dan menjalin hubungan intim dengan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Tetapi siapa yang mendengarkan aku, ia akan terlindung daripada kedahsyatan malapetaka.” (Amsal 1:33) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Fase Penyembahan Berhala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keadaan bangsa Israel setelah keluar dari Mesir adalah gambaran manusia yang belum sepenuhnya percaya akan penyertaan Allah. Mereka bersyukur dan menyembah Allah hanya ketika keadaan enak dan menyenangkan. Tetapi ketika keadaan sulit mereka mulai beralih kepada illah-illah lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam kehidupan berpasangan, ada dua kelompok manusia yang berada di fase ini. Kelompok pertama adalah kelompok yang menyandarkan kekuatannya pada illah yang ia gunakan untuk memikat pasangannya seperti kekayaan, ketenaran, kedudukan dalam masyarakat, kekuasaan, pekerjaan, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334466010495696754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgfUksX9v3I/AAAAAAAAA04/oXO3oCLVHxg/s320/gold+treasures.jpg" border="0" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sementara kelompok kedua adalah kelompok yang mau menjual jiwanya demi menukarnya dengan illah-illah tsb karena mengira mereka bisa menyelamatkan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kelompok ini berjodoh bukan karena yang satu memiliki harta dan yang lain membutuhkannya tetapi karena mereka percaya dan menyembah illah yang sama yaitu illah yang berasal dari dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terburu-buru menyalahkan pasangan jika anda sulit memiliki hubungan yang kuat. Sepertinya kasih hanya ada ketika keadaan sedang menyenangkan. Sementara di saat ada masalah begitu mudahnya kekerasan, pertengkaran, kecurigaan, perselingkuhan serta cemburu masuk dan mengacaukan kedamaian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menggunakan uang anda untuk merayu pasangan anda, atau anda lebih suka menghujani pasangan anda dengan hadiah ketika anda rasa hubungan mulai menjauh daripada mencari penyebabnya dan kemudian membicarakannya, atau anda merasa pasangan anda tidak berhak mengeluh selama anda telah mencukupi kebutuhannya, dsb, itu berarti anda adalah jenis orang yang menggunakan illah dunia untuk mengikat pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan pasangan anda jika baginya illah itu lebih penting daripada hati anda. Dan jangan terkejut jika pasangan anda berkata, “Ada uang abang sayang, tidak ada uang abang ditendang” karena selama ini tanpa anda sadari anda telah melatih pasangan anda untuk mencintai harta anda dan bukan diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334466418931410498" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgfU8d6oJkI/AAAAAAAAA1A/JNAJqimZ_cM/s320/dollars.jpg" border="0" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Atau mungkin anda adalah kelompok kedua, yang rela menjual jiwa anda demi menukarnya dengan illah dunia tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan pasangan jika ia merasa bahwa selama kebutuhan keuangan anda terpenuhi anda tidak berhak mengatur kehidupannya, atau jika ia hanya merasa berkewajiban untuk mengirim uang tetapi tidak untuk membahagiakan anda, atau jika dia menganggap perasaan anda bukan masalahnya, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena dari awal anda mengajari dia untuk memberikan illahnya saja dan bukan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;Pasangan di fase ini sulit untuk bisa bahagia, karenanya sangat rentan terhadap perceraian. Jika anda melihat siaran infotainment di TV nasional kita akhir-akhir ini, banyak sekali kisah sedih mereka-mereka yang hidup di fase ini. Berganti pasangan juga tidak akan memperbaiki keadaan karena selama kita berada di fase penyembahan berhala ini, kita akan mencari dan tertarik pada orang-orang yang ada di fase yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;Karena penyebab ketidak-bahagian ini adalah kepercayaan bahwa illah dunia itu bisa menolong kita, maka untuk keluar dari penderitaan ini kita harus masuk ke fase pemulihan dimana paradigma kita yang keliru ini bisa diubahkan.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Fase Pemulihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sge9m39lEVI/AAAAAAAAA0A/yErM-dMq2fM/s1600-h/Worshipping+God+together.jpg" style="font-size: large; "&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334440759198552402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/Sge9m39lEVI/AAAAAAAAA0A/yErM-dMq2fM/s320/Worshipping+God+together.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Fase pemulihan adalah fase dimana manusia mulai sadar pentingnya penyertaan Allah dalam hidup mereka. Mereka mulai melihat bahwa diluar Allah mereka tidak bisa berbuat apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Fase ini digambarkan dengan perjalanan umat Israel setelah menyeberangi sungai Yordan dimana mereka harus bertarung dengan suku-suku lain untuk merebut tanah mereka. Dengan mengandalkan Allah, merekapun akhirnya bisa menduduki Tanah Perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang ada di fase ini memiliki kesamaan yang membuat mereka menjadi sepadan yaitu keduanya sadar akan pentingnya penyertaan Allah dalam hidup mereka seperti terlihat dalam usaha mereka untuk mendudukkan Allah di tempat yang paling tinggi. Hubungan yang demikian memungkinkan pasangan ini untuk saling membantu proses pemulihan dan saling menguatkan ketika yang lain jatuh. Di fase inilah manusia dapat melihat dan melatih fungsi mereka sebagai penolong bagi pasangannya sepanjang perjalanan mereka dalam mengasihi Allah dan sesamanya dengan cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama terus berpegang kepada firman Tuhan dalam menghadapi segala perkara, pasangan yang ada di fase ini adalah pasangan soulmate yang memiliki harapan besar untuk hidup bahagia. Bukan berarti mereka tidak akan memiliki masalah, tetapi justru dengan adanya masalah hubungan mereka menjadi teruji dan semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum memutuskan untuk menikah, teliti kembali di fase manakah anda dan pasangan sekarang berada? Lebih baik sabar dan berhati-hati daripada terburu-buru tetapi menyesal di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih memang indah tetapi diperlukan komitmen untuk menempuh perjalanan iman agar bisa melihat keindahannya. (A&amp;amp;S)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7567899562347903567?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7567899562347903567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7567899562347903567&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7567899562347903567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7567899562347903567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/05/truth-about-soulmate.html' title='The Truth About Soulmate'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SgfKnmAZ3wI/AAAAAAAAA0g/f4O2YHEWuXY/s72-c/Jesus+Christ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-2886137372583540810</id><published>2009-04-17T11:40:00.021+07:00</published><updated>2009-04-22T22:13:10.365+07:00</updated><title type='text'>Mitos Tentang Soulmate</title><content type='html'>Banyak orang pesimis ketika bicara mengenai soulmate. Meskipun percaya bahwa soulmate itu ada, mereka tidak yakin akan bisa mengenalinya apalagi mendapatkannya. Berikut ini saya kutipkan beberapa komentar yang saya ambil dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Soulmate? Hanya Allah yang tahu, tetapi saya yakin saat ajal datang menjemput saya, wanita tercinta terakhir yang ada disisi saya adalah soulmate saya. Mengapa? ...karena perpisahan kami semata-mata terjadi karena kematian...bukan karena urusan duniawi.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Soulmate itu hanya mitos. Mana ada orang yang sempurna? Itu hanya ada di dongeng. Aku pernah pacaran 3 tahun dengan seseorang. Kukira dia itu soulmateku karena kita cocok sekali. Tapi kami putus karena ternyata, dia selingkuh dengan laki-laki lain.” &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325520502791042274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegMrnTrdOI/AAAAAAAAAy4/Rc5g6ar01ME/s320/soulmates+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia hanya bisa mengharap yang terbaik tetapi Tuhanlah yang menentukan. Bagiku jodoh itu misteri. Kita hanya bisa tahu apakah seseorang jodoh kita atau bukan setelah semuanya berakhir.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Soulmate? Aku percaya soulmate itu ada tapi tidak selalu sebagai pasangan hidup. Bisa jadi teman, saudara, orang tua. Pokoknya selama hubungan kita nyambung, ada kedekatan hati, saling mengerti...hubungan yang tak terpisahkan, itulah soulmate. Tapi aku ga yakin bisa nikah dengan soulmate. Kayaknya kemungkinan itu hanya 1 diantara 1000.”&lt;/em&gt; &lt;p&gt;Tidak sedikit orang yang tanpa sadar berpikir bahwa Allah yang menciptakan kita adalah Allah yang suka &lt;em&gt;playing misterius&lt;/em&gt;. Meski Dia sendiri telah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kej. 2:18), banyak yang masih tidak percaya bahwa Allah akan menjawab pertanyaan mereka mengenai siapa penolong sepadan yang telah disediakan-Nya itu. Padahal kalau kita pelajari Alkitab dengan seksama, kita akan menemukan bahwa Dia adalah Allah yang sangat rindu untuk membukakan isi hati-Nya kepada anak-anak yang dikasihi-Nya. Ia juga Allah yang senang membicarakan rancangan-Nya. Kepada nabi-nabi-Nya, Dia mengatakan hal-hal besar yang akan dilakukan-Nya di masa yang akan datang, baik dalam waktu yang dekat atau bahkan sampai sejauh akhir jaman. Jadi mengenai soulmate, saya percaya Allahpun tidak akan main rahasia dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegN8mK4uYI/AAAAAAAAAzA/5NLsFHkRpH0/s1600-h/Tarot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325521894055131522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegN8mK4uYI/AAAAAAAAAzA/5NLsFHkRpH0/s320/Tarot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sampai sekarang masih banyak orang tua yang sangat hati-hati dalam mengawinkan anaknya. Mereka menghitung kecocokan anak dan calon menantu dengan seksama melalui tanggal lahir, shio, bobot-bibit-bebet, bahkan kalau perlu pergi ke orang pintar untuk minta petunjuk. Singkat cerita, mereka ingin memastikan bahwa kehidupan perkawinan yang akan dibentuk pasangan ini nantinya akan menjadi sesuatu yang baik dan memberkati, baik untuk mereka berdua maupun untuk orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat. 7:11)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya mengetahui campur tangan Roh Kudus dalam mempertemukan saya dengan soulmate serta mengalami sendiri bagaimana Dia dengan lembut tetapi tegas mengajari kami cara membentuk fondasi perkawinan yang kokoh, saya tidak pernah ragu sedikitpun dengan niat Allah untuk mempertemukan anak-anak-Nya dengan “sang penolong sepadan” mereka. Saya juga yakin bahwa Dia siap untuk mewujudkan niat tsb begitu kita memerlukannya. Dengan kata lain, saya yakin bahwa sejak kita mulai berpikir mengenai pacaran, Allah sudah mulai mengajari kita bagaimana mengenali soulmate kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya banyak orang tidak menggunakan kesempatan yang ditawarkan Allah ini. Mereka mencari pasangan dengan pengertian mereka sendiri. Menurut saya, ini adalah sesuatu yang mustahil. Bagaimana kita bisa menemukan jodoh kita kalau tidak tahu orangnya? Paling tidak kita harus tahu ciri-cirinya. Kalau tidak kita akan mencari dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmZsIzlI/AAAAAAAAAyw/_Jsxa1x9Q8o/s1600-h/walking+in+the+darkness.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325519313724558930" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmZsIzlI/AAAAAAAAAyw/_Jsxa1x9Q8o/s320/walking+in+the+darkness.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kegelapan ini menghasilkan perkawinan yang tidak cocok sehingga banyak terjadi perceraian. Banyaknya perkawinan yang gagal membuat tidak sedikit orang mulai mempertanyakan kembali keinginan mereka untuk menikah. Kumpul kebo, ganti-ganti pasangan, hidup sendiri, dsb adalah contoh dari gejala antipati terhadap perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan laki-laki-perempuan akhirnya dilihat sebagai sesuatu yang tidak ramah bahkan berbahaya. Banyak mitos mengenai soulmate muncul seiring dengan kebutuhan manusia akan hadirnya sosok sempurna yang bisa menyelamatkan mereka dari rasa ngeri akan dunia percintaan. Mitos-mitos ini bahkan dijadikan alat ukur untuk menentukan apakah seseorang soulmate kita atau bukan. Tapi percayalah, anda akan menemukan kesimpulan yang salah jika menggunakan alat ukur yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#9999ff;"&gt;Mitos tentang soulmate&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas mengenai pengertian soulmate yang sebenarnya, mari kita lihat dulu mitos yang beredar mengenai soulmate atau jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff99ff;"&gt;Mitos 1: Soulmate adalah seseorang yang bisa membuat kita merasa aman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmOgC9RI/AAAAAAAAAyY/GDGxr9W5L2Y/s1600-h/Feeling+secure.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325519310721053970" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 229px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmOgC9RI/AAAAAAAAAyY/GDGxr9W5L2Y/s320/Feeling+secure.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orang lain memang bisa membantu kita untuk merasa aman, tetapi tidak selamanya kita bisa mengandalkan orang lain, karena tidak ada orang yang selalu ada bersama kita 24 jam sehari 7 hari seminggu dan yang tidak punya pekerjaan lain selain memikirkan kita. Mau tidak mau, cepat atau lambat kita sendiri harus belajar untuk mendapatkan rasa aman tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi, rasa takut muncul bukan karena situasinya menakutkan melainkan karena kita membayangkan skenario-skenario yang menakutkan. “Aku ngga mau kesana sendiri. Kalau di jalan aku dirampok gimana?”, “Sebetulnya bukan aku yang salah tapi kalau boss ga percaya penjelasanku gimana ya?”, “Aduh...dia berubah pikiran ngga ya kalau tahu ternyata rumahku di gang kecil di kampung?”, “ Aku takut kalau dia tau masa laluku...”, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berhenti pada pertanyaan diatas dan tidak mencoba menjawabnya sendiri. Mereka berharap ada orang yang menjawab untuk mereka. “Ya udah, kalau kamu takut jalan sendiri biar aku antar kamu ya.”, “Tenang, biar nanti aku yang menjelaskannya ke boss.”, “Jangan dipikirin, aku tidak peduli rumahmu dimana dan seperti apa. Aku tu pacaran sama kamu bukan sama rumahmu.”, “ Seburuk apapun masa lalumu, itu tidak akan merubah rasa sayangku ke kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya jika mendengar pernyataan-pernyataan yang demikian dan itu diucapkan dengan tulus, hati kita akan melambung. Tetapi tahukah anda? Hubungan yang semacam ini akan membuat kita tergantung kepada pasangan kita. Setiap kali menghadapi persoalan pikiran kita secara otomatis mencari dia. Akibatnya, tanpa dia kita merasa lemah bahkan bisa jadi tidak berfungsi alias mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmP50GHI/AAAAAAAAAyg/dPJ-bBABnfs/s1600-h/I+can"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325519311097567346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegLmP50GHI/AAAAAAAAAyg/dPJ-bBABnfs/s320/I+can%27t+Live+Without+You.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi sang pasangan, hubungan semacam inipun lama-lama akan membuatnya tidak nyaman. Cepat atau lambat dia akan letih menghadapi ketergantungan kita dan ingin kita mandiri. &lt;em&gt;“I can’t live without you!”, “You’re my everything”,&lt;/em&gt; “Hanya kamu yang bisa membuatku bahagia”, dsb yang dulu merupakan kalimat pernyataan kasih tiba-tiba bisa berubah menjadi beban yang terasa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya prihatin menyaksikan betapa banyak kaum saya, terutama, yang masih percaya bahwa mereka bisa mendapatkan rasa aman dari orang lain, bukan hanya aman secara emosional tetapi juga finansial. Banyak dari mereka yang sengaja mencari pasangan kaya demi tujuan ini meski harus mau hanya dijadikan istri simpanan atau istri yang kesekian. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika ini definisi kita mengenai soulmate, menurut saya hanya Tuhan yang bisa memenuhinya. Rasa aman, baik itu emosional, finansial, apalagi spiritual tidak pernah sungguh-sungguh kita dapatkan dari orang lain, tetapi melalui hubungan intim dengan Tuhan. Tetapi jika anda tetap ingin mencarinya di dalam pasangan anda, silahkan. Hanya saja, supaya anda tidak terlalu sakit nantinya, persiapkan juga diri anda untuk menghadapi kegagalan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff99ff;"&gt;Mitos 2: Dia adalah seseorang yang selalu mengerti dan tidak pernah marah terhadap apapun yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegPt71D5bI/AAAAAAAAAzQ/mcs6VRd1I30/s1600-h/depression.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325523841194386866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegPt71D5bI/AAAAAAAAAzQ/mcs6VRd1I30/s320/depression.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Kalau kamu emang sayang sama aku, jangan marah dong. Aku kan sudah jujur sama kamu!”, “Nah marah juga kan. Tahu gitu aku tadi ga cerita!”, “Aku tu ga butuh diceramahin. Aku cuma perlu kamu untuk ngedengerin ceritaku!”, dsb. adalah harapan-harapan yang sering kita ungkapkan kepada pasangan meskipun harapan tsb jarang terpenuhi. Mengapa demikian? Karena pasangan kita adalah manusia biasa yang memiliki pendapat dan perasaan seperti halnya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari suami saya mengeluh karena menurutnya selama seminggu itu saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pelayanan, baik di gereja maupun konseling di rumah, sehingga waktu untuk bersama sangat sedikit. Saya tidak suka mendengar keluhannya. Sebagai soulmate, mestinya suami saya mengerti bahwa buat saya pelayanan merupakan hal yang sangat penting. Dengan nada tidak suka saya menjawab, “Bukannya &lt;em&gt;you&lt;/em&gt; udah kasih ijin?” Suami sayapun menjawab, “Aku memang sudah kasih ijin dan sampai kapanpun tidak akan pernah mencabut ijin itu. Tetapi kamu juga perlu tahu, seminggu ini aku merasa kesepian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ini menyadarkan saya bahwa apapun yang kita lakukan itu berdampak pada orang-orang sekitar terlebih mereka yang dekat dengan kita. Menuntut orang lain untuk selalu mengerti dan setuju dengan apapun yang kita lakukan sebagai bukti bahwa ia sangat memahami kita adalah hal yang tidak realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Mitos 3: Soulmate adalah seseorang yang bisa membaca pikiran kita dan tahu apa yang kita rasakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Keluhan umum yang sering dilontarkan adalah, “Mestinya dia tahu dong kenapa aku marah!”, “ Eeeh... aku diemin kok dia ga tau juga!”, “Masak, apa-apa mesti dibilangin. Ngga seru. Kita kan udah pacaran lama. Mestinya dia ngerti aku dong...", "Cobalah dia pikir sendiri kenapa aku begitu!”, dsb. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegIvbtf0xI/AAAAAAAAAyI/qRSC1gNepTk/s1600-h/Bola+Kristal.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegIvdt9aVI/AAAAAAAAAyQ/LFpv5hyYW2Y/s1600-h/Mind+reader.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325516170889881938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegIvdt9aVI/AAAAAAAAAyQ/LFpv5hyYW2Y/s320/Mind+reader.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita belum hidup di jaman dimana komunikasi dilakukan secara telepati. Kita juga bukan dukun yang dengan bantuan bola kristalnya mampu mengerti jalan pikiran maupun perasaan orang lain. Tidak peduli seberapa dekat dan berapa lama hubungan kita dengan pasangan, kita masih membutuhkan kata-kata untuk membantunya memahami isi hati maupun pikiran kita masing-masing. Komunikasi adalah hal yang sangat fundamental dalam hubungan antar manusia. Survey membuktikan, penyebab perceraian terbesar bukan karena keadaan ekonomi atau kurangnya cinta melainkan karena kegagalan komunikasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Memang kita sering menemui dalam kehidupan sehari-hari orang-orang yang sepertinya bisa membaca pikiran maupun perasaan. Orang yang demikian biasanya adalah orang yang telah belajar atau memang berpengalaman dalam hal ini seperti orang-orang yang sudah menikah (saya rasa ini juga sebabnya mengapa banyak wanita jatuh cinta dengan laki-laki yang sudah menikah), orang-orang yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan orang lain, psikolog, konselor, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ini adalah tanggung jawab kita untuk mengetahui apa yang kita pikirkan dan kita rasakan serta membantu orang lain untuk memahaminya. Karenanya jika pasangan kita salah mengerti apa yang kita rasakan atau pikirkan, langkah pertama adalah check apakah komunikasi kita sudah efektif atau belum. Selain kata-kata yang jelas, komunikasi yang efektif juga melibatkan keselarasan antara apa yang dikatakan dan yang dilakukan. Jangan sampai mulut mengatakan A tetapi perbuatan mengatakan sebaliknya. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, &lt;em&gt;"Action speaks louder?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita bicarakan diatas hanyalah contoh dari beberapa mitos akan soulmate yang diyakini banyak orang sebagai kebenaran. Saya yakin masih banyak mitos-mitos yang lainnya. Mungkin ada yang bertanya, kalau yang demikian itu hanya mitos, terus soulmate yang benar itu seperti apa? Pertanyaan ini akan kita jawab di posting berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegRUjz-pmI/AAAAAAAAAzY/tVAgDa8HOyg/s1600-h/Calla%20Lily.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325525604273923682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegRUjz-pmI/AAAAAAAAAzY/tVAgDa8HOyg/s320/Calla%2520Lily.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya yakin kasih itu indah tetapi untuk melihat keindahannya dibutuhkan sudut pandang yang tepat. Karena itu kalau hari ini anda tidak melihat kasih sebagai sesuatu yang indah, ubahlah sudut pandang anda. (A&amp;amp;S)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-2886137372583540810?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/2886137372583540810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=2886137372583540810&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2886137372583540810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2886137372583540810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/04/mitos-tentang-soulmate.html' title='Mitos Tentang Soulmate'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SegMrnTrdOI/AAAAAAAAAy4/Rc5g6ar01ME/s72-c/soulmates+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-2931191217578049240</id><published>2009-03-20T01:30:00.010+07:00</published><updated>2009-03-23T12:00:40.801+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Hanya Perempuan Yang Ingin Menikah?</title><content type='html'>Seorang teman perempuan melontarkan pertanyaan ini. Katanya dia sudah pacaran serius tiga kali tetapi selalu berakhir dengan sakit hati karena tiap kali melontarkan ajakan untuk menikah, pacarnya selalu menolak, baik secara langsung maupun tidak. “Sayang, kita jalani dulu yang sekarang ini. Aku memang sayang sama kamu tapi aku belum siap untuk kesitu,” kata pacar pertama. “Dik, aku takut kalau aku ngga bisa membahagiakan adik. Jujur aja ya, aku masih belum mau terikat,” kata pacar kedua. “Ngapain sih buru-buru menikah. Enakan begini, ngga ada tanggung jawab. Coba kalau kita menikah, apalagi punya anak…” kata pacar ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini saya ngobrol dengan seorang teman kuliah yang sudah lama tidak bertemu. Dia bercerita mengenai kehidupan pernikahannya dengan istri yang dinikahinya 8 tahun yang lalu. Tersirat nada bangga dalam nada bicaranya bahwa ia merasa telah menjadi suami dan ayah yang baik. Pembicaraan bergulir ke saat ketika pacarnya yang sekarang ini menjadi istrinya minta dia untuk segera menikahinya. Pada waktu itu ia tidak tahu harus menjawab apa, sementara pacarnya terus mendesak. “Kalau ngga mau menikah sekarang, kita putus aja!” katanya menirukan ancaman pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Terus terang aku bingung banget. Sebetulnya gajiku waktu itu lumayanlah, cukup kalau untuk membiayai sebuah keluarga sederhana. Tapi aku mikir, bisa enggak ya aku membahagiakan istriku nanti? Gimanapun juga dia ini anak orang. Apa kata orang tuanya kalau ternyata setelah jadi istriku anaknya tidak bahagia ? Belum mikirin kalau nanti kami punya anak. Gimana sekolahnya nanti? Kalau anak sakit? Atau untuk nyicil rumah? Yah…pikiran-pikiran seperti itu terus muter-muter di kepala begitu pacarku minta nikah. Pokoknya pusing deh…” katanya sambil menggaruk-garuk kepala. Diam-diam saya ingin tahu juga kelanjutan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pacarku sih enak, namanya juga perempuan kan nantinya ikut suami. Eeeh…aku belum bilang setuju, dia sudah sibuk ngomongin soal baju pengantin, gedung, kateringnya pakai tantenya aja, fotographernya pakai kenalan kakaknya …ya yang gitu-gitulah. Aku ngga’ ngerti cara berpikir perempuan. Kalau soal perayaannya sih…gampangnya ni ya, terpaksanya cuma bagi-bagi nasi bungkus buatku ngga masalah. Yang aku pikirin kedepannya itu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314971166980971746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 317px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScKSHc9YHOI/AAAAAAAAAxY/bqFG5ugkzaM/s320/On+the+wedding+day.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak setuju dengan pendapat teman saya yang mengatakan bahwa hanya perempuan yang ingin menikah sementara laki-laki sepertinya tidak butuh. Saya yakin, seperti halnya perempuan, laki-lakipun juga memiliki keinginan untuk menikah. Stephen, laki-laki yang sekarang menjadi suami saya, bahkan jauh sebelum kami pacaran sudah mengatakan, &lt;em&gt;“If I could, I would marry you tomorrow.”&lt;/em&gt; Jadi saya rasa pertanyaannya bukan “Mengapa hanya perempuan yang ingin menikah?” tetapi, “Apa yang membuat laki-laki ingin menikahi seorang perempuan?” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum menjawab pertanyaan diatas, seorang teman yang lain menanyakan mengapa laki-laki susah membuka hati. Teman ini berpendapat bahwa sepertinya laki-laki itu hidup dengan kepalanya saja dan tidak dengan hatinya. Saya juga tidak setuju dengan pendapat ini karena Allah memberikan baik wanita maupun pria otak untuk berpikir dan hati untuk merasa. Jadi jika fungsi otak lebih menonjol daripada fungsi hati, saya rasa bukan berarti laki-laki tidak pernah menggunakan hatinya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Mengapa Laki-laki tidak sembarangan membuka hati?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adam dan Hawa sedang berjalan-jalan di taman Eden, mereka bertemu dengan si Ular Tua. Hawapun mulai terlibat percakapan dengan si Ular yang akhirnya membujuk Hawa untuk memakan buah terlarang. Terpengaruh oleh kata-kata si Ular, Hawapun mulai mengamat-amati buah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScKUeZdpS_I/AAAAAAAAAxw/Q1n3SKlDCBY/s1600-h/An+apple.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314973760202820594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 162px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScKUeZdpS_I/AAAAAAAAAxw/Q1n3SKlDCBY/s320/An+apple.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (Kej. 3:6)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa tidak begitu saja memutuskan untuk memakan buah terlarang tsb setelah bicara dengan si Ular tetapi setelah matanya melihat dan hatinya tertarik untuk mendapatkan manfaat dari makan buah itu yaitu mendapat pengertian. Dan ketika ia memberikannya kepada Adam, suaminya itupun tidak menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak percaya bahwa Adam adalah seorang laki-laki yang takut istri atau laki-laki lemah yang tidak bisa menjaga martabatnya sebagai pemimpin karena sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah, pastilah ia memiliki segala kualitas yang baik sesuai dengan definisi Allah mengenai gambaran diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan larangan untuk tidak memakan buah tsb hanya kepada Adam, yaitu tepat sebelum Allah menciptakan Hawa (Kej. 2:16-17). Jika Hawa mengetahui larangan tsb, pasti Adamlah yang memberitahukannya. Dengan kata lain, perintah itu bukan hanya perintah dari Allah untuk Adam tetapi juga perintah Adam untuk istrinya. Pertanyaannya, apakah yang membuat seorang laki-laki pemimpin yang gagah perkasa dan sempurna seperti Adam sampai mau melanggar perintah Allah dan perintahnya sendiri serta rela mati demi menuruti keinginan istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang bisa saya pikirkan adalah karena Adam sangat mengasihi dan sangat ingin membahagiakan hati istrinya. Ia tidak sampai hati untuk menolak keinginan perempuan yang diketahuinya berasal dari daging dan tulangnya itu (Kej.2:23). Bisa jadi Adampun berpikir demikian, “Allah memberikan wanita ini untuk kucintai dan kusayangi. Karena itu Dia pasti tidak keberatan jika karena kasihku ini aku terpaksa melanggar perintah-Nya. Allah pasti melihat bahwa aku melakukan ini bukan karena aku ingin melawan Dia tetapi justru sebaliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Adam keliru. Allah memang mengasihi manusia ciptaan-Nya dan kasih ini tidak hilang meski setelah manusia melanggar perintah-Nya. Tetapi sebagai penguasa langit dan bumi, perintah Allah adalah hukum yang harus ditaati. Ketika hukum itu dilanggar, si pelanggar tetap menerima konsekuensinya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya rasa dari sini Adam sadar dan melihat betapa bahayanya makluk yang ia beri nama perempuan itu karena ternyata dibalik tubuhnya yang kelihatan lemah, tersimpan daya yang bisa menaklukkan hati dan membuatnya menuruti segala keinginannya. Saya yakin bahwa sejak saat itu Adam pasti mulai berhati-hati terhadap Hawa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Manusia itu menjawab:&lt;/em&gt; &lt;em&gt;"Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (Kej.3:12)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya amati bahwa sebetulnya laki-laki tidak takut mencintai. Banyak yang bahkan secara terang-terangan menunjukkan bahwa ia sedang mencintai seseorang. Meskipun demikian, banyak dari mereka itu yang tetap tidak mau membiarkan hatinya dimiliki perempuan. Alarm mereka sangat peka dan segera berbunyi ketika mereka merasa pacarnya mulai ingin mengatur kehidupannya. “Aku ingin bebas,” atau “Aku tidak mau terikat,” adalah kata lain dari “Aku tidak akan biarkan kamu mengatur aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jika laki-laki diperlakukan sebagaimana mereka ingin diperlakukan, kaum pecinta kebebasan ini tidak akan keberatan untuk menyerahkan hatinya kepada kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Wanita yang membuat laki-laki ingin menjadikannya istri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;1. Wanita yang bisa mengormati kedudukan laki-laki sebagai pemimpin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang sudah merancang laki-laki sebagai pemimpin (Ef.5:23). Saya yakin Allah mencetak naluri kepemimpinan ini dalam DNA mereka. Artinya, laki-laki memiliki kepekaan lebih dibanding perempuan mengenai peran ini. Secara naluriah mereka pasti tahu ketika sang pasangan melanggar teritori kepemimpinannya, apalagi sampai mengambil alih peran tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita tidak menyadari betapa pentingnya posisi pemimpin ini bagi laki-laki. Karena wanita cenderung untuk tidak memandang serius masalah kepemimpinan, sangat mudah bagi mereka untuk beranggapan bahwa laki-lakipun tidak mempermasalahkannya. Akibatnya, ketika suatu ketika mereka dapati pasangannya tidak lagi terbuka dan bahkan secara pelan-pelan mulai menjauh, mereka mengira bahwa itu karena pasangannya sudah tidak mencintainya lagi. Apalagi jika setelah itu ternyata pasangannya dekat dengan wanita lain. Banyak wanita tidak bisa melihat bahwa sikap dominan yang mereka tunjukkan kepada pasangan banyak berperan dalam menutup pintu hati orang yang dikasihinya tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;2. Wanita yang bisa menguasai hatinya - tidak pemarah dan tidak suka bertengkar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang memiliki hati yang teduh adalah tempat berlindung yang aman bagi suami dan anak-anaknya. Istri yang demikian adalah istri yang dicari suami ketika ia penat sepulang kerja, pusing karena banyak masalah, atau bingung memikirkan jalan keluar. Karena ia tahu bahwa istrinya mampu membuat penatnya hilang, kepalanya dingin dan hatinya tenang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara perempuan yang tidak bisa menguasai hatinya, pemarah dan suka bertengkar akan dihindari suami maupun anaknya terutama ketika mereka memiliki masalah. Karena mereka tahu bahwa semakin banyak istri atau ibunya tahu permasalahan mereka, semakin ruwet jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah. (Ams. 21:19)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;3. Wanita yang tidak mempermasalahkan kelemahan pasangannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang yang dirancang untuk memimpin, saya yakin semua laki-laki sangat menyadari pentingnya nilai harga diri dan martabatnya. Mereka senang jika orang memandang mereka sebagai laki-laki yang gagah, perkasa dan memiliki wibawa. Tetapi mereka bisa jadi sangat marah jika kelemahan mereka diutak-utik, apalagi jika kelemahan tsb merupakan sesuatu yang tidak bisa dirubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naomi tahu bahwa Rut adalah wanita yang bisa menjaga perasaan laki-laki dan membuatnya merasa aman. Karena itu ketika menjodohkan Rut dengan Boas, seorang laki-laki kaya yang lebih pantas untuk menjadi ayah daripada suami, mantan mertuanya itu yakin bahwa Boas tidak akan menolaknya. Seperti yang telah diperhitungkan oleh Naomi, Boas sangat terkesan oleh perlakuan Rut terhadapnya. Kepada Rut Boas berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Diberkatilah kiranya engkau oleh Tuhan, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.” (Rut 3:10)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315069280064212210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 244px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScLrWYrRjPI/AAAAAAAAAx4/zKyEZFuA0ys/s320/Ruth+and+Boas+smaller.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal diatas adalah contoh dari karakter wanita yang dicari oleh pria. Masih banyak kareakter lain yang bisa digali. Jangan salah sangka, saya tidak menganjurkan anda merubah diri anda untuk menjadi seperti mereka supaya anda bisa mendapatkan laki-laki. Kalau hanya untuk alasan ini saya tidak perlu mengutip firman Tuhan untuk mendukung pendapat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314973756077960898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 258px; CURSOR: hand; HEIGHT: 197px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScKUeKGM7sI/AAAAAAAAAxo/jk8tD-gG9ng/s320/Obama+and+wife.jpg" border="0" /&gt;Tetapi saya ingin kaum wanita melihat bahwa banyak hal-hal baik yang Tuhan telah tanamkan dalam diri wanita ketika Dia menciptakan mereka. Meski saya sendiri seorang wanita, terus terang semakin saya mengenal kaum saya ini, semakin saya kagum dan hormat kepada Allah yang telah merancang wanita sebagai ciptaan-Nya yang luar biasa, begitu luar biasanya sampai Dia berkenan meletakkan masa depan sebuah bangsa di tangan mereka melalui fungsi sebagai ibu dan istri. Duniapun mengakui hal ini, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, &lt;em&gt;“Behind every great man, there is a great woman.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut saya, kewajiban setiap wanitalah untuk menjadikan dirinya “&lt;em&gt;a great woman&lt;/em&gt;.” Bukan untuk memikat atau menyenangkan laki-laki, tetapi terutama untuk menggenapi rancangan Allah dalam diri mereka. Syaratnya mereka harus berada di dalam Allah. Karena saya percaya, hanya di dalam Dia-lah segala yang baik akan muncul dengan sendirinya. Dan ketika wanita di dalam Allah, dengan sendirinya Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya ini akan memberikan pasangan yang sepadan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya kasih itu indah. Mari kita nikmati keindahannya yang memancar dari setiap hati yang mengasihi Allah. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-2931191217578049240?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/2931191217578049240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=2931191217578049240&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2931191217578049240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2931191217578049240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/03/mengapa-hanya-perempuan-yang-ingin.html' title='Mengapa Hanya Perempuan Yang Ingin Menikah?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ScKSHc9YHOI/AAAAAAAAAxY/bqFG5ugkzaM/s72-c/On+the+wedding+day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4893849915865230382</id><published>2009-02-18T12:32:00.019+07:00</published><updated>2009-07-02T17:58:03.423+07:00</updated><title type='text'>When We're Falling in Love…</title><content type='html'>Banyak cara dipakai orang untuk menggambarkan perasaan mereka ketika sedang jatuh cinta. Ada yang mengatakan, &lt;em&gt;“My heart stops beating everytime I see her walking up to me.”&lt;/em&gt; Ada lagi yang menggambarkan, “Aku senang memikirkan dia, termasuk hal-hal kecil yang nggak penting seperti kalau jam segini dia biasanya lagi ngapain ya....” Yang lebih ekstreem lagi berkata, “Otakku rasanya diisi oleh dia. Aku ngga bisa mikirin apapun kecuali dia, dia dan dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZufkatay2I/AAAAAAAAAvo/SQTeKnZMZ78/s1600-h/A+day.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZug6Cvj79I/AAAAAAAAAwA/ezJS6ydZkz4/s1600-h/Falling+in+Love+(Two+in+love+hearts).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304009905188106194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 192px; CURSOR: hand; HEIGHT: 193px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZug6Cvj79I/AAAAAAAAAwA/ezJS6ydZkz4/s320/Falling+in+Love+(Two+in+love+hearts).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak disangkal jatuh cinta adalah perasaan yang sering dirasa membingungkan. Beberapa perasaan bercampur menjadi satu; ada rasa was was (apa dia juga merasakan yang kurasakan?), ada rasa takut (bagaimana jika ternyata cuma aku yang merasa begini), ada rasa senang (apapun yang ada di dia terlihat indah), gelisah (kalau belum melihat wajahnya belum bisa tidur), bersemangat (serasa memiliki tujuan hidup yaitu mencintainya), dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bercampur-aduknya beberapa perasaan ini banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Supaya tidak kehilangan momen yang menyenangkan ini tidak jarang yang akhirnya memutuskan untuk mengikutinya dengan cara mendekati si dia. Banyak yang akhirnya berlanjut dengan hubungan yang lebih dalam tetapi banyak juga yang berakhir dengan kekecewaan karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan atau hubungannya tidak berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang terjadi di dalam tubuh ketika kita jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia jasmani, tubuh kita tersusun dari daging, darah, tulang, sistem syaraf serta sekumpulan sistem bio-kimia dengan kelenjar-kelenjar yang memproduksi hormon maupun enzym. Dan ternyata...beberapa hormon yang dimiliki tubuh ini bertanggung jawab atas apa yang kita rasakan ketika sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuhwAJT0PI/AAAAAAAAAwQ/unu6tJvm6nI/s1600-h/dopamine.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304010832203731186" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuhwAJT0PI/AAAAAAAAAwQ/unu6tJvm6nI/s320/dopamine.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hormon pheromone, misalnya, adalah hormon yang dimiliki oleh binatang maupun manusia yang mengatur masalah pasangan. Karena zat kimia ini binatang seperti semut atau anjing bisa mengenali pasangannya sementara rayap jantan dapat menerima ajakan kawin yang dipancarkan oleh rayap betina yang berjarak beberapa kilometer darinya. Sementara pada manusia, dilepaskannya zat kimia ini membuat seseorang memiliki daya tarik yang tinggi bagi lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oxytoxin yang disebut juga hormon cinta adalah unsur kimia yang selain diproduksi oleh hypothalamus di otak juga dihasilkan oleh kelenjar di testis pria dan indung telur wanita. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZufkU8pp-I/AAAAAAAAAv4/Mjhq6MEk1Jo/s1600-h/kucing+pacaran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304008432606095330" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 207px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZufkU8pp-I/AAAAAAAAAv4/Mjhq6MEk1Jo/s320/kucing+pacaran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hormon yang juga dimiliki oleh binatang ini berperan besar dalam menumbuhkan rasa keterikatan seperti antara bayi dengan ibunya atau kedekatan yang dirasakan oleh sepasang kekasih. Kerja hormon ini dipicu oleh rangsangan fisik seperti kulit yang bersinggungan, belaian, pegangan tangan atau hubungan sexual. Para pasangan wajib berterima kasih kepada hormon ini karena dialah yang membuat kita merasa selalu ingin berdekatan dengan pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya kadar seretonin ketika seseorang jatuh cinta membuat orang tsb tidak keberatan melakukan hal-hal yang pada kondisi biasa tidak mau ia lakukan. Hormon ini juga membuat orang yang jatuh cinta tidak bisa berhenti memikirkan si dia yang sedang mencuri hatinya, sulit tidur, kurang nafsu makan dan moodnya berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya beberapa contoh zat-zat kimia yang bekerja saat seseorang jatuh cinta. Saya yakin masih banyak lagi jenis hormon yang berperan dalam hubungan lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZup3_3YoII/AAAAAAAAAwY/u2JXlcONd1E/s1600-h/Hamster.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304019765660524674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 260px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZup3_3YoII/AAAAAAAAAwY/u2JXlcONd1E/s320/Hamster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak-anak saya menyukai hamster dan sekarang ini sudah ada tiga puluhan hamsters di rumah. Beberapa pasang sudah mulai beranak. Saya amati, begitu melahirkan induk-induk hamster ini secara naluri berubah menjadi keibuan. Mereka menjaga dan merawat anak-anaknya dengan lembut dan penuh dedikasi. Padahal ada yang sebelumnya termasuk yang suka berkelahi. Kami menamainya si Bully karena kegemarannya menganiaya teman-temannya. Namun karena hormon yang dilepaskan tubuhnya selama kehamilan dan proses melahirkan, sifat bully-nya ini mendadak hilang digantikan oleh sifat lembut dan &lt;em&gt;caring&lt;/em&gt;. Jadi dalam hal ini saya sependapat dengan mereka yang mengatakan, &lt;em&gt;“Love is a matter of chemistry.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kepada binatang dan manusia Allah memberi perintah yang sama yaitu untuk berkembang biak (beranak-cucu) dan untuk memenuhi bumi. (Kej. 1:22, Kej. 1:28) Tetapi kepada manusia Allah menambahkan, “...dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Dengan kata lain, Allah merancangkan kita untuk menjadi penguasa di bumi ini. Untuk keperluan ini, saya yakin Allah Yang Maha Tahu melihat bahwa tujuan ini tidak akan tercapai jika manusia hanya mengandalkan keberadaannya sebagai manusia jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Ketika Manusia Rohani Jatuh Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari tubuh Kristus, saya percaya manusia rohani memiliki kesadaran yang serupa dengan kesadaran Kristus. Dan seperti halnya Yesus, roh manusia tentunya juga memahami kehendak Allah untuk menghadirkan kerajaan-Nya ke dunia supaya kehidupan di bumi ini nantinya akan seperti yang ada di surga (Mat.6:10) - sebuah kehidupan dimana Allah dan manusia memerintah bersama-sama dalam kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuskWfw4vI/AAAAAAAAAwo/yUq4RuS7AxM/s1600-h/Heart+Sun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304022726672966386" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 198px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuskWfw4vI/AAAAAAAAAwo/yUq4RuS7AxM/s320/Heart+Sun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mengingat kasih adalah unsur yang paling utama dalam hubungan manusia dengan Allah dan dengan sesamanya, menurut saya jatuh cinta bagi manusia rohani bisa diartikan sebagai datangnya kesempatan untuk menghadirkan kasih Kristus dalam hubungan sepasang manusia sehingga mereka dapat bersama belajar untuk mengaplikasikan kasih itu dalam hubungan mereka. Dengan demikian melalui kehidupan keluarga yang nantinya mereka bentuk kasih Kristus akan terpancar dan menjadi terang bagi orang-orang di sekitarnya dimanapun pasangan ini berada. (Mat. 5:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu saya percaya bahwa sebagai roh, manusia rohani sangat sadar akan hukum yang mengatakan bahwa hubungan badan akan mengikat sepasang manusia menjadi satu ikatan yang tidak terpisahkan (Kej. 2:24, Mat. 19:5, 1 Kor. 6:16). Karena itu untuk bisa menggabungkan dua orang menjadi satu tanpa saling menyakiti dan membinasakan di kemudian hari, dibutuhkan sepasang manusia yang dewasa baik jasmani – sudah cukup umur – maupun secara rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasangan yang secara jasmani sudah siap untuk menikah -hormon mereka sudah bisa bekerja dengan sempurna - tetapi sebetulnya secara rohani mereka masih belum dewasa. Jika hubungan ini dipaksakan, bukan kasih Kristus yang terpancar dalam kehidupan mereka melainkan kekacauan dan kesalah-pahaman terus menerus yang tidak jarang berujung pada pertengkaran bahkan perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan ini pastilah terlihat dengan jelas oleh manusia rohani kita. Karena itu saya yakin ia hanya akan mengambil keputusan untuk bersatu jika dilihatnya kedua belah pihak sudah cukup siap. Dengan kata lain, bagi manusia rohani, proses pendewasaan diri secara rohani adalah langkah penting dalam mempersiapkan sebuah kehidupan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;What Should We Do When We Fall in Love?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Uji dari mana perasaan itu berasal.&lt;/span&gt; Mengingat bahwa peran hormon sangat besar dalam mempengaruhi apa yang kita rasakan (dan dengan sendirinya apa yang pikirkan), kita perlu menenangkan diri ketika merasa bahwa kita sedang jatuh cinta. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuske41pWI/AAAAAAAAAwg/cDyxhBvU9xI/s1600-h/Jesse-praying.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304022728925619554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 198px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuske41pWI/AAAAAAAAAwg/cDyxhBvU9xI/s320/Jesse-praying.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan cepat-cepat bertindak. Kalau hanya untuk berteman tidak apa-apa, tetapi jika ingin menjadikan orang tsb sebagai pasangan hidup, bawalah semuanya dalam doa yang terus menerus, jika perlu berpuasa. Sekali lagi, manusia bukanlah budak hormon karena itu uji apakah manusia rohani kitapun jatuh cinta kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Amati dan selidiki karakternya.&lt;/span&gt; Saya percaya bahwa sebagai Bapa yang sangat mengasihi anak-Nya, Allah berperan besar dalam mencarikan pasangan buat anak-Nya, yaitu seseorang yang sepadan dengan kita. (Kej. 2: 18) Saya juga yakin bahwa ketika Allah mengijinkan sesuatu terjadi Dia pasti memiliki rencana dibalik kejadian tsb. Karenanya saya lebih suka berpikir bahwa jatuh cinta adalah cara Tuhan untuk mengarahkan pandangan kita kepada orang tertentu tsb. Bagi saya ini adalah saat dimana Tuhan sedang berkata kepada kita, “Perhatikan baik-baik anak-Ku ini. Apa pendapatmu mengenai dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan membuat daftar. Misalnya: karakter membangun yang dimiliki orang tersebut adalah bertanggung jawab, ulet, tidak pantang menyerah, berani mengemukakan pendapat, punya semangat maju, dsb. Tetapi ada karakter merusak yang ada di dia yaitu terlalu ambisius, suka memaksa dan menghalalkan segala cara. Saya tidak akan memilih dia menjadi pasangan hidup karena karakter negatifnya tsb kelak akan menjadi penghalang dalam mengaplikasikan kasih Kristus dalam hubungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya contoh, tapi sangat penting untuk membuat garis tegas karakter-karakter seperti apa yang tidak ingin kita bawa dalam kehidupan perkawinan nanti. Jika Allah sedang mencarikan yang terbaik, mengapa kita tidak mengajukan permintaan yang terbaik pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan ini bisa lebih obyektif jika kita lakukan dalam status tanpa ikatan karena pihak yang kita amati biasanya tidak sedang akting untuk menjadi sosok ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuuu0X0CpI/AAAAAAAAAw4/K1qVyIl2Hpw/s1600-h/in+the+mirror.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304025105514629778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 230px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuuu0X0CpI/AAAAAAAAAw4/K1qVyIl2Hpw/s320/in+the+mirror.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Introspeksi diri&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Setelah menolak karakter negatif seseorang, kitapun perlu untuk melihat apakah kita memiliki karakter yang serupa. Karena jika iya, kitapun berpotensi untuk menghalangi kasih Kristus bekerja dalam diri kita. Sering kita sendiri tidak menyadari siapa diri kita, karena itu perlu sekali untuk minta tolong Roh Kudus menunjukkannya. Dia yang menyelidiki hati pasti tahu bagian mana dari kita yang masih perlu diperbaiki. Tanyakan juga pendapat orang-orang sekitar mengenai kita, tetapi pilih hanya mereka yang tulus menginginkan kebaikan kita. Dosa yang tidak diakui tidak bisa diampuni. Begitu pula dengan karakter yang merugikan hubungan, jika tidak kita akui tidak akan bisa kita perbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Buat komitmen untuk pemulihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting sekali untuk membenahi diri sebelum masuk dalam kehidupan perkawinan. Begitu pentingnya arti perkawinan bagi Allah hingga Dia menghendaki manusia untuk menjalaninya dengan pasangan yang sama sampai seumur hidup. Kalau kita bisa setia dengan mempelai yang kelihatan, kitapun juga akan bisa setia dengan Sang Mempelai yang tidak kelihatan yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sebelum memasuki kehidupan perkawinan, akan sangat bermanfaan jika kita mulai memulihkan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan kasih seperti disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuuu-qOkaI/AAAAAAAAAww/YkZnQjTyyEs/s1600-h/bridesmaidcookie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304025108276220322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZuuu-qOkaI/AAAAAAAAAww/YkZnQjTyyEs/s320/bridesmaidcookie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Dekati dia&lt;/span&gt; jika orang tsb memiliki rasa takut akan Tuhan dan &lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;baik dari perkataan maupun perbuatannya&lt;/span&gt; tercermin kerinduan untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Orang yang seperti ini sangat ideal untuk dijadikan teman dekat yang bisa dan menolong, menguatkan serta mendorong kita untuk terus berpegang pada kebenaran firman Allah sehingga bersamanya kita akan menjadi semakin dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang demikian adalah orang yang telah memiliki bibit kasih dan bibit itu hanya perlu disiram supaya tumbuh menjadi tanaman yang subur dan kuat. Ditambah dengan karakter yang cocok serta sikap yang bertanggung jawab, orang yang demikian adalah orang yang ideal untuk dijadikan pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu indah. Untuk melihat keindahannya kita perlu dua hati yang memiliki kasih. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4893849915865230382?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4893849915865230382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4893849915865230382&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4893849915865230382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4893849915865230382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/02/when-were-falling-in-love.html' title='When We&apos;re Falling in Love…'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SZug6Cvj79I/AAAAAAAAAwA/ezJS6ydZkz4/s72-c/Falling+in+Love+(Two+in+love+hearts).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-2847192036971592525</id><published>2009-02-04T11:06:00.009+07:00</published><updated>2009-02-18T06:42:41.640+07:00</updated><title type='text'>Boleh Ngga’ Sih Sering Ganti Pacar?</title><content type='html'>Seorang teman menanyakan, “Boleh ngga’ sih sering ganti pacar? Atau mestinya pacaran itu sekali saja terus menikah?” Saya balik bertanya kepada teman saya tersebut, “Menurut kamu, apa yang kamu lakukan semasa pacaran?” Teman saya heran dengan pertanyaan ini, mengira saya pura-pura tidak tahu. Saya katakan, “Soalnya untuk menjawab pertanyaan kamu, kita perlu menyamakan pengertian kita mengenai kata pacaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masa Pacaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaQig2SgI/AAAAAAAAAvQ/ZnuIpWrw498/s1600-h/making-bed.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298795308022909442" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 221px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaQig2SgI/AAAAAAAAAvQ/ZnuIpWrw498/s320/making-bed.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu tujuan dari pacaran adalah mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan perkawinan. Dari sini banyak yang kemudian mengartikan pacaran sebagai masa untuk mempelajari seluk beluk mengenai hidup dalam perkawinan yang diwujudkan dalam hal-hal praktis seperti memanggil pasangannya dengan sebutan “mama” dan “papa”, belajar menghayati tugas-tugas suami atau istri misalnya dengan cara si cewek datang ke tempat kost cowoknya membawakan makanan dan menyajikannya supaya bisa makan bersama-sama, merapikan tempat tidur dan membersihkan kamar dan si cowok mengantar pacarnya kemana dia mau pergi, membelikan kebutuhan khas perempuan seperti tas, sepatu, dan perhiasan. Ada juga yang mulai membuka bank account atau mengangsur rumah bersama, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya dari melihat pacaran secara demikian adalah sering tanpa disadari kebiasaan role playing ini menghasilkan ikatan emosi yang sangat kuat yang membuat mereka merasa sepertinya memang sudah suami-istri, apalagi jika hubungan itu juga disertai dengan keintiman fisik. Seandainya ternyata di tengah jalan ditemukan ketidak-cocokan, banyak yang merasa kesulitan untuk melepaskan diri dari keterikatan emosi tsb. Tidak jarang yang akhirnya memutuskan untuk jalan terus sambil berharap bahwa dengan berjalannya waktu ketidak-cocokan itu akan hilang dengan sendirinya. Tapi benarkah ketidak-cocokan itu akan pergi ketika mereka menikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan pula betapa sakitnya seandainya ternyata hubungan tersebut tidak bisa diselamatkan dan mereka harus berpisah. Sering saya jumpai orang-orang yang dalam situasi ini berpikir bahwa bukan hanya hubungannya dengan pacar saja yang hancur tetapi hidup mereka secara keseluruhanpun ikut hancur – karier, cita-cita, kepercayaan diri, pengharapan akan masa depan dsb. Yang lebih parah lagi, ada yang imannya terhadap Tuhan-pun ikut hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memiliki definisi pacaran yang semacam ini saya rasa lebih baik kalau kita berhati-hati sebelum melangkah ke hubungan yang serius. Sebelum yakin bahwa kita memang sudah siap untuk membuat komitmen dengan seseorang, lebih baik hubungan dibatasi sebagai teman saja. Sambil menjajaki kemungkinan adanya hubungan yang lebih serius, persiapkan hati untuk menghadapi hal terburuk. “Apa yang akan aku lakukan jika hubungan ini tidak berjalan seperti yang kuinginkan.” Ini bukan sikap pesimis tetapi sikap berjaga-jaga. Orang yang mudah dihancurkan oleh kekecewaannya adalah orang yang terlalu banyak membangun harapan dan sedikit belajar menghadapi kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya menikah dengan orang yang tepat, saya lebih setuju menggunakan pacaran sebagai kesempatan untuk menemukan pasangan hidup. Masa pacaran kita lihat sebagai masa untuk mengenali, siapa sebetulnya kita dan apa yang kita ingini dan tidak ingini dari seorang pasangan. Dalam masa ini kita memperlakukan pacar bukan sebagai belahan hati tetapi lebih sebagai partner dalam pencarian jati diri. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman waktu saya kuliah, sebut saja Vera, sudah 2 tahun pacaran dengan mahasiswa fakultas lain, Andy. Sebagai anak kost Andy sering terlibat masalah keuangan jadi ia sering meminjam uang kepada teman saya ini. Awalnya Vera tidak keberatan tetapi lama kelamaan dia merasa pacarnya mulai memanfaatkan kedekatan mereka untuk kepentingannya sendiri. Meskipun demikian teman saya ini tidak pernah mengatakan apa-apa kepada pacarnya karena berpikir suatu ketika Andy pasti menyadari kesalahannya. Ternyata bukannya sadar, Andy malah semakin menjadi. Secara bertahap dia mulai menggantungkan hidupnya kepada Vera. Dan yang menyedihkan, dengan naifnya teman saya inipun mau memenuhi segala kebutuhan pacarnya ini mulai dari biaya hidup sehari-hari, pakaian, sampai kalau pergi kemana-mana teman sayalah yang keluar uang. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaxahMUNI/AAAAAAAAAvg/2jyBwBElALY/s1600-h/A+man+driving+a+red+car.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298795872812552402" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 331px; CURSOR: hand; HEIGHT: 228px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaxahMUNI/AAAAAAAAAvg/2jyBwBElALY/s320/A+man+driving+a+red+car.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu saya tanyakan alasannya melakukan itu Vera menjawab bahwa begitulah cara dia menunjukkan kasih sayangnya kepada pacarnya. “Kok kamu mau sih nglakuin itu?” tanya saya berusaha mengingatkan bahwa yang dia lakukan itu tidak akan membawa kebaikan di kemudian hari. Vera tidak suka dengan pertanyaan saya. Dengan nada tersinggung dia menjawab, ”Kalau kamu sayang sama seseorang kamu pasti mau dong berkorban buat orang itu.” Sayangnya ternyata Andy tidak menghargai pengorbanan itu. Ini terlihat dari sikapnya yang mulai menganggap enteng Vera. Ia tidak lagi hanya pinjam uang tetapi juga pinjam mobil, bukan hanya sehari tetapi sering sampai berhari-hari. Parahnya lagi, belakangan ketahuan bahwa ternyata mobil itu ia pakai untuk pacaran dengan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Berlatih Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejadian diatas, sepintas sepertinya Andy adalah si jahat dan Vera si baik. Tetapi kita juga bisa melihat bahwa dengan membiarkan Andy terus-menerus memanfaatkan dirinya, secara tidak dikatakan Vera mengijinkan hal itu terjadi. Saya selalu berprinsip, matikan api ketika masih kecil karena kalau sudah besar akan susah dipadamkan. Kalau api itu ada di dalam rumah saya, maka saya tidak akan mengharapkan orang lain memadamkannya atau api itu mati sendiri. Sayalah yang bertanggung jawab atas api tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya dari awal Vera membatasi langkah Andy, maka pacarnya ini tidak akan berani melangkah terlalu jauh. Masalahnya, kita sering merasa, “Ngga’ enak…”, “Aduh, aku ngga’ tega…,” “Aku ngga’ bisa nolak…” dsb. Sikap semacam ini akan mudah sekali mengundang orang untuk memanfaatkan kita. Kalau kita ingin sebuah hubungan yang sehat, mau tidak mau kita harus belajar terbuka. Dalam contoh diatas Vera bisa mengatakan, “Sorry ya, utangmu sudah banyak, aku takut kamu ngga’ bisa ngembaliin nanti.”, “Sayang, aku ngga’ boleh terus menerus bantuin kamu. Kamu kan laki-laki, nantinya mesti jadi kepala keluarga,” “Sayang, ayo kita cari cara supaya kamu bisa keluar dari masalah keuangan ini. Pasti ngga’ enak kan buat kamu kalau mesti tergantung sama orang lain terus,” dsb. Intinya, kita harus berani mengatakan kepada pacar kita jika melihat sesuatu yang menurut kita tidak benar. Saya tahu ini tidak gampang karena kita tidak ingin menyakiti hati pasangan dan beresiko kehilangan dia. Tetapi di lain pihak dengan bersikap terbuka kita memberi kesempatan pasangan kita untuk memperbaiki diri. Sementara jika kita tidak mengatakan apa-apa, pacar kita tidak akan tahu bahwa kita keberatan dengan sikapnya. Bukankah kitapun akhirnya ikut andil jika kelakuannya bertambah parah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey membuktikan bahwa salah satu sebab utama perkawinan tidak bahagia adalah kegagalan komunikasi. Keterbukaan adalah syarat utama terciptanya komunikasi yang lancar. Karena itu penting sekali untuk belajar berani mengemukakan dan membela pendapat kita dengan cara yang benar. Masa pacaran adalah saat yang tepat untuk melakukan ini. Hubungan yang jujur dan terbuka adalah tempat yang aman dan subur untuk pembentukan karakter yang memungkinkan pasangan ini bisa bersama-sama tumbuh menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterbukaan ini kitapun bisa menguji apakah pacar kita adalah pasangan yang cocok untuk dijadikan calon pendamping hidup. Jangan pilih orang yang takut dengan keterbukaan, yang jika diajak bicara terbuka malah menyalahkan dan menyerang kita, yang tidak mau introspeksi dan mudah tersinggung, yang tidak mau melihat bahwa tidak ada orang yang sempurna sehingga melakukan kesalahan itu wajar-wajar saja, yang tidak bisa melihat bahwa bukan kesalahannya yang penting tetapi lebih pada apakah kita mau belajar dari kesalahan tsb, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua akan kelihatan jika kita menggunakan masa pacaran untuk belajar terbuka sehingga kitapun tidak bingung lagi menentukan, "Apakah dia jodohku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;"Tuhan, Beri Aku Tanda!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkZSJnU9AI/AAAAAAAAAvA/S_-ZvCG5w5Q/s1600-h/Give+me+a+sign.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298794236187309058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkZSJnU9AI/AAAAAAAAAvA/S_-ZvCG5w5Q/s320/Give+me+a+sign.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang meminta tanda dari Tuhan apakah seseorang memang jodohnya atau bukan. Jaman nenek moyang kita dulu dimana hubungan tidak melalui masa pacaran, sulit untuk mengetahui apakah seseorang akan cocok untuk menjadi pasangan hidup atau tidak. Orang juga tidak mau mengambil istri seperti mengambil kucing dalam karung – tidak tahu apa-apa mengenai orang tersebut. Karenanya nenek moyang kita mengembangkan ilmu untuk melihat kecocokan melalui tanggal lahir, perbintangan, shio, dsb yang keakuratannya sepertinya belum pernah benar-benar diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekarang ini, dengan adanya sistem pacaran dulu sebelum menikah, kita jadi bisa memiliki banyak waktu untuk mengamati – bagaimana karakternya, kebiasaannya, caranya mengatasi masalah, caranya memperlakukan pasangan, caranya mengelola keuangan, caranya memandang perkawinan dan hubungan suami-istri, pemikirannya mengenai keluarga, dsb. Hal-hal ini adalah tanda yang bisa kita pakai untuk melihat apakah kita akan menjadikan orang tersebut pasangan hidup atau hanya sekedar pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Cara memprediksi masa depan adalah dengan melihat kelakuan di masa sekarang dan masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang pandai berpura-pura sehingga seolah-olah ia bisa tampak seperti orang yang tidak bercacat dan tidak bercela. Tetapi saya percaya bahwa pada dasarnya orang tidak bisa keluar dari dirinya terlalu lama. Terlebih ketika seseorang merasa aman dan nyaman, dia tidak akan merasa perlu lagi untuk berpura-pura. Untuk membuatnya merasa aman kita bisa menanyakan hal-hal yang sepertinya tidak berkaitan dengan dirinya misalnya mengenai teman kantornya (terutama teman lawan jenis yang dia tidak suka), mantan pacarnya, orang tuanya, dsb. Perhatikan baik-baik cara dia menceritakan mereka. Jika ia menceritakan dengan nada merendahkan, penuh kebencian, apalagi menyebut kekerasan fisik yang pernah ia lakukan terhadap mereka, berhati-hatilah karena ia memiliki potensi untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. Begitu juga dengan menanyakan mengenai pekerjaannya, hubungannya dengan boss dan rekan-rekan kerjanya kita bisa melihat bagaimana seseorang menyikapi hidupnya - apakah ia senang mengeluh, menyalahkan orang lain atas kegagalannya, tidak punya fighting spirit, dsb. Akankah kita bawa sikap-sikap semacam ini lebih lanjut dalam hubungan perkawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaQ8N7gvI/AAAAAAAAAvY/RG4qBDBebr0/s1600-h/happy_marriage_couple.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298795314922881778" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 264px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaQ8N7gvI/AAAAAAAAAvY/RG4qBDBebr0/s320/happy_marriage_couple.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan menggunakan masa pacaran untuk mengenali diri sendiri dan pasangan – apa yang kita inginkan dan tidak inginkan dari pasangan, menurut anda bolehkah kita berganti pacar jika ternyata tidak ada kecocokan antara dia dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya hidup perkawinan itu indah jika kita lalui dengan orang yang tepat. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-2847192036971592525?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/2847192036971592525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=2847192036971592525&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2847192036971592525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2847192036971592525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/02/boleh-ngga-sih-sering-ganti-pacar.html' title='Boleh Ngga’ Sih Sering Ganti Pacar?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SYkaQig2SgI/AAAAAAAAAvQ/ZnuIpWrw498/s72-c/making-bed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-67295721080773388</id><published>2009-01-21T13:18:00.014+07:00</published><updated>2009-07-13T21:21:01.198+07:00</updated><title type='text'>Tuhan, Kok Saya Belum Punya Pacar (Bagian 2)</title><content type='html'>Meskipun di kota besar seperti Jakarta, masih banyak orang tua yang prihatin ketika melihat anaknya yang dalam usianya yang semakin mendekati kepala tiga belum juga memiliki pacar tetap. Apalagi jika anaknya adalah anak perempuan. Bisa dimaklumi. Apalagi yang diinginkan orang tua setelah anaknya selesai kuliah dan mendapatkan pekerjaan kalau bukan menikah? Bukankah dengan membangun keluarganya sendiri secara tidak langsung anak membebaskan ayah dan ibunya dari tugas mereka sebagai orang tua? (Kej. 2:24) Bukan berarti bahwa mereka kemudian harus putus hubungan sebagai orang tua dan anak tetapi setelah seorang anak menikah, orang tua tidak lagi sebagai orang terpenting setelah Tuhan dalam kehidupan anaknya karena posisi itu telah digantikan oleh pasangannya (Ef. 5:22 dan 25). Orang tua sangat menyadari bahwa ketika anak-anaknya telah memiliki keluarganya sendiri, mereka akhirnya layak untuk menyandang sebutan “orang dewasa”. Jadi harap dimaklumi jika orang tua sering merasa tugasnya belum selesai sebelum menyaksikan anaknya duduk di pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbEnCA3WqI/AAAAAAAAAuo/oHP8WZNOTnE/s1600-h/Alone-under+a+tree.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293634586855037602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 223px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbEnCA3WqI/AAAAAAAAAuo/oHP8WZNOTnE/s320/Alone-under+a+tree.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namun tak juga disangkal bahwa hal ini justru sering menambah beban pikiran anak. Banyak teman saya yang sengaja mencari pekerjaan di luar kota, jauh dari kota tempat tinggal orang tuanya, untuk menghindari pertanyaan, “Kapan kamu menikah?” Tetapi bukankah dimanapun kita berada kita tetap akan menjumpai pertanyaan yang sama? Kalau bukan dari orang tua ya dari teman atau kenalan kita? Jadi saya rasa masalahnya bukan terletak pada orang tua tetapi bahwa secara umum orang telah menentukan usia dimana seharusnya seseorang menikah dan kita setuju dengan pendapat umum tersebut. Akibatnya ketika kita telah melewati batas usia yang telah disepakati, kitapun merasa resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mengalami, mungkin kelihatannya ini masalah kecil – seseorang belum memiliki pacar dalam usia yang menurut umum dianggap sudah layak menikah – tetapi saya menyaksikan banyak teman saya yang jatuh dalam pencobaan ini. Tidak tahan memikirkan “apa kata orang”, mereka berkompromi dan menikah dengan seseorang tanpa sebelumnya benar-benar menguji calonnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman, perempuan, menerima pemberkatan nikah di gereja dengan seorang laki-laki hanya setelah tiga bulan pacaran. Karena sedikitnya waktu untuk saling mengenal, setelah menjadi suami-istri teman saya ini selalu ketakutan bahwa suaminya itu dulu sebetulnya menikahi dia bukan karena cinta tetapi karena hartanya, meskipun sang suami adalah seorang karyawan tetap di sebuah bank. Saking ketakutannya, ketika suaminya kena PHK karena bank tempat dia bekerja terkena dampak krisis moneter, teman sayapun mengusirnya dari rumah. “Jangan pernah kembali kalau papa belum punya pekerjaan!” Sejak saat itu, laki-laki yang baru saja menjadi ayah itu terpaksa berpisah dari anak bayinya dan tidak bisa melihat bagaimana anak tersebut tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman lagi, laki-laki, dalam usianya yang ke 45 akhirnya menikah dengan teman kantornya meskipun hatinya mengingatkan bahwa perempuan yang akan dinikahinya itu bukanlah seorang calon ibu seperti yang diinginkannya. Ketika sedang mengunjungi pacarnya di rumahnya, teman saya ini melihat sang pacar menampar keponakannya yang masih berusia 3 tahun. Teman saya sangat kaget waktu itu namun berharap bahwa pacarnya hanya terbawa emosi. Melihat pembawaannya di kantor, teman saya ini masih percaya bahwa wanita yang sudah 4 bulan dipacarnya ini sebetulnya adalah orang yang sabar. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbDVvrgx1I/AAAAAAAAAug/OZ0yNl60pdo/s1600-h/Abuse+-+a+child+with+his+mother"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293633190364235602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 191px; CURSOR: hand; HEIGHT: 236px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbDVvrgx1I/AAAAAAAAAug/OZ0yNl60pdo/s320/Abuse+-+a+child+with+his+mother%27s+finger.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata setelah menikah dia menemukan bahwa bukan hanya tangannya suka memukul, istrinya ini juga suka memaki dengan kata-kata kasar. Teman saya ini sampai berhenti bekerja dan memilih untuk membuka usaha di rumah supaya bisa melindungi anak-anaknya dari “keganasan” ibunya. “Bodohnya aku... kenapa aku dulu terburu-buru,” begitu sering ia keluhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Seandainya mereka bisa menunggu...&lt;/span&gt;ini juga yang sering saya sayangkan dari teman-teman saya ini. Seberapapun beratnya tekanan orang-orang di sekitar untuk segera menikah, kita tetap tidak boleh kehilangan akal sehat kita. Menurut saya, menikah bukan sekedar masalah menemukan seorang lawan jenis yang mau untuk diajak hidup bersama tetapi jauh lebih serius dari ini. Menikah adalah sebuah komitmen untuk membangun sebuah keluarga yang berkualitas. Dari apa yang Allah kerjakan kepada nenek moyang rohani kita seperti Abraham, Yakub dan Daud, jelas terlihat bahwa Allah melihat keluarga sebagai alat untuk memenuhi bumi ini dengan kasih dan kuasa-Nya. Dengan kata lain, Allah tidak pernah memandang keluarga hanya sebagai sekumpulan manusia yang sedang belajar untuk hidup bersama, tetapi sebagai agen surgawi untuk menghadirkan kerajaan Allah di bumi ini. Dengan rencana yang sebesar ini, saya rasa sangat banyak keuntungannya jika kita mau menunggu daripada terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Tapi menunggu itu sangat membosankan....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang, menunggu bisa jadi sangat membosankan jika kita tidak melakukan apa-apa. Sekarang ini dengan adanya kemajuan tehnologi, orang tidak lagi keberatan menunggu berjam-jam karena mereka bisa SMS-an, main game, chatting on line dsb. Menunggu kedatangan soulmate-pun bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan kalau kita juga melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Temukan hal yang bisa diberikan kepada pasangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbFIqUrxCI/AAAAAAAAAuw/1U1gDXzYHs8/s1600-h/silloute+of+lovers+sitting+on+the+bench.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293635164611265570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbFIqUrxCI/AAAAAAAAAuw/1U1gDXzYHs8/s320/silloute+of+lovers+sitting+on+the+bench.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu hal menyenangkan yang bisa anda lakukan adalah mengevaluasi diri. Contohnya dengan pertanyaan: jika saya menemukan pasangan, apa yang akan saya berikan kepadanya? Banyak perempuan terperangkap dengan pertanyaan ini karena mengira jawabannya adalah, “Tubuhku.” Sementara laki-laki mengira jawabannya adalah, "Kelaki-lakianku." Maaf saya bicara terus terang disini, tetapi entah disadari atau tidak, banyak orang mengira bahwa pemberian terindah dalam sebuah hubungan adalah keintiman fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini berasal dari ketidak-tahuan bahwa banyak hal lain yang bisa kita berikan selain keintiman fisik. Masih sedikit orang tua, guru ataupun orang dewasa yang bertanggung jawab dalam pendidikan, melihat pentingnya mengajarkan anak-anak melihat dan mengembangkan kelebihan yang mereka miliki sementara media massa terutama televisi setiap harinya membombardir pikiran anak dengan hal-hal yang mengarah ke sexualitas. Akibatnya, baik disadari atau tidak banyak anak muda mengira bahwa sex adalah unsur terpenting dalam sebuah hubungan lawan jenis dan menjadikan itu sebagai pembuktian cinta. “Kalau kamu memang sayang sama aku, buktikan....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Ketaatan kepada Tuhan adalah pemberian yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal selain sex yang bisa kita berikan kepada pasangan kita. Pemberian terindah dan termulia menurut saya adalah ketaatan kita kepada Tuhan. Mendengar jawaban saya ini salah satu teman saya pernah berkomentar, “Kamu nge-roh banget sih?” Seandainya saya masih single dan sedang dalam proses mencari soulmate, teman saya ini pasti akan langsung saya coret dari daftar orang yang ingin saya dekati meskipun dia kaya dan menarik. Karena dari komentarnya saya tahu bahwa dia tidak bisa melihat bahwa ketaatan akan Tuhan adalah sebuah pemberian yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita taat dan takut akan Tuhan dengan sendirinya kita akan belajar untuk hidup selaras dengan kehendak-Nya. Kita akan belajar untuk setia, mengasihi, mengampuni, tidak menghakimi, dsb. Kalau saya tanya dia, "Jadi kamu nggak mau punya pacar yang setia, sayang sama kamu, ngertiin kamu dan nggak suka membesar-besarkan kesalahan kamu?" pasti jawabannya, "Ya maulah..." &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbGDNE3UCI/AAAAAAAAAu4/DNtHzwn4he4/s1600-h/Pear+before+a+swine.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293636170372567074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbGDNE3UCI/AAAAAAAAAu4/DNtHzwn4he4/s320/Pear+before+a+swine.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi dari pilihan katanya saya menilai bahwa teman saya ini tidak tahu bahwa semua sifat mulia yang ada dalam diri manusia itu hanya bisa keluar jika kita ada di dalam Allah. Karena itu saya tidak akan membuang waktu dengan orang seperti itu. Yesus sendiri mengingatkan, "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Mat. 7:6) Seandainya orang seperti itu saya terima sebagai pacar sudah terbayang bahwa dia pasti akan jadi pacar yang senang mentertawakan usaha saya dalam mencari tuntunan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Berani menghadapi tantangan hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang dapat kita berikan kepada pacar adalah keseriusan kita dalam mengalahkan tantangan hidup. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak pernah takut melainkan orang yang meskipun takut tetap memutuskan untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya. Mungkin saat ini kita belum memiliki sikap yang demikian tetapi dengan komitment yang konsisten lama kelamaan sikap kita akan terbentuk. Dan ketika kita telah memiliki sikap seperti ini dengan sendirinya kitapun hanya akan tertarik kepada orang yang sama. Jadi ketika ada kandidat yang mendekat tetapi ia memiliki mental pecundang, dengan sendirinya tidak akan kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Keuletan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuletan juga merupakan pemberian yang banyak diminati. Siapa yang tidak suka dengan orang yang pantang menyerah? Yang meskipun berkali-kali gagal tetap terus mencoba? Orang yang memiliki sikap semacam ini adalah orang yang sangat menarik dan memiliki nilai tinggi untuk dijadikan pasangan. Mereka adalah orang-orang kuat yang nantinya akan tetap bisa berdiri tegak ketika keluarga sedang diterjang badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap-sikap yang disebut diatas adalah beberapa contoh dari sikap yang sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan. Masih banyak sikap positif lain yang bisa kita gali. Mereka yang memiliki sikap yang membangun adalah orang-orang yang membawa kekuatan bagi orang lain sehingga banyak orang senang bergaul dengan mereka. Sementara orang yang memiliki sikap senang mengeluh, mudah putus asa, tidak berani mencoba, pesimis, dan sikap-sikap negatif lainnya, adalah orang-orang yang tanpa disadari menebarkan racun dimanapun mereka berada. Mereka adalah orang-orang yang tidak menarik dan sering dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali dan mengembangkan sisi-sisi positif kita juga akan membuat kita semakin percaya diri karena kita tahu bahwa banyak hal berguna yang bisa kita tawarkan. Karena kita telah memiliki hal-hal yang baik, dengan sendirinya kitapun menginginkan hal-hal yang baik pula dari pasangan kita. &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Maka pertemuan dengannya nanti akan merupakan pertemuan antara dua orang yang memiliki hal-hal baik untuk &lt;strong&gt;dibagi&lt;/strong&gt;, dan bukan pertemuan dua orang yang ingin &lt;strong&gt;memanfaatkan&lt;/strong&gt; hal-hal baik dari pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ungkapan kasih adalah dengan memberikan yang terindah yang kita miliki. Sudahkah anda tahu hal terindah yang ingin anda berikan untuk pasangan anda? (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-67295721080773388?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/67295721080773388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=67295721080773388&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/67295721080773388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/67295721080773388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/01/tuhan-kok-saya-belum-punya-pacar-bagian.html' title='Tuhan, Kok Saya Belum Punya Pacar (Bagian 2)'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SXbEnCA3WqI/AAAAAAAAAuo/oHP8WZNOTnE/s72-c/Alone-under+a+tree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-3241991228290705949</id><published>2009-01-08T01:05:00.014+07:00</published><updated>2009-01-13T08:30:05.397+07:00</updated><title type='text'>Tuhan, Kok Saya Belum Punya Pacar?</title><content type='html'>Seorang teman, perempuan, sudah dua tahun ini tinggal di Amerika. Beberapa bulan setelah tinggal disana ia mengirim email, menceritakan bahwa dia sudah mencoba kehidupan Barat. Yang dia maksud adalah tinggal satu rumah dengan pacarnya tanpa ikatan pernikahan (Well...emang cuma di Barat aja ya yang begini...?). Yang membuat saya sedih, saya menangkap ada nada bangga dalam pernyataannya. “Kamu tahu kan yang kamu lakukan?, “ tulis saya menyiratkan kekhawatiran yang dia jawab dengan enteng, “Don’t worry...disini nggak ada yang kenal aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;"Aku mau puas-puasin..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedih mendengar jawaban ini. Dari sini saya melihat bahwa teman saya ini tidak tahu yang dia lakukan. Tidak penting bagi saya, apakah ada orang yang mengetahui perbuatannya atau tidak. Saya memikirkan keselamatannya. Saya bayangkan kehidupan seperti apa yang dialami teman saya ini dan saya khawatir itu akan membawanya jauh dari kebahagiaan. “Tuhan, please, jangan tinggalkan teman saya ini. Jaga dia ya Tuhan,” doa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih tinggal di Jakarta teman saya ini memang sering mengeluh kesulitan mendapat pacar. Dalam umurnya yang telah kepala tiga dia mengaku belum pernah sekalipun dia pacaran serius. Ketika seseorang mengajaknya bekerja ke negeri paman Sam, iapun bersemangat sekali. Saya ingat waktu mengantarnya di airport, kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum masuk ke ruang tunggu adalah, “Aku mau puas-puasin pacaran sama bule!” Meski hati saya menyuarakan tanda bahaya ketika mendengar ini, waktu itu saya berusaha berpikir bahwa dia hanya bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTwJnkKjkI/AAAAAAAAAt0/tf_RTcYsv04/s1600-h/Saying+good+bye.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWT0ciCyVvI/AAAAAAAAAuM/E5eaYYqeONU/s1600-h/Saying+good+bye+is+hard.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288620633451812594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWT0ciCyVvI/AAAAAAAAAuM/E5eaYYqeONU/s320/Saying+good+bye+is+hard.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah mengumumkan gaya hidup yang ia jalani disana, kami masih terus saling mengirim email. Justru setelah mengetahui motifnya meninggalkan Indonesia yang sebenarnya, saya memutuskan untuk tetap keep in touch. Saya sering mengingatkan bahwa love dan sex itu dua hal yang berbeda. Mereka juga bukan satu paket, artinya bisa dipisahkan (baca “Persiapan Menyambut Soulmate 2”) Tetapi dari jawabannya saya melihat, sangat susah saat ini untuk membelokkan keputusannya. Seperti batu yang digulingkan dari atas bukit, keinginannya untuk menjelajahi dunia sex (yang sudah lama dibendung) telah menggelinding dengan cepat dan susah untuk dihentikan. Tetapi saya percaya, suatu saat batu itu akan mencapai bidang datar dan berhenti. Pada saat itu terjadi mungkin teman saya ini sudah dalam keadaan hancur karena benturan-benturan yang ia alami, tetapi mulai dari sekarang saya ingin ia tahu bahwa apapun yang terjadi pada dirinya, saya tetap temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan ini tidak dalam rangka ingin jadi pahlawan. Jujur saja, saya benar-benar takut teman saya ini bunuh diri jika nanti tidak kuat menanggung penderitaannya. Mungkin kedengarannya berlebihan, tetapi saya sering menyaksikan kisah seperti ini dan saya tidak mau teman saya ini mengalaminya. Saya memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya tetapi saya minta kepada Tuhan supaya kasih yang saya miliki untuk teman saya ini diperkuat oleh kasih-Nya yang menyelamatkan sehingga teman saya ini tidak perlu harus mengambil keputusan yang akan berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Keputusan Yang Tepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, jika sampai saat ini anda belum memiliki pacar dan sering resah bahkan merasa sepertinya orang-orang mulai berbisik membicarakan status anda, jangan khawatir dan jangan terpengaruh oleh sikap mereka karena menurut saya anda telah membuat keputusan yang benar. Bukankah lebih baik berhati-hati daripada mengambil keputusan yang kelak akan anda sesali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak-anak Allah, kita tidak boleh berpikir seperti kebanyakan orangberpikir. Tetapi kita harus belajar untuk memahami peran yang kita mainkan dalam tugas kita sebagai pembawa terang. Yang saya maksud begini: di luar sana banyak sekali saudara-saudara kita yang tengah mengalami pergumulan seperti anda dan godaan untuk mengambil jalan pintas terus menghampiri mereka. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTyG4kcLvI/AAAAAAAAAuE/1JKotSG0chU/s1600-h/diamond.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288618062518169330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 117px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTyG4kcLvI/AAAAAAAAAuE/1JKotSG0chU/s200/diamond.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Langkah yang diambil teman saya diatas adalah salah satu contoh jalan pintas tersebut. Teman saya yang lain, seorang cowok, mengatasi masalahnya dengan membeli pacar. Caranya, dia menghujani seorang kenalan perempuannya dengan pemberian-pemberian mulai dari bunga sampai baju, sepatu serta perhiasan mahal hanya supaya dia bisa bilang bahwa dia telah punya pacar. Padahal saya melihat sendiri bahwa kenalan perempuannya ini sama sekali tidak tertarik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, bukan suatu hukuman jika Allah mengijinkan anda sekarang untuk berada pada posisi dimana anda (sangat) menginginkan seorang pacar tetapi belum mendapatkan. Saya juga percaya, bukan pula kesalahan jika kadang-kadang terbersit pikiran untuk nekat dan kompromi (seperti saya dulu ketika mau menerima siapa saja karena capek menunggu soulmate). &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTvvteEiuI/AAAAAAAAAts/tbeZQxR_kEs/s1600-h/Lonely+woman.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288615465378417378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 197px; CURSOR: hand; HEIGHT: 245px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTvvteEiuI/AAAAAAAAAts/tbeZQxR_kEs/s320/Lonely+woman.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika kebanyakan orang yang dalam pencobaan mengeluh dan mencari kambing hitam bahkan kalau perlu menyalahkan Allah, anak-anak Allah memiliki tugas untuk melihat kesusahan yang dialaminya sebagai kesempatan untuk menjadi terang bagi saudara-saudaranya yang belum percaya kepada Allah. Mereka diharapkan untuk menggunakan pergumulannya sebagai garam bagi hati-hati yang telah tawar. Dengan kata lain, justru karena apa yang anda alami sekarang inilah Allah menjadikan anda orang yang tepat untuk menolong mereka yang bergumul dengan masalah yang sama. Syaratnya, anda sendiri harus melalui proses ini dan setiap kali pikiran anda tertantang untuk menyerah dan kompromi, anda menunjukkan bahwa anda bisa melawan tantangan itu dan keluar sebagai pemenang agar anda bisa menuntun mereka menjadi pemenang pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya keyakinan bahwa ketika Allah mengijinkan sesuatu terjadi, pasti ada pelajaran yang harus kita kuasai. Ketika kita menerima pelajaran tersebut dan menyelesaikannya, kitapun akan bertumbuh dan menjadi kuat (Rm. 8:37.) Dan karena Dia yang merancang pelajarannya, tidak ada pilihan yang lebih baik selain bergantung kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Bergantung kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran paling susah adalah meyakini sesuatu yang tidak kelihatan karena, seperti pepatah katakan, cara kerja pikiran kita adalah, “Seeing is believing.” Thomas yang pernah hidup bersama-sama dengan Yesus dan menyaksikan segala mujizat yang Dia lakukan serta mendengar dari mulut-Nya apa yang akan terjadi dengan diri-Nya, harus mencucukkan jarinya ke tangan Yesus untuk bisa percaya bahwa Dia adalah Yesus yang telah mati dan bangkit kembali. Bagi banyak orang tanda-tanda dan mujizat masih belum cukup untuk membuat mereka percaya akan keberadaan dan kasih Allah. Tetapi sebagai anak-anak Allah hendaklah kita memberi contoh kepada dunia ini untuk terus menerus berpegang kepada perkataan Ayah Sorgawi kita. Dalam menghadapi penantian akan hadirnya seorang kekasih, mata jasmani kita mungkin tidak melihat tanda-tanda adanya seseorang yang datang mendekat tetapi kita harus berpegang kepada janji yang telah diucapkan oleh Dia yang hanya bisa memberi yang baik, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej. 2:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTvd44hxiI/AAAAAAAAAtk/MVglanJjJ_Q/s1600-h/candle-in-the-dark.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288615159204529698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTvd44hxiI/AAAAAAAAAtk/MVglanJjJ_Q/s200/candle-in-the-dark.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Roh Kudus mengajar saya untuk bersabar dan mengandalkan pertolongan Allah, Dia memberi perumpamaan seperti ini: pertolongan yang dari Allah itu seperti matahari. Terangnya yang tidak terbatas itu bisa dinikmati bukan hanya oleh kita yang meminta pertolongan tetapi juga oleh semua orang. Sementara mengandalkan pertolongan dari manusia itu seperti orang yang karena tidak sabar menunggu pagi kemudian menyalakan lilin untuk meneranginya dalam kegelapan. Terang itu hanya cukup untuk menerangi dirinya sendiri dan mungkin beberapa orang lagi tetapi terang itu tidak mampu mengusir kegelapan seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal ini telah terjadi kepada saya dalam pencarian saya akan seorang soulmate. Jalan keluar versi saya pada waktu itu adalah ketika saya menyerah dan kompromi dengan hendak bersedia menerima seseorang yang saya kira mencintai saya tetapi ternyata berpotensi untuk merusak kehidupan saya dan anak-anak saya (baca “Bertemu Soulmate – Sebuah kesaksian.”) Mungkin untuk sementara waktu keresahan saya terjawab tetapi yang saya tidak tahu, ternyata penderitaan sudah siap menyergap. Sementara pemberian yang dari Allah adalah suami saya yang sekarang ini. Allah membuat Stephen bukan hanya mengasihi saya tetapi juga semua anak-anak bahkan juga keluarga besar saya. Allah juga memulihkan hidup kami berdua sehingga kamipun bisa mendampingi anak-anak ketika Allah memulihkan hidup mereka. Kami juga diajar untuk mengasihi tanpa syarat sehingga kamipun bisa memahami kasih Allah yang tanpa syarat. Dan masih banyak lagi manfaat dari "matahari" yang dikirim Allah dalam kehidupan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Membuka Diri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTwLrA04UI/AAAAAAAAAt8/32lfmfKIfV0/s1600-h/Sunlight_Wood_House.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288615945755222338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 239px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWTwLrA04UI/AAAAAAAAAt8/32lfmfKIfV0/s320/Sunlight_Wood_House.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk bisa menikmati hangatnya mentari tentu saja kita harus membuka pintu dan jendela supaya terang tersebut bisa masuk kedalam rumah sampai ke kamar-kamar kita. Begitu juga ketika kita mengandalkan Allah dalam mendapatkan seorang pasangan. Kita juga harus membuka hati dan pikiran kita. Menutup diri bukan hanya menunjukkan bahwa kita belum siap menerima seseorang tetapi juga mengurungkan niat orang yang ingin mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Membuka Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka hati tidak sama dengan menerima siapapun yang datang kepada kita tetapi lebih pada mengijinkan hati ini untuk merasa. Seorang yang menutup hatinya adalah seorang yang selalu curiga ketika seseorang mendekatinya. Ketika sebetulnya senang karena seseorang memuji penampilannya, misalnya, ia segera menghardik hatinya dengan mengatakan, “Aku tidak akan membiarkan diriku tertipu lagi. Mulut bisa manis tetapi didalam hati siapa yang tahu?!” Ketika ada seseorang yang mengajaknya bicara dengan ramah, ia segera memperingatkan hatinya, “Jangan terpengaruh keramahannya. Selidiki, ada apa dibalik sikapnya yang manis ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mendapatkan pasangan yang terbaik sesuai dengan yang telah dipilihkan Allah, mau tidak mau kita harus belajar melepas rasa curiga ini dan berpegang kepada tuntunan Allah. Membuka hati artinya menerima orang-orang yang datang seperti apa adanya sambil terus mengarahkan hati kepada Tuhan. Dia yang menyelidiki hati pasti akan memberi tahu ketika ada orang yang berpotensi menyebabkan penderitaan. Ketika kita curiga, tanpa kita sadari kita telah menilai orang tersebut jahat atau berniat yang tidak baik sebelum kita tahu apa-apa mengenai dia. Mungkin kita pernah dikecewakan atau disakiti seseorang tetapi setiap orang memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Jadi tidak adil jika menganggap semua perempuan atau laki-laki sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Membuka Pikiran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membuka pikiran adalah meyakini bahwa kemungkinan untuk mendapatkan pasangan yang cocok masih terbuka lebar, meski sepertinya tanda-tanda ke arah itu sama sekali tidak kelihatan. Banyak hal yang membuat seseorang menutup pintu. Kekecewaan masa lalu, misalnya, tidak pernah mendapatkan yang cocok, semua pacar tidak disetujui orang tua, selalu bertemu dengan tipe yang tidak disukai, dsb sering membuat orang akhirnya menyerah dan malas untuk memulai lagi. Sebagai gantinya mereka berusaha menyibukkan diri dan berhenti memikirkan untuk mencari pasangan. Tetapi jika ternyata jauh di lubuk hati kita sebetulnya menginginkan seorang pasangan, mau tidak mau kita harus belajar untuk berani memulai lagi. Memang kadang menakutkan kalau kita berjalan sendiri tetapi masihkah kita takut jika berjalan bersama Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-3241991228290705949?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/3241991228290705949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=3241991228290705949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/3241991228290705949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/3241991228290705949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2009/01/tuhan-kok-saya-belum-punya-pacar.html' title='Tuhan, Kok Saya Belum Punya Pacar?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SWT0ciCyVvI/AAAAAAAAAuM/E5eaYYqeONU/s72-c/Saying+good+bye+is+hard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-6161100141771569333</id><published>2008-12-26T23:33:00.010+07:00</published><updated>2008-12-27T10:50:32.129+07:00</updated><title type='text'>Don’t Look Back!</title><content type='html'>Sebuah email masuk dari seseorang “yang sedang bingung.” Atas seijinnya saya mengutip sebagian dari emailnya,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Gw br saj mutusin pcr tp dy trus minta balik. Dy ngancam mo nge-drug lg klo gw gak balik ama dy. Dulu dy emang pemakai tp dah brenti. Gmn donx, gw gak mo dy rsk lg gara2 gw.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin ada teman kita yang lain yang mengalami masalah yang sama atau paling tidak mirip. Jadi ada baiknya saya balas email tsb disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Temukan alasan yang kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKCAQsUFI/AAAAAAAAAsM/ZXi4XV7ixsk/s1600-h/BREAKINGUP_IS+HARD+TO+DO.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKnOKQsFI/AAAAAAAAAsc/NOjLycxffWw/s1600-h/BREAKINGUP_IS+HARD+TO+DO.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284141406721454162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 134px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKnOKQsFI/AAAAAAAAAsc/NOjLycxffWw/s200/BREAKINGUP_IS+HARD+TO+DO.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang mengira memutus pacar adalah sesuatu yang mudah. Mereka yang pernah melakukannya akan setuju dengan saya bahwa ini tidak semudah yang kita kira. Bagaimanapun ada perasaan bersalah, tidak tega, takut menyakiti dsb. Begitu pula yang memutuskan hubungan karena disakiti. Sebetulnya ada keinginan untuk mencaci maki atau melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi tetapi terpaksa memilih untuk tidak melakukannya karena tidak mau memperparah keadaan. Yang jelas, pacar adalah seseorang yang pernah dekat di hati kita dan ketika hubungan kita dengannya putus, rasa nyeri itu pasti ada (baca mengenai Melepaskan Ikatan di “The Trap is Called Ignorance” di blog ini). Rasa sakit seperti ini merupakan salah satu alasan yang membuat hubungan yang sudah putus menyambung kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan hubungan dalam pacaran adalah sesuatu yang wajar. Pacaran adalah kesempatan untuk menjajagi kemungkinan adanya kecocokan dalam hubungan kita dengan orang tersebut dimana hal ini susah diketahui tanpa adanya hubungan dekat. Jika ternyata tidak cocok, tidak ada salahnya untuk mengakhiri hubungan. Meskipun demikian, sangat dianjurkan untuk melakukannya dengan kasih. Artinya, tidak perlu kita menggunakan kata-kata atau cara kasar tetapi cukup dengan sikap yang tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah sakit yang berkepanjangan karena berulang kali putus-nyambung, lakukan hanya setelah keputusan kita mantap. Caranya adalah dengan memastikan bahwa memang ada alasan sangat kuat untuk mengakhiri hubungan. Hal ini diperlukan untuk menangkal tuduhan-tuduhan bukan saja dari orang lain tetapi terutama dari diri sendiri. Saya mengamati bahwa alasan yang kurang kuat membuat seseorang mudah merasa tertuduh sehingga ketika pihak yang diputus meminta untuk kembali lagi ia tidak punya kekuatan untuk menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan kuat untuk mengakhiri hubungan adalah ketika kita melihat bahwa pacar kita bukanlah orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidup dan orang tua dari anak-anak kita. Salah satu tujuan pacaran adalah persiapan untuk membentuk keluarga, artinya selain kita dan pasangan dalam hubungan tsb, akan ada tambahan anggota lain yaitu anak-anak. Kepentingan merekapun harus kita perhatikan mulai dari sekarang karena mereka tidak bisa memperjuangkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika alasannya memang kuat, kita tidak perlu merasa bersalah untuk mengatakan keputusan kita. Lebih baik mengakhiri hubungan sekarang daripada melakukannya kelak setelah keluarga terbentuk. Meskipun sakit, memutuskan hubungan yang tidak cocok ketika pacaran itu mengurangi dampak yang melebar. Paling tidak hanya kedua orang tersebut yang sakit. Sementara jika telah menikah, banyak pihak yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Jangan Menengok ke belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKE2WGtvI/AAAAAAAAAsU/quWmy4jZZNw/s1600-h/Don"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284140816213128946" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 198px; CURSOR: hand; HEIGHT: 202px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKE2WGtvI/AAAAAAAAAsU/quWmy4jZZNw/s320/Don%27t+Look+Back+-+One+way.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah keputusan dikatakan, segera pergi dari kehidupan mantan kita dan jangan menengok ke belakang. Banyak orang terobsesi untuk “pisah dengan baik-baik.” Mereka ngotot untuk tetap menjadi sahabat meski sudah tidak lagi menjadi pacar. Dalam prakteknya hal ini kadang sulit dan banyak yang akhirnya kembali hanya untuk putus lagi beberapa bulan kemudian. Jadi tidak ada salahnya jika pasangan yang baru saja putus tidak berhubungan dahulu untuk sementara waktu. Hal ini perlu untuk menetralkan perasaan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Hidup ini pilihan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan slogan tetapi kebenaran. Artinya Allah sendiri berfirman demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, (Ul. 30:19)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Allah yang menciptakan kita tidak pernah memaksa umatnya untuk memilih kehidupan, meski Dia melihat bahwa pilihan lainnya adalah kematian. Allah juga tahu bahwa kematian yang dimaksud disini bukan hanya kematian fisik tetapi terlebih kematian rohani dimana manusia kehilangan hubungan dengan Allah dan tidak ada satupun manusia yang tahan hidup dalam kondisi demikian. Tetapi toh Allah tetap akan ijinkan itu terjadi seandainya itu yang kita pilih. Dia memang akan tetap melakukan yang menjadi bagian-Nya tetapi yang menjadi bagian kita tidak akan diambil-Nya. Dengan kata lain, Allah tidak akan mengambil hak pilih kita. Jika kita memilih kematian, Dia tidak akan menarik kita dari sana kecuali kita mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menghadapi pacar yang mengancam hendak kembali ke kebiasaan lamanya yang merusak, anda harus berani menyatakan kebenaran. Anda harus bisa mengatakan dengan yakin, “Bukan aku yang menyuruh kamu memakai drug lagi tetapi itu murni keputusan kamu. Apapun yang terjadi, kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah memiliki pengalaman yang serupa. Seorang teman entah kenapa tergila-gila kepada saya. Katanya dia yakin bahwa saya adalah soulmate-nya. Berkali-kali saya katakan, dari dengan cara halus sampai agak kasar, bahwa saya tidak mencintainya tetapi dia ngotot. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUMVONC6nI/AAAAAAAAAsk/7uzHv5ZRDSg/s1600-h/Bungee+Jump.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284143296518744690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUMVONC6nI/AAAAAAAAAsk/7uzHv5ZRDSg/s200/Bungee+Jump.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu hari dia mengatakan bahwa dia akan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan kalau saya tidak mau menerima cintanya. “Tapi sebelumnya aku mau orang jemput kamu supaya kamu liat waktu aku mati, “katanya. Jawab saya waktu itu, “Silahkan kalau kamu mau bunuh diri tapi jangan harap aku akan datang untuk liat kamu mati.” Saya lihat mukanya kelihatan kecewa. “Mudah-mudahan kamu mati beneran,” lanjut saya. “Aku cuma kasihan kamu aja kalau ternyata kamu nggak mati tapi malah cacat seumur hidup.” Saya sengaja mengatakan hal demikian supaya dia mau berhenti sejenak dan memikirkan kembali keputusannya. Saya ingin dia melihat bahwa bukan dia yang berkuasa atas hidupnya. Sampai sekarang teman saya ini masih hidup, telah menikah dan memiliki beberapa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Ancaman adalah bentuk manipulasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengancam adalah memaksa seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan karena jika tidak ada kemungkinan orang tersebut akan menanggung akibat seperti yang dikatakan oleh si pengancam. Ini adalah bentuk manipulasi (baca juga “The Trick is Called Manipulation” di blog ini) dan dilakukan oleh orang yang takut tidak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Jangan anggap remeh ketika seseorang mengancam karena ketika seseorang dikuasai ketakutan, ia bisa melakukan tindakan nekat. Tetapi jangan pula panik. Orang yang sedang bersikeras dengan kehendaknya biasanya susah untuk diajak bicara karena pikirannya sedang dipenuhi oleh keinginan hatinya. Hal paling ampuh menghadapi situasi semacam ini adalah mendoakan orang tersebut dalam kasih. Serahkan saudara kita ini kedalam perlindungan Tuhan. Percaya bahwa seperti halnya kita, Allahpun pasti juga mengasihi saudara kita ini terlepas dari apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga yang saya lakukan ketika menghadapi teman saya yang mengancam hendak bunuh diri. Meskipun di depannya seolah-olah saya “tega”, di dalam hati saya terus memperkatakan kasih. “Aku mengasihimu karena engkau adalah kekasih Bapaku. Aku percaya Dia tidak akan membiarkan kamu mati konyol. Bapa, lindungi anak-Mu yang sedang dikuasai oleh kebodohannya ini.” Begitu saya ucapkan tiap kali saya khawatir ia akan nekat dan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar melihat alasan yang kuat untuk mengakhiri hubungan dan anda telah menyerahkan keputusan anda kepada Allah, jangan lagi mau diganggu dengan perasaan bersalah. Kasih memang indah namun kadang kita harus menunggu untuk melihat keindahannya. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-6161100141771569333?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/6161100141771569333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=6161100141771569333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6161100141771569333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6161100141771569333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/12/dont-look-back.html' title='Don’t Look Back!'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SVUKnOKQsFI/AAAAAAAAAsc/NOjLycxffWw/s72-c/BREAKINGUP_IS+HARD+TO+DO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7990969009297272176</id><published>2008-12-15T18:23:00.011+07:00</published><updated>2008-12-17T09:35:06.842+07:00</updated><title type='text'>Stop and Come Back!</title><content type='html'>Baru saja saya mendapat kabar mengejutkan dari saudara jauh. Dia datang ke rumah dengan mata bengkak habis menangis. “Tante, saya mesti bagaimana?” tanyanya masih dengan air mata mengalir. Tahu kalau pikirannya sedang kacau, saya tidak banyak bertanya. Saya biarkan dia menangis sepuasnya. Setelah tenang dia bercerita bahwa pacarnya hendak memutuskan hubungan mereka. Padahal baru saja dia menyerahkan miliknya yang paling berharga sebagai seorang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ini, sebetulnya dalam hati saya sedih sekali. Inilah yang paling saya takutkan terjadi pada kaum saya. Mereka banyak yang jatuh dalam pencobaan ini. Diantara mereka itu bahkan banyak yang tidak bisa bangkit lagi. Seperti batu yang telah digulingkan dari atas bukit, sejak kehilangan kemurniannya banyak wanita menemukan kehidupannya bergulir dari penderitaan yang satu ke penderitaan yang lain dan sepertinya mereka kehilangan kontrol untuk menghentikannya. Ada dari mereka yang akhirnya merasa dirinya sudah tidak berharga. Akibatnya merekapun tidak peduli lagi akan apa yang terjadi. Saya mengamati banyak dari mereka, mungkin karena putus asa, malah semakin merusak diri sendiri dengan cara menjauh dari komunitas gereja, semakin dalam menjerumuskan diri kedalam perangkap sex dan mengkonsumsi narkoba, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Stop and Come Back&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC95k1B0I/AAAAAAAAArM/RSBuOpAlquE/s1600-h/Stop_Sign.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279981244333229890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 233px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC95k1B0I/AAAAAAAAArM/RSBuOpAlquE/s320/Stop_Sign.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika anda adalah salah satu dari mereka yang sekarang ini sedang dalam pergumulan berat karena hal yang saya sebut diatas, saya mengajak anda untuk berhenti dan kembali kepada Allah. Jangan takut. Bapa kita yang penuh kasih tahu anda sangat terluka. Ia juga melihat bahwa sebetulnya anda telah lelah berlari. Karena itu marilah datang kepada-Nya karena Dia sangat rindu untuk memulihkan kehidupan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! &lt;/em&gt;(Yes. 44:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu itu tidak mudah. Saya juga mengerti jika anda berpikir lebih baik tetap bersembunyi daripada harus keluar dan memberi kesempatan orang untuk bertanya-tanya mengenai kehidupan pribadi anda. Tetapi coba pikirkan kemungkinan ini: semakin lama anda bersembunyi, semakin anda merasa tidak bebas bergerak. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC-H4oBiI/AAAAAAAAArU/N0INJYJqkLg/s1600-h/a+woman+hiding+behind+her+turtle+nect.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279981248174360098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC-H4oBiI/AAAAAAAAArU/N0INJYJqkLg/s320/a+woman+hiding+behind+her+turtle+nect.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tetapi jika anda keluar dan mencari pertolongan, anda memberi kesempatan untuk membebaskan diri dari kungkungan masa lalu. Tahukah anda, di luar sana banyak sesama kaum kita yang bergumul dengan masalah seperti anda. Tidakkah anda ingin Allah memulihkan hidup anda supaya kelak bisa menolong mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini saya asumsikan anda telah setuju untuk keluar dari tempat persembunyian anda. Jangan terkejut jika anda akan mengalami hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Merasa tidak layak berkumpul dengan teman-teman gereja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tenangkan hati dan pikiran anda. Ini proses wajar. Perasaan ini ada karena anda merasa berdosa dan berpikir bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang suci. Anda tahu ini tidak benar kan? Saya rasa anda setuju jika saya katakan bahwa gereja adalah tempat berkumpul orang-orang berdosa yang sedang belajar untuk hidup dalam kebenaran. Apa bedanya mereka dengan anda. Lagipula, siapakah manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan kecuali Yesus ? (Yoh. 8:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah ampun kepada Tuhan dan percaya Dia tidak pernah mengingat-ingat dosa anda (Yes. 43:25) Tinggalkan teman yang senang melihat anda terpuruk dan cari teman baru yang bisa membangkitkan semangat hidup anda. Jika anda kesulitan mendapatkan teman yang demikian, datanglah ke komunitas kami. Intinya, ketika anda baru belajar untuk bangkit, jangan berkumpul dengan orang-orang yang suka menjatuhkan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Merasa dihakimi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berdoa agar Allah berkenan memakai hidup saya untuk melayani pekerjaan-Nya tetapi pada saat yang bersamaan saya merasa tidak layak dan takut dihakimi karena pernah bercerai. Namun Allah mengatakan, “Aku akan memakai engkau justru karena kamu pernah bercerai supaya engkau bisa memberi penghiburan kepada anak-anak-Ku yang merasa tersingkir karena alasan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZFKXW2ncI/AAAAAAAAArs/aAaZKBwB2e4/s1600-h/Feeling+Guilty.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279983657509363138" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZFKXW2ncI/AAAAAAAAArs/aAaZKBwB2e4/s200/Feeling+Guilty.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi kalau anda takut akan dihakimi, anda tidak sendirian. Semua orang yang sedang dalam proses pemulihan pasti mengalami hal yang sama. Bahkan sampai sekarang ini sayapun masih sering kedapatan menghakimi diri sendiri atas masa lalu saya. Tidak apa-apa. Bagaimanapun tidak mudah untuk memaafkan kesalahan kita. Tetapi ini pelajaran yang semua orang harus ambil. Bersabar dan lalui saja prosesnya. Seiring dengan berjalannya waktu anda akan melihat bahwa jika Iblis menggunakan kesalahan masa lalu untuk memenjarakan kita sehingga terpisah dari saudara-saudara kita, sebaliknya, Allah justru akan menggunakannya untuk mengumpulkan anak-anak-Nya jika anda memberi kesempatan bagi Allah untuk memulihkan hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279983476502647026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 303px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZE_1DfUPI/AAAAAAAAArk/yKTIMHQs60k/s320/Fall+on+the+ground.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Takut jatuh lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tidak diingkari sering ada kengerian untuk jatuh lagi sehingga banyak yang berpikir, ”Untuk apa aku memperbaiki diri kalau hanya untuk jatuh lagi?” Orang bisa jadi mengejek ketika kita jatuh. Tetapi ejekan itu akan berubah menjadi hormat ketika mereka melihat kita bangkit dan terus belajar untuk berdiri tegak. Bagaimana bisa melakukan itu? Selalu ingat bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan pengalaman hidup kita. Jika Dia mengijinkan kita jatuh pasti ada alasannya. Salah satunya adalah supaya kita bisa menolong saudara-saudara kita yang juga jatuh. Supaya bisa tetap berdiri tegar, jangan bersandar kepada kekuatan sendiri karena kita pasti tidak akan sanggup. Tetapi ada Yesus yang akan terus menyertai dan menopang kita. Serahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya maka Diapun akan mengangkat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.&lt;/em&gt; (Yes. 41:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Gagalkan Rencana Iblis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya ngobrol dengan teman-teman yang masih single, saya selalu menyemangati mereka untuk menikah hanya dengan soulmate mereka. Sementara itu saya sangat sadar bahwa di sepanjang jalan menuju kesana Iblis berjaga-jaga di kiri dan kanan jalan, berusaha menarik perhatian manusia agar berbelok. Seperti bangsa Israel yang berputar-putar di padang gurun tanpa akhirnya pernah menyentuh Tanah Perjanjian, Iblispun ingin kita berputar-putar supaya tidak pernah menemukan soulmate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu akan benar-benar terjadi jika anda menyerah pada keterpurukan anda dengan cara tidak berusaha memeranginya. Saya sangat memahami bahwa sekarang ini anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri tetapi anda harus bisa mengatasinya. Percayalah, seburuk apapun pelanggaran kita, Allah tetap menginginkan anak-anak-Nya selamat dan bahagia (Yes. 1:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kau buka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu."&lt;/em&gt; (Mzm. 30:12-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kasih Allah itu indah? (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7990969009297272176?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7990969009297272176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7990969009297272176&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7990969009297272176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7990969009297272176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/12/stop-and-come-back.html' title='Stop and Come Back!'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC95k1B0I/AAAAAAAAArM/RSBuOpAlquE/s72-c/Stop_Sign.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7766097594951837198</id><published>2008-12-03T12:39:00.019+07:00</published><updated>2009-10-30T23:49:41.986+07:00</updated><title type='text'>Bertemu Soulmate (Sebuah Kesaksian)</title><content type='html'>Seorang pembaca blog ini mengirim email menanyakan, “Betulkah anda percaya bahwa soulmate itu ada? Jangan-jangan setelah saya meyakini hal ini ternyata yang namanya soulmate itu tidak pernah datang dalam kehidupan saya!” Saya telah menjawab email tsb secara pribadi tetapi saya juga ingin membagi pengalaman saya dengan teman-teman yang lain disini. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepada pengirim email ini, “Anda tidak sendirian. Saya yakin banyak pembaca lain yang merasa demikian.” Kenapa saya bisa begitu yakin? Karena beberapa teman pernah menanyakan hal yang sama dan sayapun dulu juga. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STaKmhnUFtI/AAAAAAAAAqE/3BC_YkVdEN4/s1600-h/A+girl+waiting.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275556407974041298" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 170px; height: 180px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STaKmhnUFtI/AAAAAAAAAqE/3BC_YkVdEN4/s200/A+girl+waiting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pergumulan terberat yang saya alami di masa penantian waktu itu adalah meyakini bahwa Allah tidak akan mengecewakan saya. Saya sering meragukan apakah Allah benar-benar mendengar permintaan saya. Karena sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa orang yang saya tunggu-tunggu itu akan datang. Terus terang ada waktunya ketika saya mengatakan (dengan serius lho!), “Ya sudah Tuhan, siapa sajalah yang penting saya dapat suami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasakan waktu itu, lebih mudah untuk percaya ketika orang berkata, “Emang ada yang mau sama kamu?” Iya ya, memangnya ada yang akan mau sama saya? Waktu itu saya adalah perempuan yang tidak bahagia (kurus, kecil, muka suram, kulit gelap, jadi menurut saya tidak menarik) dengan tiga anak yang masih kecil-kecil. Saya sering berpikir bahwa jika ada yang mau jadi suami saya, kami hanya akan menjadi beban saja. Tetapi di lain pihak saya ingin sekali mengalami apa yang telah Allah janjikan kepada anak-anak-Nya – bahwa Dia adalah Allah yang hidup dan jika saya meminta Dia akan memberi. Waktu itu keinginan terbesar saya adalah minta soulmate dalam definisi saya - seseorang yang bisa memberi kebebasan kepada saya dalam mencari dan mengikuti suara Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kedengarannya permintaan saya sederhana tetapi saya tahu yang saya minta adalah sesuatu yang sangat besar. Pada waktu itu saya memang sedang berapi-api belajar mendengar suara Tuhan. Namanya juga belum berpengalaman, saya menyadari bahwa besar sekali kemungkinan saya akan melakukan kesalahan-kesalahan karena belum bisa membedakan suara Tuhan dengan suara dari pikiran, hati atau suara dari sumber yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya proses ini bagi saya, saya tidak ingin pencarian akan soulmate mengganggu pembelajaran ini. Jadi saya minta kepada Tuhan bahwa jika Dia memang bersedia mengirimkan seorang soulmate, saya menginginkan seseorang yang egonya sudah menyerah, seseorang yang mau meletakkan segala pengetahuannya mengenai apa yang salah maupun apa yang benar dan tunduk hanya kepada kebenaran yang dari Allah. Dengan kata lain, saya menginginkan pasangan yang tidak menghakimi apa yang saya lakukan dalam usaha saya mencari Allah, meskipun mungkin sepertinya yang saya lakukan salah. Kriteria inilah yang ternyata nantinya menjadi password bagi saya untuk mengenali soulmate saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:180%;" &gt;Seperti Disambar Petir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcEU-WfHI/AAAAAAAAApk/-GRTSQbfFHM/s1600-h/woman+with+white+long+sleeved+clothe+crying.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275434874186398834" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 211px; height: 153px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcEU-WfHI/AAAAAAAAApk/-GRTSQbfFHM/s200/woman+with+white+long+sleeved+clothe+crying.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang ini saya telah menemukan soulmate saya. Kalau saya melihat ke belakang saya sungguh bersyukur bahwa waktu itu Tuhan tidak ijinkan saya menyerah di tengah jalan dan kompromi. Godaan untuk itu sering sekali terjadi, terutama ketika iman sedang goyah dan kesabaran sudah hampir habis. Pada waktu itu sering sekali saya menangis dan berteriak di kamar untuk melampiaskan frustrasi saya (tentu saja saya tutup mulut dengan bantal agar tidak kedengaran orang lain). “Tuhan, katanya Engkau Maha Kuasa. Apa sih susahnya mengirim satu laki-laki kemari? Ada jutaan laki-laki di luar sana. Masa satu saja ngga ada yang cocok buat saya?” Tapi ternyata Allah kita adalah Bapa yang tidak gampang terpancing oleh rengekan anak-Nya. Jadi meskipun hampir tiap malam saya menangis dan berteriak, soulmatepun tetap tak kunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya benar-benar putus asa dan menyerah. Ada seorang laki-laki yang sedang mendekati saya. Meskipun usianya jauh lebih muda dari saya, dia bisa membuat saya merasa aman. Dia juga memperlakukan saya dengan penuh kasih dan perhatian sehingga saya benar-benar merasa seperti seseorang yang sangat istimewa di matanya. Mengantisipasi seandainya laki-laki ini menyatakan cintanya, sayapun memberi tahu Tuhan mengenai keputusan yang akan saya ambil, “Bapa, pokoknya kalau dia meminta saya jadi pacarnya, saya mau. Sebetulnya saya tahu dia bukan soulmate saya tapi saya capek nunggu terlalu lama .” Respon Tuhan sangat cepat dan begitu mengejutan saya. Belum selesai kalimat terakhir saya ucapkan, dalam penglihatan Tuhan menunjukkan sebuah daftar berisi hal-hal merugikan yang akan terjadi jika saya menikah dengan laki-laki itu. Dengan mata rohani saya melihat daftar itu lumayan panjang tetapi saya hanya ingat satu point saja yaitu, “Laki-laki ini kelak akan memperkosa ketiga anak perempuanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcEyJMYkI/AAAAAAAAAps/LOKjnpOoWeY/s1600-h/lightning_by_moonraker_au.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275434882016502338" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 142px; height: 200px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcEyJMYkI/AAAAAAAAAps/LOKjnpOoWeY/s200/lightning_by_moonraker_au.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rasanya seperti disambar petir waktu itu. Muka saya pucat dan tubuh saya kaku. Sungguh. Saya kaget dan takut sekali. Untuk beberapa saat saya merasa seperti lumpuh. Setelah bisa menguasai keadaan saya tersungkur, menangis dan meminta ampun atas kekurang-ajaran saya telah meragukan rencana-Nya. Saya juga mengucap syukur karena Allah telah meluputkan saya dan ketiga anak perempuan yang saya kasihi dari kejadian yang sangat mengerikan. Seandainya Tuhan tidak menghentikan langkah saya, sungguh tak terbayangkan kebinasaan seperti apa yang akan menimpa keluarga saya. Saya benar-benar tidak melihat bahwa laki-laki yang begitu lembut memperlakukan saya itu ternyata berpotensi untuk merusak kehidupan kami. Hari itu mata saya benar-benar dicelikkan dan saya mendapat pelajaran yang sangat berharga; manusia tidak tahu apa-apa sementara Allah mengetahui segalanya. Dia sangat mengenal anak-anak-Nya dan selamatlah mereka yang mengandalkan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. (Yes. 40:11)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:180%;" &gt;He’s the One&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk mempertemukan anak-anak-Nya. Bagi manusia, bumi ini bisa jadi sangat luas dan manusia sangat banyak. Gampang sekali berpikir bahwa menemukan soulmate diantara jutaan orang tsb adalah sesuatu yang mustahil. Jika ada orang yang berhasil, itu hanya kebetulan saja. Jangan percaya itu. Orang percaya tidak mengenal kata "kebetulan". Jika itu bisa terjadi kepada orang lain, hal yang sama bisa pula terjadi kepada kita. Seperti kita bisa mengawasi koloni semut yang jumlahnya ribuan dalam sekali pandang, Allah juga bisa melihat kita semuanya sekaligus. Jadi bukan sesuatu yang mustahil bagi Allah untuk mengambil anak-Nya yang tinggal di kutub utara untuk dipertemukan dengan anak-Nya yang lain yang tinggal di kutub selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terjadi dengan saya dan soulmate saya. Stephen yang waktu itu tinggal di San Fransisco dan saya di Yogya bertemu di tempat kerja di Jakarta. Kantor kami adalah perwakilan dari sebuah perusahaan Amerika yang berpusat di Seattle. Orang mengatakannya kebetulan tetapi saya melihat bahwa Tuhan sengaja menginspirasi pejabat-pejabat di pusat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta salah satunya adalah supaya saya dan Stephen bisa bertemu. Saya mulai bekerja di tempat tersebut setahun setelah kantor dibuka sementara Stephen diterima ketika kantor itu baru saja buka dan gedung masih dalam penyempurnaan disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah menyangka kalau kami adalah soulmate. Tidak ada tanda-tanda khusus seperti jantung deg-degan tiap kali melihat dia atau yang semacam itu. Bahkan bisa dibilang di tahun-tahun pertama saya bekerja disitu hubungan kami tidak lebih dari sekedar &lt;em&gt;“Good morning”&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;“See you tomorrow”&lt;/em&gt; Ditengah-tengah itu tidak ada apa-apa selain urusan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275435183810282562" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 290px; height: 195px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcWWacBEI/AAAAAAAAAp0/86v1O09TQHw/s320/a+man+and+a+woman+chatting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Yang saya pelajari dari bekerja bersama dengan Tuhan adalah bahwa semua sudah ada waktunya. Kita bisa memperlambat tetapi tidak bisa mempercepat. Singkat cerita Stephen dan sayapun akhirnya bersahabat. Karena kecocokan kami dalam memandang Allah, kami sering terlibat diskusi seru mengenai hal-hal seputar hubungan manusia dengan Allah. Hadirat Tuhan sering sekali kami rasakan ketika kami sedang diskusi. Banyak hal-hal baru dibukakan kepada kami yang membuat kami semakin bersemangat menggali kebenaran lebih dalam lagi. Tanpa terasa hubungan kamipun semakin lama semakin dekat dan kamipun pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:180%;" &gt;Ujian dan password&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari setelah kira-kira 3 bulan kami pacaran, Allah mengatakan bahwa Dia hendak menguji Stephen. “Engkau harus katakan begini, “ kata Tuhan. “Allah memerintahkan agar aku bersedia untuk tidur dengan semua laki-laki di kantor ini.” Oh, &lt;em&gt;my God&lt;/em&gt;! Anda bisa bayangkan perasaan saya waktu itu. Bukan hanya saya takut membayangkan reaksi Stephen, sayapun takut dengan reaksi saya sendiri. “&lt;em&gt;No, God, please, don’t make me do this&lt;/em&gt;!” Rasanya saya ingin lari dan tidak mau datang ke tempat itu lagi. Tetapi anehnya ketika saya katakan, “Tuhan, bukan kehendakku tetapi kehendak-Mu yang jadi” saya jadi tenang dan benar-benar merasa bahwa yang Tuhan perintahkan tsb adalah sebuah misi yang mulia. Sayapun bisa mengatakan kepada Stephen dengan tenang dan sama sekali tidak merasa tertuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen kaget. Saya ingat sekali reaksinya waktu itu. Ia diam dan memejamkan mata. Sesekali ia menarik nafas dalam. Dari kedua sudut matanya saya melihat air mengalir. Dia menangis. Lama kami tidak berkata-kata. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan karena saya tidak tahu apa yang dia rasakan. Setelah beberapa saat Stephen-pun membuka matanya. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STaObQ6UKII/AAAAAAAAAqM/MBaaTGPdxqg/s1600-h/Password.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275560612558284930" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 200px; height: 142px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STaObQ6UKII/AAAAAAAAAqM/MBaaTGPdxqg/s200/Password.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STYcl-MTaCI/AAAAAAAAAp8/23NUEvdAHag/s1600-h/Attraction+%28the+key%29.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Ia raih kedua tangan saya dan digenggamnya erat-erat. Sambil menatap mata saya ia berkata, “Aku percaya apa yang kamu katakan berasal dari Allah. Karena itu biarlah hanya kehendak-Nya yang jadi, bukan kehendakku.” Kemudian ia mencium tangan saya dengan penuh hormat seperti seorang pangeran mencium tangan seorang putri. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Hati saya sangat bersuka cita. Saya tidak menyangka bahwa kata-kata yang baru saja diucapkan Stephen adalah password untuk membuka jiwa saya. Saya merasa jiwa saya melompat dan bersorak seperti ketika Adam pertama kali melihat Hawa. “Inilah dia laki-laki yang selama ini kutunggu-tunggu! He’s the one! He’s my soulmate!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu yakin bahwa Stephen adalah soulmate saya karena dia memiliki ciri-ciri seorang laki-laki yang saya inginkan yaitu seseorang yang tidak akan menghakimi pemahaman saya akan suara Allah meski sepertinya itu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan hari ini ketika saya sudah tidak lagi bekerja di kantor tersebut, tidak ada satupun laki-laki lain dalam kehidupan saya selain Stephen. Jelaslah bagi kami bahwa apa yang Allah katakan benar-benar hanya untuk menguji kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan saya menulis ini supaya teman-teman yang sedang dalam penantian tidak putus harapan. Saya percaya soulmate itu pasti akan datang dalam kehidupan anda. Yang penting bangun terus hubungan dengan Tuhan dan bicarakan segala keluh kesah kita dengan-Nya. Dia adalah Bapa yang sangat mengasihi anak-anak-Nya. Jika Dia yang memilih untuk kita, pasti hanya yang terbaik yang akan diberikan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto yang disini bukan foto-foto kami karena Stephen keberatan fotonya dipasang di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu sungguh indah. Semakin dalam kita mengasihi semakin jelas terlihat keindahannya. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7766097594951837198?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7766097594951837198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7766097594951837198&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7766097594951837198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7766097594951837198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/12/perjalanan-ketemu-soulmate-sebuah.html' title='Bertemu Soulmate (Sebuah Kesaksian)'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STaKmhnUFtI/AAAAAAAAAqE/3BC_YkVdEN4/s72-c/A+girl+waiting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-1087416273441525672</id><published>2008-11-25T10:32:00.011+07:00</published><updated>2008-11-26T11:28:49.460+07:00</updated><title type='text'>Yang Menghalangi Kita Melihat Soulmate</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tidak ada orang yang dengan sengaja merencanakan perkawinan yang gagal. Meskipun ada yang menikah dengan alasan yang kurang begitu kuat seperti untuk mendapatkan kekayaan pasangannya, untuk meneruskan keturunan padahal sebetulnya sama sekali tidak mencintai pasangannya, untuk menutup omongan orang dst, saya yakin di lubuk hati mereka yang dalam merekapun ingin perkawinan tersebut berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Saat-saat yang menentukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSt3o5sPzhI/AAAAAAAAAo8/Qbt2bWIc7dA/s1600-h/A+girl+and+a+boy+chatting+on+a+bench.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSzOkklONnI/AAAAAAAAApc/BwZNRp-JOt4/s1600-h/A+girl+and+a+boy+chatting+on+a+bench.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272816391434417778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 305px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSzOkklONnI/AAAAAAAAApc/BwZNRp-JOt4/s320/A+girl+and+a+boy+chatting+on+a+bench.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai Allah yang hidup dan Bapa yang baik, saya percaya bahwa sejak pertama kali pikiran kita mulai tertarik kepada lawan jenis, Allah sudah mulai mengikuti perkembangan kita. Pikiran kita mulai dibawa untuk menyelediki lawan jenis kita. Seandainya kita bisa mendengar suara-Nya, mungkin Bapa mengatakan, “Nak, menurutmu bagaimana si ini? Kalau si anu? Kamu suka si itu apa tidak? Mengapa?” Saya rasa salah besar jika kita mengira Allah tidak mendengar obrolan kita dengan teman-teman mengenai si ini, si anu dan si itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Allah ingin tahu bagaimana Adam melihat hubungan dirinya dengan binatang-binatang yang dibawa Allah kepadanya (Kej. 2:19), Dia-pun juga ingin tahu bagaimana kita melihat hubungan kita dengan orang-orang yang dihadirkan Allah dalam kehidupan kita. Saya percaya Allah mencatat tiap kali kita mengatakan, “Aku suka banget sama si A. Habis dia tajir!” , “Kayaknya aku &lt;em&gt;in love&lt;/em&gt; deh sama si B. Dia tuh baiiik banget, nglindungin gitu. Aku jadi ngrasa aman tiap kali jalan sama dia.”, “Aku ngga tahu kenapa, tapi tiap kali ngliat si C jantungku rasanya mau copot. Deg-degan gitu. Iiih dia tu &lt;em&gt;cool&lt;/em&gt; habis. Aku suka banget gayanya.” Dsb. Allah juga mencatat ketika kita mengatakan, “Tahu ngga, aku tu sebel banget sama si D. Kalau nngomong pasti nyrempet-nyrempet ke situ. Dia ngga peduli ada cewek disitu. Itu kan pelecehan!”, “Ah aku sih ngga suka sama si E. Dia tu kaya anak kecil banget. Maunya dingertiin tapi dianya ngga mau ngerti. Dia kan cari ibu bukan cari istri,” dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Perbedaan definisi "Yang terbaik"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tahu yang terbaik untuk kita. Dia bahkan sudah merancang kehidupan kita sejak kita dalam kandungan (Mzm. 139:13). Masalahnya, kitanya yang tidak mengerti. Kita mengira kita mengerti apa yang akan membuat kita bahagia padahal sebetulnya tidak. Kita ambil contoh kriteria pasangan yang baik adalah kalau dia kaya. Bagi kita dan mungkin juga orang tua kita kekayaan adalah faktor penting (sekali). Karena itu kemudian kita rela membutakan diri melihat yang lainnya. Padahal bagi Allah, itu sama sekali bukan hal yang menentukan kebahagiaan kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara waktu ketika kita mulai tertarik dengan lawan jenis sampai dengan saat kita menghadap Allah untuk menerima pemberkatan nikah adalah sebuah perjalanan yang sangat menentukan. Di dalam rentang waktu inilah Allah sedang merayu kita untuk setuju dengan apa yang menurut-Nya baik dan bukan menurut kita. Allah akan menghadirkan orang-orang dengan siapa kita bisa belajar. Bisa jadi ia adalah teman, pengerja atau gembala di gereja yang sering menasehati, atau bisa juga seorang teman yang membuat pilihan salah dan hidupnya tidak bahagia (contoh buruk dapat menjadi guru yang baik), atau pacar yang terlalu possessive ingin memiliki bukan hanya waktu dan perhatian kita tetapi juga hidup kita, dsb. Melalui mereka ini Allah menantang kita untuk meninjau kembali pandangan kita mengenai apa yang menurut kita baik dan mengoreksinya jika ternyata itu keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSt3pAh_qFI/AAAAAAAAApE/JkwY-Ytaph0/s1600-h/bridegroom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272439335168223314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 248px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSt3pAh_qFI/AAAAAAAAApE/JkwY-Ytaph0/s200/bridegroom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat bijaksana kalau kita bersikap terbuka dan mau belajar. Ibu gembala di gereja kami sering menganjurkan, "Kalau cari pasangan hidup, yang penting dia harus takut Tuhan dan seorang pekerja keras." Saya sangat setuju dengan kriteria ini karena dua hal tersebut adalah hal esensial yang diperlukan untuk keberhasilan baik kehidupan rohani maupun jasmani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling membahagiakan adalah ketika suka cita mengiringi langkah kita menuju ke altar untuk menerima pemberkatan nikah karena Allah hendak mempersatukan kita dengan orang yang dipilih-Nya. Tetapi kengerian besar adalah ketika kita merasa seperti memaksa Allah untuk memberkati pernikahan kita dengan pasangan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Yang Menghalangi Kita Menemukan soulmate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272440123856553810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSt4W6n8h1I/AAAAAAAAApU/1hQtSHQMOog/s320/Happy+family.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan suami istri adalah hubungan yang sangat ideal untuk belajar mengungkapkan kasih. Dalam hubungan inilah anak-anak nantinya juga akan belajar mengenai kasih - kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Survey membuktikan, anak-anak yang orang tuanya tidak hidup dalam kasih mendapati diri mereka juga kesulitan dalam memahami kasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Danger !!! Danger !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada bahaya yang sering tidak disadari oleh manusia yaitu ketika kita mengasihi pasangan lebih dari kita mengasihi Allah. Inilah yang menghalangi kita mendengar tuntunan Allah karena suara pasangan akan terdengar jauh lebih keras. Dengan sendirinya kita akan lebih menuruti pasangan daripada Allah (Mat. 6:21). Kita akan berusaha mati-matian membahagiakan pasangan kita daripada membahagiakan Allah. Dan kitapun akan dikendalikan oleh pasangan kita dari pada dikendalikan oleh Allah. Dan lebih berbahaya lagi ketika kita lebih takut kepada pasangan kita daripada takut akan Allah. Jika ini yang terjadi, sia-sialah Yesus mati di kayu salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih antara dua manusia akan membuat mereka bersatu dalam daging tetapi kasih manusia dengan Allah menyatukan dalam Roh sehingga manusia tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging. Bukan tanpa alasan jika Allah menempatkan kasih kepada-Nya sebagai hukum kasih yang pertama karena di dalam Dialah terdapat segala sesuatu yang baik sehingga yang jahat tidak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia sangat terbatas, begitu pula kasihnya. Ada saat-saat dimana manusia bahkan tidak bisa mengungkapkan kasih sama sekali, karena terlalu marah misalnya, atau terlalu kecewa, dsb sehingga sangat berbahaya jika kita mengandalkan kasih yang labil ini. Kita akan mudah kehilangan harapan. “Kalau orang yang katanya mencintai aku saja memperlakukan aku begitu, bagaimana dengan yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yes. 2:22)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya manusia itu kelihatan sedangkan Allah tidak. Jadi lebih mudah untuk melihat kasih manusia daripada kasih Allah. Banyak manusia bersandar pada kekasihnya untuk memenuhi keperluannya dan sebagai bukti kasih, sang kekasihpun menyanggupinya. Disinilah yang sering membutakan kita dalam melihat tuntunan Allah. Perhatian kita kepada pasangan yang terlalu besar menghalangi kita menerima pesan-pesan Tuhan. Akhirnya ketika memutuskan untuk menikah, itu bukan karena kita yakin bahwa dialah pasangan pilihan Allah tetapi karena alasan-alasan yang lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272440114162575714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSt4WWguKWI/AAAAAAAAApM/uCzh1xz_Ie8/s320/Charles_Diana_wedding.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tidak ada satu pasanganpun di dunia ini yang benar-benar bisa bahagia tanpa mengandalkan Allah, meski mereka dikarunia segala kelimpahan dan kemewahan duniawi. Kita ambil contoh pasangan Pangeran Charles dan Lady Diana. Kurang apa mereka menurut ukuran dunia? Banyak orang melihat bahwa mereka adalah pasangan yang akan benar-benar berbahagia – istri cantik, suami pewaris tahta. Kemegahan pesta pernikahan mereka menjadi simbol kesempurnaan sebuah hubungan. Tetapi marilah kita belajar melalui mereka bahwa kemewahan dunia tidak bisa memuaskan jiwa manusia. Biarlah pencarian Lady Di akan kasih di sisa-sisa hidupnya serta kematiannya yang tragis menjadikan kita sadar akan arti kebahagiaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya kasih itu indah dan keindahannya akan sempurna di dalam Bapa. (A&amp;amp;S)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-1087416273441525672?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/1087416273441525672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=1087416273441525672&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1087416273441525672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1087416273441525672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/11/yang-menghalangi-kita-melihat-soulmate.html' title='Yang Menghalangi Kita Melihat Soulmate'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSzOkklONnI/AAAAAAAAApc/BwZNRp-JOt4/s72-c/A+girl+and+a+boy+chatting+on+a+bench.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-2331728997965405617</id><published>2008-11-21T09:51:00.022+07:00</published><updated>2009-04-29T06:31:39.998+07:00</updated><title type='text'>Persiapan Menyambut Soulmate (3)</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin kita semua ingin menikah hanya dengan orang yang tepat, dengan jodoh atau soulmate kita. Masalahnya, bagaimana kita tahu bahwa seseorang adalah jodoh kita atau bukan? Bagaimana kita bisa yakin seperti Adam waktu melihat Hawa, “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku!” (Kej. 2:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Yang Menghalangi Kita Menemukan Soulmate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kej. 2:21&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYlkwCZw3I/AAAAAAAAAoM/DmX0gWODwzM/s1600-h/Garden+of+Eden.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270941727184241522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 276px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYlkwCZw3I/AAAAAAAAAoM/DmX0gWODwzM/s320/Garden+of+Eden.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah menciptakan Hawa, Adam belum melakukan dosa. Hubungannya dengan Allah masih sangat dekat, karenanya ia bisa mengetahui pekerjaan Allah dalam hidupnya, meski ia tidak melihatnya. Kita memang telah mengecap dosa. Tetapi penebusan Kristus telah menyelamatkan kita dan membuat kita kembali memiliki kedudukan yang sama dengan Adam yaitu menjadi anak-anak Allah yang adalah Roh. Jadi sebetulnya kitapun bisa, seperti Adam, mengetahui soulmate kita. Masalahnya, bisakah kita mendengar bisikan Roh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara status single sampai dengan ketika kita menghadap Allah untuk menerima pemberkatan nikah, adalah seperti jalan terbentang dengan banyak pemberhentian diantaranya. Di tiap pemberhentian banyak hal-hal menarik yang ditawarkan. Mereka adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan duniawi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat-tempat ini Iblis telah menyiapkan jebakannya. Bekerja sama dengan manusia daging kita, Iblis berusaha untuk menahan kita di tempat tersebut. Mengapa demikian? Karena ia tidak mau kita menemukan orang yang telah disediakan Allah untuk kita. Karena memang itulah kesukaannya, ia datang untuk mencuri, merusak dan membinasakan apa yang indah yang disediakan Allah bagi kita. Banyaknya pasangan yang tidak bahagia di dunia ini menunjukkan keberhasilan Iblis merancang perangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270943797771552306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYndRk4xjI/AAAAAAAAAoU/nwuPvv1V1IQ/s320/Cage+and+the+posum.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Hukum Roh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat Iblis sangat sukses menggiring manusia masuk dalam perangkapnya adalah karena ia mengenal semua hukum roh dan konsekuensinya karena ia pernah tinggal di sorga bersama dengan Allah. Dibanding dengan dia, sebagian besar dari kita masih sangat awam dalam hal ini. Tanpa bantuan Roh Kudus yang terus menerus membimbing, mengajar dan mengingatkan kita, mustahil bagi kita untuk mengalahkan tipu daya Iblis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Cara Kerja Hukum Roh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan memahami Hukum Roh, saya ingin memakai perumpamaan hukum alam. Kita ambil contoh hukum yang mengatakan bahwa benda yang berat jenisnya (BJ) lebih besar dari air (1) jika diletakkan di air akan tenggelam, sementara yang BJ-nya kurang dari 1 akan mengapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang dewasa yang tahu bahwa tanpa bisa berenang seseorang akan tenggelam jika masuk ke kolam yang dalam, anak-anak sama sekali tidak tahu akan hal ini. Yang dia tahu air adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain. Ketika orang tuanya melarangnya untuk bermain di dekat kolam renang, dia tidak suka karena merasa kebebasannya dikurangi dan kesukaannya dihambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYn6W_gcDI/AAAAAAAAAoc/FJV6Nr6-7uM/s1600-h/A+toddle+reaches+his+duck.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270944297441587250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 310px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYn6W_gcDI/AAAAAAAAAoc/FJV6Nr6-7uM/s320/A+toddle+reaches+his+duck.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan pengalamannya yang masih sangat terbatas, anak kecil ini tidak bisa memahami bahaya yang ada. Jika ada orang jahat yang ingin mencelakannya, orang itu tidak perlu susah payah membujuk anak tsb untuk masuk kolam atau menggendong dan menceburkannya. Lempar saja mainan yang paling disukainya, dengan sendirinya anak tersebut akan meloncat ke kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian anak itu tenggelam, itu bukan karena Allah menghukum dia karena tidak menurut orang tua, tetapi karena memang begitulah hukumnya. Jika ternyata orang tuanya melihat dan menolong anak tersebut sehingga tidak celaka, itu karena kasih Allah yang menyelamatkanlah yang telah membuat orang tuanya mengetahui sehingga bisa melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Kasus Daud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYojuO7riI/AAAAAAAAAok/oZMPhQ4sb7k/s1600-h/David+and+Bathsheba+the+movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270945008054939170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYojuO7riI/AAAAAAAAAok/oZMPhQ4sb7k/s200/David+and+Bathsheba+the+movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu juga dengan Hukum Roh. Kita ambil contoh Daud. Terpikat oleh kecantikannya, Daud mengundang Batsyeba ke istana dan menghampirinya sehingga istri Uria itu hamil. Daud panik. Untuk menutupi aibnya, Daudpun memanggil Uria pulang dari perang dan menyuruhnya tidur dengan istrinya itu. Karena menolak, Daudpun memerintahkan agar Uria dikirim k ebarisan terdepan agar bisa mati terbunuh musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambil Batsyeba dan menuruti “nasehat” Iblis untuk membunuh Uria, Daud telah menceburkan dirinya ke kolam dosa. Kemalangan yang menimpa dirinya dan keluarganya setelah itu bukanlah hukuman dari Allah melainkan akibat dari tindakan Daud melanggar Hukum Kasih, baik kasih kepada Allah maupun kasih kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita baca kisah selengkapnya mengenai apa yang terjadi terhadap Daud beserta keluarga dan kerajaannya setelah kasusnya dengan Batsyeba ini, mungkin susah untuk manusia jasmani kita membayangkan bahwa semua kemalangan luar biasa tersebut hanya akibat saja, bukan hukuman Tuhan. Tetapi manusia rohani Daud tahu bahwa apa yang menimpa dia dan keluarganya itu tidak seberapa dibanding dengan yang seharusnya terjadi. Dia melihat bahwa Allah telah banyak mengurangi akibat pelanggaran itu hanya sampai sebatas yang dipandang-Nya perlu saja, seperti terlihat dari firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Natan, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati.” (2 Sam. 12:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Manusia rohani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYoj3CLDtI/AAAAAAAAAos/VB106TaYgYg/s1600-h/Crying+boy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270945010417340114" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 286px; CURSOR: hand; HEIGHT: 233px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYoj3CLDtI/AAAAAAAAAos/VB106TaYgYg/s200/Crying+boy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk memberi gambaran bagaimana manusia rohani melihat, kita ambil contoh seperti ini. Pernahkah anda tanpa sengaja melukai adik batita (bawah tiga tahun) anda - menginjak kakinya dengan high heel anda umpamanya, menabrak hingga ia jatuh dan kepalanya membentur tembok, menjatuhkannya dari motor, dsb. Pasti anda merasa sangat bersalah. Hati anda terasa teriris mendengar dia menjerit kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang dirasakan oleh manusia rohani kita tiap kali manusia jasmani ini melakukan pelanggaran. Manusia rohani ini tahu bahwa untuk setiap hukum yang kita langgar kita bukan hanya mencuri, merusak dan membinasakan apa yang baik yang telah direncanakan Allah buat kita tetapi juga buat saudara-saudara kita. Ia melihat bahwa karena apa yang kita lakukan, kisah hidup banyak orang berubah tanpa persetujuan mereka. Karena semua manusia rohani itu disatukan dalam kasih, mereka sakit tiap kali melihat saudara-saudara yang kita kasihi itu harus menderita karena ketidak-tahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Pentingnya Menikah Hanya dengan Soulmate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kisah Daud dan menyadari betapa lemahnya pertahanan diri kita, bisa kita lihat betapa pentingnya memiliki seseorang yang selalu ada untuk mengingatkan kita, yang menopang kala kita jatuh, yang memberi semangat ketika harapan kita hampir padam, yang bisa diajak tertawa bersama ketika kita bahagia. Singkat kata, kita memerlukan seseorang, yang dengan cara yang cocok dengan kita, bisa membantu kita melihat kebesaran kasih Allah. Karena hanya kasih Allah-lah yang bisa membuat kita kuat menghadapi segala pencobaan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah kita memiliki Allah yang sangat mengerti apa yang kita perlukan. Jauh sebelum kita meminta, Ia telah menyediakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej. 2:18)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu kemana-mana untuk menemukan penolong tersebut. Allah tidak kurang akal untuk mengatur hal ini. Yang perlu kita lakukan adalah persiapkan diri kita untuk menyambut rancangan Allah yang terbaik dengan cara terus menerus memurnikan kita dari kedagingan kita. Memang ini tidak mudah, perlu kesabaran dan ketekunan untuk terus menerus mendengarkan tuntunan Tuhan. Tetapi percayalah, kalau kita melibatkan Allah dalam hal ini pasti Dia akan mengusahakan dengan sungguh-sungguh agar kita berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali Allah akan menguji hati kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan keinginan daging (lihat di 1 Gal. 5:19-21). Tujuannya bukan supaya kita jatuh disitu tetapi supaya kita melatih diri untuk tidak tergoda olehnya. Sebagai Bapa yang baik Allah hanya akan memberikan yang terbaik kepada anak-Nya. Iapun ingin kita melakukan hal yang sama kepada sesama kita. Karena itu jika kita melibatkan Allah, sebelum memberkati kita untuk membentuk sebuah keluarga, Allah akan benar-benar mempersiapkan kita sehingga melalui kita hanya buah Roh yang akan diterima oleh istri/suami dan anak-anak kita dan bukan buah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYpEPNs9VI/AAAAAAAAAo0/4LCzoJnar_o/s1600-h/happy_marriage_couple.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270945566663963986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 235px; CURSOR: hand; HEIGHT: 171px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYpEPNs9VI/AAAAAAAAAo0/4LCzoJnar_o/s200/happy_marriage_couple.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Gal. 5:22-23)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh percaya Allah menyertai kita di dalam setiap fase kehidupan kita, ketika kita masih kanak-kanak dan baru belajar melangkah, sekarang ketika kita siap membentuk keluarga dan melepaskan diri dari orang tua, hingga nanti ketika Bapa memanggil kita. Kasih-Nya tiada terbatas, kesetiaan-Nya tidak pernah berhenti. Berbahagialah kita karena memiliki Allah seperti Dia. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-2331728997965405617?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/2331728997965405617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=2331728997965405617&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2331728997965405617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/2331728997965405617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/11/persiapan-menyambut-soulmate-3-cara_21.html' title='Persiapan Menyambut Soulmate (3)'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSYlkwCZw3I/AAAAAAAAAoM/DmX0gWODwzM/s72-c/Garden+of+Eden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-1082139351977512860</id><published>2008-11-07T23:00:00.028+07:00</published><updated>2009-04-29T06:30:32.848+07:00</updated><title type='text'>Persiapan Menyambut Soulmate (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;God is love. Love is blind. So, God is blind?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak nilai-nilai ditawarkan dunia mengenai cinta yang sering sama sekali tidak berdasarkan kebenaran. Sayangnya, banyak orang percaya dan menerimanya begitu saja. Seperti contoh diatas, cinta itu buta. Kalimat ini sering sekali kita dengar, sehingga kita hampir tidak pernah menanyakan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRpJ1-q2fI/AAAAAAAAAjk/zjHJae8fTuE/s1600-h/Love+is+blind+-+a+woman+in+veil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265949482132625906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 137px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRpJ1-q2fI/AAAAAAAAAjk/zjHJae8fTuE/s200/Love+is+blind+-+a+woman+in+veil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya termasuk mereka yang tidak setuju bahwa cinta itu buta karena menurut saya, cinta itu berasal dari Allah dan segala sesuatu yang berasal dari Allah itu tidak mungkin membuat kita buta. Membutakan sementara mungkin bisa, seperti Saulus ketika melihat terang Allah, tetapi untuk kemudian melihat lagi dengan penglihatan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebetulnya masalahnya bukan terletak apakah cinta itu bisa membutakan, tetapi lebih pada, betulkah yang membuat buta itu cinta? Dan pertanyaan selanjutnya, “Seandainya yang membutakan itu bukan cinta, terus apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Tertarik tidak sama dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia lalu lalang di bumi ini, tetapi tidak semuanya menarik perhatian kita. Jadi menurut saya, rasa tertarik adalah tanda adanya kemungkinan untuk sebuah hubungan. Ada sesuatu dalam diri orang tersebut yang ingin kita ketahui, kita lihat, dan mungkin kita miliki. Tapi, hati-hati, betapapun indahnya perasaan anda saat tertarik dengan seseorang, ini bukan cinta. Jangan salah sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265949805316394466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 302px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRpcp7rzeI/AAAAAAAAAjs/qNJBalQrcSo/s400/Attraction+-+a+man+in+suit+looking+at+a+woman+passing+by.jpg" border="0" /&gt;Maaf, saya perlu mengingatkan anda karena kalau kita salah mengartikan apa yang kita rasakan, respon kitapun akan salah. Menganggap perasaan tertarik ini sebagai cinta membuat kita tanpa berpikir panjang mengira harus mengikutinya bahkan seringkali dengan mengabaikan pertimbangan-pertimbangan akal sehat kita. Padahal ini hanya kemungkinan yang sedang ditawarkan kepada kita untuk menjalin hubungan dengan orang tersebut (yang tidak selalu berarti bertujuan untuk pasangan hidup); kita boleh menerima atau menolaknya. Kita tidak diciptakan sebagai makluk yang dikendalikan oleh instink dan perasaan melainkan sebagai manusia cerdas yang dikarunia kehendak bebas untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Benih gandum dan benih lalang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, ketika dua orang setuju untuk menjalin hubungan, Allah akan menentukan tujuan buat mereka supaya hubungan itu bermanfaat untuk mendatangkan kebaikan. Iapun mulai menabur benih rancangan-Nya. Tapi seperti yang selalu terjadi, begitu benih gandum ditabur Tuhan, iblis akan menebar benih lalang. (Mat. 13:24-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRp2SfWn7I/AAAAAAAAAj0/sN_rg0eMyIw/s1600-h/Wheat+and+Tares+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265950245700149170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 280px; CURSOR: hand; HEIGHT: 274px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRp2SfWn7I/AAAAAAAAAj0/sN_rg0eMyIw/s320/Wheat+and+Tares+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan, salah satu bagian dari rencana Allah bagi pasangan ini adalah untuk mengasihi. Sementara itu iblis menebar benih keinginan daging. Mengapa iblis memilih benih ini? Karena ia akan memakai hukum persetubuhan untuk membinasakan kedua anak manusia ini. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari perhatikan baik-baik. Ini penting sekali karena disinilah iblis mamasang perangkapnya. Dalam Kej. 2:24, Mat. 19:5, 1 Kor. 6:16 dikatakan bahwa ketika dua orang bersetubuh maka mereka akan menjadi satu daging. Saya percaya hukum ini bertujuan untuk melindungi hubungan suami istri. Allah sendiri menjamin bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa memisahkan mereka kecuali kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Iblis menebar muslihat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iblis akan berusaha untuk meyakinkan kita bahwa sebetulnya firman itu tidak benar. Umpamanya dengan mengatakan bahwa itu hanya cara untuk menakut-nakuti manusia supaya mereka tidak melakukan hubungan badan dengan orang yang tidak mereka cintai . Nyatanya belum pernah terjadi bahwa ketika dua orang berhubungan badan mereka kemudian menjadi satu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi," iblis juga akan menambahkan, "Seandainya firman itu benar, itu malah menguntungkan karena dengan adanya hukum itu kamu bisa mengikat orang yang kamu sayangi sehingga ia tidak dapat pergi lagi." Dengan memasang wajah seolah-olah ia adalah seorang penasehat yang baik ia akan berbisik, "Jadi tidak perlu khawatir. Selama kamu mencintai pasanganmu, lakukan saja. Biar dia tidak bisa kemana-mana, " Begitu kira-kira kata iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Jangan termakan tipu muslihatnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRqZ8I1G5I/AAAAAAAAAj8/UAb12nB-xm4/s1600-h/Siamese+twins+-+cartoon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265950858175388562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 253px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRqZ8I1G5I/AAAAAAAAAj8/UAb12nB-xm4/s320/Siamese+twins+-+cartoon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memang dalam pandangan mata jasmani setelah sepasang manusia melakukan hubungan badan sepertinya tidak terjadi apa-apa secara daging, namun sebetulnya dengan mata rohani akan terlihat bahwa mereka telah terikat seperti dua kembar siam - kemana yang satu pergi yang lain akan ikut terbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan-kapan saya akan saksikan di blog ini ketika Allah memulihkan hidup saya setelah bercerai dengan suami yang pertama. Mata rohani saya melihat ketika daging yang menghubungkan badan kami disayat agar bisa terpisah, seperti yang dilakukan oleh dokter bedah ketika memisahkan sepasang kembar siam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Dua dipaksa menjadi satu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRqqfdB9uI/AAAAAAAAAkE/QiC9FKtsEpc/s1600-h/Siamese+twins+and+the+doctor.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265951142533265122" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 177px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRqqfdB9uI/AAAAAAAAAkE/QiC9FKtsEpc/s320/Siamese+twins+and+the+doctor.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jadi ini adalah hukum yang benar-benar berlaku. Bisa dibayangkan apa jadinya jika hubungan sex dilakukan tanpa pemikiran dan persiapan yang matang. Ini pasti akan sulit buat keduanya. Tanpa cinta, susah sekali untuk memiliki alasan kuat yang mampu membuat mereka secara suka rela bertahan dalam ikatan tsb. Bisa ditebak, keduanya pasti akan berusaha untuk membebaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika kembar siam berusaha melepaskan diri dari saudara kembarnya? Tiap kali dia menarik dirinya untuk menjauh, tiap kali pula dia harus menghentikan usaha tsb karena bukan hanya dia menyakiti kembarannya tetapi juga menyakiti diri sendiri. Mereka boleh mencoba dan mencoba tetapi ini adalah usaha yang sia-sia. Jika mereka memaksa juga, akibatnya bisa fatal. Mereka bisa menderita luka yang sangat parah dan kemungkinan bisa berujung pada kematian. Sementara itu jika bertahan, merekapun tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRyYEtYpuI/AAAAAAAAAkk/Of0HcJS88l8/s1600-h/Unhappy+marriage.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265959622209480418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRyYEtYpuI/AAAAAAAAAkk/Of0HcJS88l8/s200/Unhappy+marriage.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya rasa ini sebabnya mengapa sepasang kekasih yang sudah melakukan hubungan sex sebelum menikah biasanya tidak bahagia. Mereka juga sangat susah untuk berpisah, meski kadang mereka tahu bahwa mereka tidak cocok satu sama lain. Kalau toh kemudian putus, mereka sangat kesakitan. Banyak diantaranya yang tidak kuat menanggungnya dan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Awas jebakan!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang perlu kita waspadai. Banyak orang terjebak disini. Mereka tidak mengenali benih apa yang sedang mereka siram, percaya saja kepada segala sesuatu yang mengatas-namakan cinta. Mereka tidak teliti, tidak kritis, tidak mempertanyakan, "Betulkah ini cinta?" Kalau toh mereka bertanya, banyak yang tidak serius ingin mendapatkan jawaban, melalui doa yang terus menerus dan puasa, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena meski banyak nilai-nilai salah mengenai cinta, di dalam pikiran kita kata "cinta" tidak pernah berkonotasi bahaya. Pikiran memahami cinta sebagai bahasa jiwa, bahasa komunikasi yang tertinggi. Meski bisa jadi awalnya curiga, pikiran mudah menerima segala sesuatu yang diberi label cinta dengan ramah, tanpa menyadari akibat yang ditimbulkan sangat jauh berbeda antara bahasa cinta dan bahasa tipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Jangan terkecoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya kita bongkar muslihat licik si iblis. Mari kita lihat sumber kerancuan ini sehingga kita mengetahui dimana iblis memasang jebakan agar bisa menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh setiap manusia, Allah telah menanamkan perintah untuk “Beranakcuculah dan bertambah banyak;” (Kej. 1:28), perintah yang sama seperti yang diberikan Allah kepada binatang (Kej. 1:22) sehingga, seperti halnya yang terjadi dengan binatang, secara instinktif badan akan menterjemahkan rasa tertarik antar lawan jenis sebagai kesempatan untuk ber-reproduksi. Bagaimana tubuh meresponi perintah ini terlihat jelas melalui sensasi badani yang kita rasakan. Sensasi ini juga mempengaruhi pikiran kita – jika kita biarkan pikiran kita bebas membawa kita, coba amati kemana kita akan dituntunnya ketika tanpa sengaja tangan kita bersentuhan dengan orang yang menarik hati kita, ketika mata kita bertemu dengan matanya, ketika kita hanya berdua saja, dsb. Tidak apa-apa. Ini sesuatu yang alami. Sebagai makhluk yang dibekali dengan kecerdasan kita perlu mengetahui cara kerja tubuh kita agar bisa mengendalikannya. Jika tidak, kitalah yang akan dikendalikannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi maaf, sekali lagi saya peringatkan kepada anda, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;ini bukan cinta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Ini instink atau naluri. Jika tanpa berpikir panjang kita mengikuti dorongan ini, kita berperilaku tak ubahnya seperti binatang. Tolong jangan artikan saya sedang menghakimi, saya hanya memaparkan fakta. Justru melalui tulisan ini saya mengajak kita semua untuk sadar: &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Here is the trap!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Disinilah jebakannya karena begitu anda mengatakan "Ya" dan mengikuti dorongan ini susah sekali untuk keluar dari sini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265954371128121458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 293px; CURSOR: hand; HEIGHT: 284px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRtma6B2HI/AAAAAAAAAkM/xpYTryJd74M/s400/Dating.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Kabar gembiranya, selain makluk daging, manusia juga terdiri atas jiwa dan roh. Kepada mereka Tuhan juga telah mengeluarkan perintah salah satunya adalah untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Karena itu rasa tertarik juga diterjemahkan jiwa dan roh kita sebagai kesempatan untuk mengekspresikan kasih yang dari Allah. Orang yang normal, tidak sakit jiwa, akan merasakan hal yang sama. Coba perhatikan pikiran-pikiran yang melintas di kepala kita ketika melihat orang yang kita taksir sedang tidak bahagia, putus asa, kecewa, marah, disakiti, menangis, sedih, terluka, berbeban berat, dsb. Bukankah kita ingin menolong dan menunjukkan betapa Allah mengasihi dia?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasih menyatukan manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah. Dengan kasih kita dihubungkan dengan kedahsyatan kekuatan Allah karenanya tipu daya Iblis tidak akan bisa memperdayai kita. Mendahulukan panggilan roh dan jiwa kita untuk mengasihi dibanding panggilan kedagingan untuk ber-reproduksi adalah pilihan yang sangat tepat karena tubuh ini diciptakan untuk melayani roh kita dan bukan sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Kesaksian yang bisa mengakhiri permainan iblis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iblis tahu bahwa ketika sepasang manusia membawa Allah dalam hubungan mereka, ini akan menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat yang bisa mengancam existensi iblis. Ia sudah memperhitungkan kemungkinan bahwa pasangan-pasangan seperti ini adalah orang-orang yang akan dengan lantang bersaksi tentang kebaikan dan kasih Allah serta akan mengungkapkan tipu daya iblis dan menyebarkannya kepada orang-orang lain sehingga tidak ada lagi orang yang bisa diperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265955260331842306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 379px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRuaLct2wI/AAAAAAAAAkU/WjhsrIvIJEI/s400/Happy+couple.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Iblis khawatir bahwa karena kesaksian pasangan itu banyak orang akan berbalik kepada Allah dan meninggalkannya. Kalau tidak ada lagi manusia yang percaya kepada kebohongannya, permainannyapun akan berakhir. Karenanya iblis berusaha kuat mencegah hal ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan mengacaukan pemahaman manusia mengenai misi jasmani (berkembang biaklah) dan rohani (mengasihi). Dengan kata lain, iblis menanamkan pemahaman bahwa sex dan cinta itu satu paket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265955921674352258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRvArJDtoI/AAAAAAAAAkc/pU3_aiH7p0c/s320/Unhappy+pregnant+woman.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Sex atau hubungan badan tidak lagi diartikan sebagai cara untuk meneruskan keturunan tetapi dibelokkan menjadi sekedar memuaskan keinginan daging. Ini terlihat dari banyaknya pasangan yang semangat melakukan hubungan badan tetapi panik bahkan benci ketika pihak perempuan hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu definisi cinta juga didangkalkan artinya menjadi sama dengan tertarik. Akibatnya begitu seorang laki-laki dan perempuan merasa tertarik satu sama lain, mereka mengira itu cinta dan cepat atau lambat langkah selanjutnya adalah menuju ke hubungan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang terpedaya dan percaya saja karena tampaknya tidak ada yang salah, sex itu indah dan cinta itu indah. Yang kita lupa adalah bahwa sex itu indah hanya jika dilakukan atas dasar kasih dan dalam hubungan yang diberkati Allah (perkawinan). Diluar itu, sex akan menuntun kita kepada kebinasaan (Ams. 5:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang kita tahu dari mana munculnya nilai-nilai yang menyesatkan seperti: love hurts, love is blind, cinta memang kejam, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRR2v30thXI/AAAAAAAAAks/nsCYP6WFRlQ/s1600-h/Falling+In+Love+(the+flower).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265964429113918834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 155px; CURSOR: hand; HEIGHT: 155px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRR2v30thXI/AAAAAAAAAks/nsCYP6WFRlQ/s200/Falling+In+Love+(the+flower).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya percaya kasih itu indah. Kalau sampai ia tidak indah pasti itu bukan kasih karena dari buahnya kita akan mengenali pohonnya. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-1082139351977512860?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/1082139351977512860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=1082139351977512860&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1082139351977512860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1082139351977512860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/11/seri-pacaran-persiapan-menyambut.html' title='Persiapan Menyambut Soulmate (2)'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SRRpJ1-q2fI/AAAAAAAAAjk/zjHJae8fTuE/s72-c/Love+is+blind+-+a+woman+in+veil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4296205943048245653</id><published>2008-10-22T09:37:00.020+07:00</published><updated>2009-04-29T06:29:46.346+07:00</updated><title type='text'>Persiapan Menyambut Soulmate (1)</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pertanyaan yang sangat meresahkan tetapi menyelipkan harapan di kalangan mereka yang masih single adalah, “Siapa soulmateku?” Lebih mengharukan lagi, ada yang menanyakan, “Aku masih punya soulmate ngga’ ya? Jangan-jangan dia sudah jadi milik orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu berpatokan pada kata-kata Yesus, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat. 7:11) Karenanya saya yakin dialog di bawah ini tidak akan mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan yang baik, please temukan aku dengan soulmateku,”kata anda.&lt;br /&gt;“Aduh nak, baru kemarin soulmatemu menikah dengan orang lain,” jawab Tuhan.&lt;br /&gt;“Yaaaa... kok Tuhan ijinin sih?”&lt;br /&gt;“Habis dia ngotot. Aku kan menghormati kehendak bebasnya, nak.”&lt;br /&gt;“Tapi Tuhan kan tahu dia itu soulmateku. Pokoknya aku ngga mau tahu, beri aku soulmate.”&lt;br /&gt;“Maaf nak. Aku hanya menciptakan satu soulmate untuk setiap orang. Jadi kamu menikah dengan yang lain saja ya. Toh semua manusia sama saja. Mereka anak-Ku juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa dialog yang lebih tepat adalah seperti ini: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STxt2fjnB1I/AAAAAAAAAq0/CCUBmIkN2zg/s1600-h/Prince+William.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277213646322599762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STxt2fjnB1I/AAAAAAAAAq0/CCUBmIkN2zg/s200/Prince+William.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan yang baik, please temukan aku dengan soulmateku...” kata anda.&lt;br /&gt;“Aku sudah siap mengirim dia, nak, tapi apa kamu sudah siap menerima dia?” tanya Tuhan.&lt;br /&gt;“Aku rasa sudah, Tuhan. Aku sudah pingin sekali ketemu dia”.&lt;br /&gt;“Aku tahu kamu pingin sekali, tapi apa kamu sudah siap menerima dia?”&lt;br /&gt;“Aku yakin sudah Tuhan, umurku sudah cukup, aku sudah punya pekerjaan tetap, dan kedua orang tua sudah ingin sekali aku segera menikah. Oh ya aku juga sudah punya tabungan untuk biaya pernikahan nanti.”&lt;br /&gt;Tuhan tersenyum lembut, “ Maksudku begini, nak. Kamu tahu Aku sangat mengasihi anak-anak-Ku kan?”&lt;br /&gt;“Iya, Tuhan, aku tahu.”&lt;br /&gt;“Kamu juga tahu Aku selalu memperlakukan anak-anak-Ku dengan lemah lembut?”&lt;br /&gt;“Iya, Tuhan aku juga tahu.”&lt;br /&gt;“Kamu pernah dengar kan bahwa bagi-Ku, anak-anak-Ku adalah biji mata-Ku. Jadi Aku pasti akan selalu mengawasi dan menjaga mereka.” (Za.2:8)&lt;br /&gt;“Iya, Tuhan. Engkaupun mengatakan hal itu mengenai aku.”&lt;br /&gt;“Jadi, nak, jika Aku memberimu pasangan hidup, maukah kamu berjanji bahwa apapun yang terjadi kamu akan selalu ingat bahwa pasangan yang kuberikan padamu itu adalah anak-Ku?”&lt;br /&gt;“Ya iyaalah, Tuhan, masak aku lupa.”&lt;br /&gt;“Maksudku, demi Aku, tolong kamu jaga dan sayangi dia dengan segenap hatimu. Aku sangat mengasihi anak-Ku itu, nak, jadi, kamu harus tahu ini, kalau engkau sampai berperkara dengannya, engkau juga akan berperkara dengan-Ku.” (Mat.25:40)&lt;br /&gt;“Lho kok Tuhan begitu? Sepertinya kalau yang ini berat urusannya, Tuhan”&lt;br /&gt;“Aku juga mengatakan hal yang sama mengenai kamu kepada anak-Ku itu. Karena itu persiapkan dirimu baik-baik supaya nantinya kalian bisa saling mengasihi. Jadi kalian tidak perlu berperkara dengan Aku,” kata Tuhan sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Cara mempersiapkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;1. Menyadari bahwa setiap saat Tuhan menguji kesiapan hati kita&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STxt2MFZnSI/AAAAAAAAAqs/vKp-ipRT6Is/s1600-h/a+prince+with+a+sword.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277213641095617826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STxt2MFZnSI/AAAAAAAAAqs/vKp-ipRT6Is/s200/a+prince+with+a+sword.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara mengenai soulmate adalah bicara mengenai pasangan terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita. Ibaratnya kita ini sedang meminang anak Raja. Dengan sendirinya kita harus berusaha keras untuk disukai Sang Raja. &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;a. Tunjukkan bahwa kita hanya memiliki iman dan pengharapan kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Ini terlihat pada saat kita mengira bahwa soulmate yang kita tunggu-tunggu tidak kunjung datang juga. Jika iman dan pengharapan kita kepada Tuhan lemah, dengan sendirinya kita akan mudah kompromi. Waspadai jika ada pikiran-pikiran seperti ini yang melintas di kepala kita, “Hmm, kayaknya jadi second wife juga ngga apa-apa. Yang penting kan kaya,” “Banyak sih sifat-sifat dia yang aku ngga suka, tapi mana ada sih orang yang sempurna?” “Aku tahu dia pengguna narkoba. Pelan-pelan aku akan ajak dia untuk berhenti,” “Agama kita beda, tapi apa salahnya?”dsb. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak perlu mempertimbangkan pikiran yang demikian karena pesannya sudah sangat jelas: dia bukan untuk anda. Kalau anda ragu, jangan-jangan dia adalah soulmate anda, tunda dulu untuk berhubungan serius dengannya karena sekarang ini dia belum siap. Jangan takut kehilangan dia. Berdoa dan tanya Tuhan. Kalau dia memang jodoh anda Tuhan pasti akan menyuruh dan membantu dia untuk mempersiapkan diri supaya layak untuk anda. Jika kita harus mempersiapkan diri, bukankah soulmate kitapun juga harus melakukan hal yang sama? &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Memiliki iman dan pengharapan kepada Tuhan juga berarti bahwa kita percaya bahwa Tuhan hanya akan memberi yang terbaik. Karenanya, tidak akan rugi jika kita melewatkan yang &lt;em&gt;less than the best&lt;/em&gt; untuk mendapatkan yang &lt;em&gt;the best&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#9999ff;"&gt;b. Tunjukkan bahwa kita memiliki hati yang mengasihi&lt;/span&gt; sehingga Tuhan percaya bahwa anak yang akan diberikan-Nya kepada kita kelak tidak akan menderita. Kualitas hati kita terlihat dari cara kita menghadapi kejadian di sekitar kita; bagaimana reaksi kita menghadapi orang yang menyakiti hati kita, orang yang menyebalkan, orang yang berbohong, yang menipu kita, atau yang sedang sharing kebahagiaannya (akankah kita iri?), dsb. Intinya, karena Allah mengasihi anak-anak-Nya tanpa syarat, Iapun ingin kita mengasihi mereka dengan cara yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Karena itu belajar dan terus belajar untuk mengasihi siapa saja, termasuk orang yang menurut kita tidak masuk hitungan. (Mat. 25:40) Dengan demikian ketika mengucapkan janji nikah kelak, kita tidak merasa ragu. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;c. Terus mengembangkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gali potensi diri dan kembangkan sehingga ketika soulmate itu datang, banyak yang bisa kita share - bukan hanya dalam bentuk materi tetapi termasuk juga pengalaman, pengetahuan serta nilai-nilai yang kita dapat dalam pergumulan ketika kita berusaha meraih apa yang kita impikan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Penting sekali bagi kita untuk terus menerus mengembangkan diri, bukan hanya untuk kebaikan kita sendiri, tetapi juga supaya ketika &lt;strong&gt;yang terbaik&lt;/strong&gt; datang, kita merasa layak untuk menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;2. Percaya bahwa Tuhan hanya akan memberikan yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan memberi motivasi kita untuk mempersiapkan juga yang terbaik. Banyaknya perkawinan yang tidak bahagia salah satunya adalah karena kita tidak tahu bahwa ketika Tuhan memberi, Dia hanya akan memberi yang terbaik. Kalaupun kita tahu, kita tidak yakin kita layak menerimanya sehingga di tengah jalan kita menyerah dan mau menerima pasangan yang kualitasnya biasa-biasa saja bahkan banyak yang ternyata sangat jauh dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259806763278846386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6WYjBuybI/AAAAAAAAAfM/0y8-pD2o-zc/s320/a+family+-+father,+mother+and+son+on+a+swing.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sama sekali tidak sedang merendahkan mereka yang memiliki kualitas demikian. Tetapi coba kita pikirkan ini baik-baik: ketika kita mencari pasangan hidup, di surga sana calon anak-anak kita berseru, “Ma, tolong carikan aku papa yang terbaik menurut mama ya.” Atau, “Pa, tolong carikan aku mama yang terbaik menurut papa.” Tegakah kita untuk menganggap enteng pesan ini? Kebahagiaan mereka kelak sangat ditentukan oleh usaha kita sekarang. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Anak teman saya sering mengatakan kepada mamanya, “Aku ngga’ pernah bisa ngerti, kenapa mama memilih laki-laki kayak papa untuk jadi suami.” Ada kegetiran dalam nadanya ketika mengucapkan kata-kata itu. Ini jugakah yang kita ingin dengar dari anak-anak kita? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;3. Miliki apa yang ingin kita dapatkan dari pasangan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bermacam-macam manusia tinggal di bumi ini, dengan segala sifat dan kebiasaan mereka. Salah satu dari mereka adalah seseorang yang kelak akan jadi pendamping hidup kita. Untuk tahu siapa jodoh kita, terlebih dulu kita harus tahu siapa diri kita. Mengapa demikian? Mari kita perhatikan gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6XRiY8kAI/AAAAAAAAAfk/kj-O-s9EQa8/s1600-h/a+pair+of+baby+shoes.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6nEAWAtjI/AAAAAAAAAgE/DB7Ls1IfDYQ/s1600-h/hairy+shoes[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259825102068954674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6nEAWAtjI/AAAAAAAAAgE/DB7Ls1IfDYQ/s200/hairy+shoes%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasti anda setuju dengan saya bahwa ini adalah gambar sepasang sepatu. Darimana saya dan anda tahu bahwa mereka memang pasangan yang tepat? Bisakah anda menemukan pasangannya jika saya memberi anda salah satu sepatu tersebut? Mengapa anda begitu yakin tidak akan tertukar dengan sepatu yang di bawah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6XRyWO4lI/AAAAAAAAAfs/PpOz22kS0zk/s1600-h/A+Pair+of+boots.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259807746643911250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6XRyWO4lI/AAAAAAAAAfs/PpOz22kS0zk/s200/A+Pair+of+boots.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu juga dengan soulmate. Jika kita ingin mendapatkan soulmate dengan kualitas tertentu, milikilah kualitas tersebut dalam diri kita. Jika kita ingin memiliki soulmate yang taat pada Tuhan, belajarlah kita untuk taat kepada Tuhan. Jika ingin soulmate yang sabar, belajarlah untuk sabar. Jika ingin soulmate yang pekerja keras, jadilah kita pekerja yang keras, dsb. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Soulmate bukanlah orang yang bertugas mengisi kekosongan kita – karena saya emosional maka soulmate saya harus sabar, saya pendiam dia harus rame, saya malas soulmate saya harus rajin. Bukan, bukan demikian. Hubungan yang semacam itu lama kelamaan melelahkan dan menyebalkan. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Soulmate adalah orang yang punya kapasitas untuk menerima pemberian kita dan kita adalah orang yang memiliki kapasitas untuk menerima pemberian soulmate kita. Ia adalah orang yang bisa melihat potensi dalam diri kita, bahkan yang masih tersembunyi, dan mendukung kita maju untuk mengembangkannya, bukannya iri dan kemudian menghalangi apalagi melarang. Ia juga orang yang mau menyediakan dirinya untuk tempat kita bersandar ketika kita jatuh dan lemah karena ia tahu kitapun akan melakukan hal yang sama ketika dia perlu dikuatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari perhatikan gambar kedua roda gerigi di bawah ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259806772203173314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px; TEXT-ALIGN: center" height="200" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SP6WZERdNcI/AAAAAAAAAfc/upq13nXDQos/s320/two+metal+gears.jpg" width="257" border="0" /&gt;Bayangkan seandainya gerigi-gerigi kedua roda tersebut ukurannya tidak sesuai, bisakah mereka berputar secara harmonis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Allah begitu indah. Ia memikirkan segala sesuatunya sampai sekecil-kecilnya. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4296205943048245653?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4296205943048245653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4296205943048245653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4296205943048245653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4296205943048245653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/10/seri-pacaran-6-menyambut-soulmate.html' title='Persiapan Menyambut Soulmate (1)'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/STxt2fjnB1I/AAAAAAAAAq0/CCUBmIkN2zg/s72-c/Prince+William.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-8725446012406332616</id><published>2008-10-05T23:11:00.010+07:00</published><updated>2008-12-23T07:18:00.621+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran: 5. Sakitnya Patah Hati</title><content type='html'>Siapa sih yang suka diputus pacar? Mengapa tidak semua orang langsung ketemu soulmate, menikah dan hidup bahagia selama-lamanya? Mengapa harus ada perselisihan, pertengkaran, putus cinta, patah hati dan sakit hati?&lt;br /&gt;Jawaban dari pertanyaan diatas sama dengan jawaban untuk pertanyaan: mengapa kita harus hidup di dunia ini kalau hanya untuk susah? Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan? Dan saya rasa semua orang sudah tahu bahwa salah satu jawabannya adalah karena kita datang ke dunia ini untuk belajar, &lt;em&gt;to attend the school of life.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa diputusin pacar? Saya rasa banyak sekali. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Berdamai dengan ketertolakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDZIK3xj9I/AAAAAAAAAk4/b-XtecLK2w0/s1600-h/rejection+-+feeling+rejected.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269450298403950546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 172px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDZIK3xj9I/AAAAAAAAAk4/b-XtecLK2w0/s200/rejection+-+feeling+rejected.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana mungkin? Ditolak itu kan sakit! Memang, tetapi sayangnya semua orang mau tidak mau harus mengambil pelajaran yang bernama ketertolakan (rejection) ini. Mari kita ingat-ingat dalam situasi apa saja kita pernah ditolak? Kalau tidak ditolak pacar, ya ditolak perusahaan seperti lamaran tidak diterima, dipecat, dimutasi ke tempat yang tidak menyenangkan, orang lain yang dipromosikan padahal kita merasa lebih &lt;em&gt;capable&lt;/em&gt;, dsb. Atau melalui interaksi kita dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari seperti ide kita ditolak, perasaan kita diabaikan, permintaan kita tidak ditanggapi, tidak diterima oleh kelompok yang ingin kita masuki karena dianggap tidak selevel, dsb. Bisa juga ditolak orang tua – diperlakukan seperti anak tiri, pendapatnya tidak dihargai, tidak diterima seperti apa adanya, dibeda-bedakan, diusir, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah, meskipun seandainya kita tidak pacaran, kita tetap akan bertemu dengan yang namanya ketertolakan. Sementara itu kalau kita telah mempelajarinya ketika pacaran, pengetahuan yang kita dapat akan berguna bukan hanya dalam kehidupan per-cinta-an tetapi bisa kita pakai di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagaimana caranya berdamai dengan ketertolakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, penolakan adalah hal yang biasa. Artinya, semua orang pasti pernah mengalaminya dan bagi yang belum, ini hanya masalah waktu saja. Egolah yang mengatakan bahwa ini hal yang luar biasa. Ego yang tugas utamanya melindungi gambar diri tuannya melihat penolakan sebagai ancaman karena mengandung pesan bahwa tuannya tidak lagi yang terbaik. Perhatikan kalimat-kalimat yang muncul di kepala ketika kita ditolak, “Emang kurangku dimana sih?” “Aku mesti gimana lagi, semuanya sudah kulakukan!”, “Dia ga’ pernah mau melihat kelebihanku, yang dilihat cuma kekuranganku mulu.” “Sebegitu burukkah penampilanku?” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kita tidak akan bisa tenang kalau pikiran kita termakan oleh kekhawatiran ego. Berhati-hatilah, karena semakin kita ikuti kata-katanya, semakin dalam kita mengecilkan diri sendiri- “Memang sudah nasibku begini,” “Aku dilahirkan memang hanya untuk disakiti,” “Semua usahaku sia-sia. Aku memang ditakdirkan untuk gagal,” “Aku memang ngga’ bakalan bisa berhasil,” “Emang aku ini pembawa sial,” dan lebih parah lagi kalau kita mulai mengecilkan kasih Tuhan; “Kok Tuhan tega sih membiarkan ini terjadi?” “Tuhan jahat. Percuma saja tiap hari aku berdoa,” “Tuhan tidak peduli,” “katanya Tuhan mengasihi umat-Nya, mana buktinya?” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDZ-Jo4ADI/AAAAAAAAAlA/7x8NziPfBYw/s1600-h/Rejection+-+commiting+suicide.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269451225785958450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDZ-Jo4ADI/AAAAAAAAAlA/7x8NziPfBYw/s200/Rejection+-+commiting+suicide.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya tidak mengatakan ego itu jelek. Kita justru wajib berterima kasih karena kerajinannya dalam mengingatkan kita ketika dirasanya ada bahaya. Hanya saja kalau kita biarkan ia memimpin, kita akan dikuasainya. Dan ini berbahaya karena ego hanya bisa mengenali bahaya tetapi tidak memiliki jalan keluar karena itu kata-katanya selalu menyuarakan ketakutan. Mengikuti jalan pikiran ego tidak akan pernah bisa memecahkan masalah. Sebaliknya, akan membuat kita semakin panik. Lama-lama stress atau depresi dan kalau sudah kalut sekali bisa-bisa bunuh diri. Jadi sekali lagi, hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;Beberapa langkah untuk berdamai dengan ketertolakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Tenangkan pikiran&lt;/span&gt;. Pada awalnya pasti sangat susah. Hati yang tertolak adalah seperti rumah yang sedang digoyang badai. Tidak stabil dan sepertinya sangat mudah ambruk. Dalam situasi seperti ini sangat &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDfIQsdCvI/AAAAAAAAAlQ/IMdikVLdtiI/s1600-h/Cryingwoman.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269456897036847858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDfIQsdCvI/AAAAAAAAAlQ/IMdikVLdtiI/s200/Cryingwoman.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dianjurkan untuk tenang. Tidak perlu melakukan apa-apa. Kalau masih belum bisa menguasai pikiran (maunya cari-cari kesalahan dan kejelekkan dia) dan perasaan masih sulit dikendalikan (pinginnya njerit, marah, nangis, tersinggung, kecewa, dsb) tidak apa-apa. Ini proses wajar. Semua orang yang tertolak mengalami hal yang sama. Yang penting, jangan mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, apalagi mencari pacar pengganti. Ini berbahaya. Berusaha memecahkan masalah dalam keadaan seperti ini adalah seperti berusaha menegakkan rumah yang sedang digoyang badai. Percuma dan bisa jadi malah membuatnya semakin cepat roboh. Lebih baik cari cara untuk menenangkan diri sambil menunggu badai reda. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDc5G6FyrI/AAAAAAAAAlI/VKKjnpIannI/s1600-h/Praying+-+a+girl+with+some+sparks.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269454437688396466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDc5G6FyrI/AAAAAAAAAlI/VKKjnpIannI/s200/Praying+-+a+girl+with+some+sparks.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;b. &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Setelah tenang, mulailah menata hati dan pikiran&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Hentikan usaha untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Percaya bahwa jika Allah mengijinkan hal ini terjadi pasti Allah mempunyai rencana yang baik untuk kita. Terima kenyataan bahwa ditolak itu sakit dan ijinkan kita merasakannya. Jangan ditengking dan jangan dihindari tetapi kita hadapi saja karena justru disinilah pelajarannya. Bapa kita yang baik ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita dirancang untuk menguasai perasaan kita. Artinya, seberapa pedih dan sakit perasaan itu, Bapa menjamin bahwa kita tidak akan bisa dikalahkannya. Karena itu, untuk mengetahui bahwa kita memang lebih besar dari perasaan kita, mari hadapi saja. Percayalah, ketika kita ijinkan diri kita merasakan sakit hati ini dengan tenang, kita memegang kendali atas perasaan tsb. Kita akan melihat bahwa penolakan itu memang menyakiti hati tetapi tidak menguasai pikiran apalagi mendikte langkah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Berdoa dan mengucap syukur&lt;/span&gt; karena telah diijinkan mengalami hal ini. Sakit yang kita rasakan mengajarkan kita banyak hal, salah satunya adalah kasih. Orang yang sudah tahu sakitnya ditolak dan berhasil menguasai perasaan ini biasanya lebih bisa memahami mereka yang mengalami hal yang sama. Ia akan gampang bersimpati, sabar dan tidak mudah menghakimi ketika melihat saudaranya masih bergumul dengan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sama sekali &lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;tidak dianjurkan untuk melarikan diri dari persoalan&lt;/span&gt; dengan cara menyibukkan diri atau melakukan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian karena ini berarti kita menghindari pengalaman tersebut, kecuali kita memang sama sekali tidak siap untuk melihat pengalaman ini. Tetapi jangan terlalu lama. Sekali lagi, ini adalah mata kuliah yang harus kita ambil di sekolah kehidupan ini. Meskipun hati kita bisa agak terhibur, lari dari persoalan sama saja dengan menunda pelajaran yang sudah dirancang dan diberikan kepada kita. Cepat atau lambat kita pasti akan mengalami lagi, dengan pelajaran yang mungkin lebih susah atau lebih menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2. Memperbaiki Gambar Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDhdkjO2kI/AAAAAAAAAlY/Z1541S40zoE/s1600-h/Broken+heart+-+throw+it+in+the+garbage+bin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269459462167386690" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDhdkjO2kI/AAAAAAAAAlY/Z1541S40zoE/s200/Broken+heart+-+throw+it+in+the+garbage+bin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pacaran adalah alat yang sangat cocok untuk mengetahui konsep gambar diri kita yang sebenarnya. Ini terlihat dari pandangan kita mengenai siapa kita di hadapan sang pacar. Latar belakang keluarga sangat mempengaruhi gambar diri kita. Gambar diri yang sehat adalah gambar diri sesuai yang difirmankan Allah, diantaranya adalah bahwa kita ini berharga sehingga layak untuk dikasihi, dihargai, dilindungi, diperhatikan, didengarkan, dihormati, dipercaya, dsb, karena kita adalah anak-anak Allah, Bapa yang Maha Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkecil hati kalau pacar (atau mantan) tidak bisa memperlakukan kita secara demikian tetapi tanamkan keyakinan bahwa berharap kepada Allah tidak akan pernah mengecewakan. &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Bagi ego, kekalahan adalah kematian.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Jadi ketika dilihatnya sang tuan terpuruk karena dikalahkan oleh sakit hatinya, ego akan mulai menyanyikan lagu-lagu kematian. Waspadai pikiran yang melintas mengatakan kalimat-kalimat seperti ini, “Aku merasa sama sekali tidak berharga. Begitu saja dicampakkan setelah tidak dibutuhkan, “ “Aku memang pantas untuk dibuang,” “Aku memang manusia tidak berguna. Selama ini aku mengira aku masih layak untuk dicintai. Ternyata itu semua cuma mimpi,” dst. Biarkan dulu pikiran tersebut melintas. Tidak usah ditanggapi. Setelah itu baru katakan kebenaran mengenai siapa kita. “Biarlah orang tidak bisa menghargai aku, tapi aku percaya di hadapan Bapa aku adalah anak-Nya yang berharga.” “Biarlah orang merendahkan aku, tapi aku percaya Bapa akan meninggikan aku.” “Biarlah orang menghina aku, tapi aku percaya Bapa akan membelaku,” dst. Cari ayat-ayat di Alkitab yang menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;3. Mengampuni&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253704187824957474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 226px; CURSOR: hand; HEIGHT: 170px; TEXT-ALIGN: center" height="184" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SOjoH55J6CI/AAAAAAAAAbM/C7-2xBU4qGs/s320/Valentine.jpg" width="280" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari mengampuni adalah melupakan atau lebih tepatnya kita tidak lagi sakit hati ketika mengingat peristiwa tsb. Tetapi mengampuni sendiri tidak sama dengan melupakan. Jadi jangan khawatir jika kita tidak bisa melupakan pengalaman yang menyakitkan ini. Mengampuni adalah mengakui bahwa Allah, Bapa kita yang Maha Pengasih, mengetahui dan mengijinkan pengalaman ini untuk terjadi. Bapa melihat, mengawasi dan peduli dengan apa yang terjadi. Ia juga tahu bahwa pengalaman ini menyakitkan tetapi Ia ijinkan terjadi karena Ia ingin menjadikan anak-Nya kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, jika sesuatu Allah ijinkan terjadi, ada kesempurnaan dalam kejadian itu. Siapa kita untuk mengubah jalan ceritanya? Sekarang, ketika hati sedang hancur dan pikiran sedang kacau, kita memang tidak bisa melihat kesempurnaan tersebut. Tetapi nanti setelah kita menguasai pelajarannya, percayalah, kita akan melihat betapa indah dan sempurnanya kasih Bapa. Banyak orang besar dan berhasil mengatakan bahwa bahkan seandainya mereka bisa, mereka tetap tidak akan merubah satu kejadianpun di masa lalunya, meski itu sangat pahit sekalipun. Alasannya adalah bahwa masa lalu yang sulit itulah yang telah menjadikan mereka besar dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu supaya hati tidak terus-terusan nyeri ketika ingat wajah sang mantan, selalu katakan, “Aku mengasihimu. Terima kasih karena telah memungkinkan aku mengambil pelajaran ini.” Lakukan hal yang sama setiap kali terlintas kata-kata atau perbuatannya yang menyakitkan. Dengan cara ini kita tidak melihatnya sebagai musuh melainkan sebagai seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin kasih itu indah. Dengan memilih untuk tetap mengasihi apapun yang terjadi, kita menjaga keindahan kasih itu. (A&amp;amp;S)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-8725446012406332616?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/8725446012406332616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=8725446012406332616&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/8725446012406332616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/8725446012406332616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/10/seri-pacaran-5-sakitnya-patah-hati.html' title='Seri Pacaran: 5. Sakitnya Patah Hati'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SSDZIK3xj9I/AAAAAAAAAk4/b-XtecLK2w0/s72-c/rejection+-+feeling+rejected.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-1932636175735511095</id><published>2008-09-16T15:53:00.019+07:00</published><updated>2009-07-13T08:54:52.993+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran: 4. Mengapa Cemburu Itu Sakit?</title><content type='html'>Rahasia sukses dalam hubungan adalah kalau kita bisa mengendalikan perasaan. Perlu digaris bawahi, mengendalikan perasaan tidak sama dengan mengatur tindakan karena kalau kita telah bisa menguasai hati dengan sendirinya tindakan kitapun akan bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan di atas, mengapa cemburu itu sakit? Rasa sakit bisa selalu dilihat sebagai alat untuk menarik perhatian kita. Bayangkan seandainya cemburu itu tidak sakit, kita tidak akan tahu kalau ada yang tidak beres dalam hubungan kita dengan pacar. Akibatnya kita tidak bisa mencegah hal-hal yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Jadi saya rasa, pertanyaan yang lebih tepat adalah bagaimana mengatasi rasa sakit akibat cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Darimana datangnya cemburu?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246542372831116194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 303px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px; TEXT-ALIGN: center" height="236" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SM92fZ-iO6I/AAAAAAAAAZs/M81s8P9Csl4/s400/jealousy+2+-+man+and+woman+toasting.bmp" width="323" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amati ketika seseorang cemburu, reaksi pertama yang sering muncul adalah menyalahkan orang ketiga. Tindakan berikutnya adalah berusaha untuk menjauhkan orang tersebut dari sang pacar. Sayangnya ini bukan cara efektif untuk menghilangkan kecemburuan. Bahkan sebaliknya, kita akan semakin rentan terhadap bahaya yang satu ini. Tiap kali ada orang dekat-dekat pacar, pikiran kita langsung curiga, jangan-jangan peristiwa dulu terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu adalah pesan yang dikirim ego karena merasa terancam (baca posting &lt;em&gt;"The Battle of the Egos&lt;/em&gt;"). Ia mengatakan, “Kamu bukan lagi yang terbaik (terpenting, tercantik/terganteng, terkaya, terhebat, paling menarik ....dsb.) bagi pacar kamu. Buktinya, dia melirik laki-laki/perempuan lain.” Ini menyakitkan hati kalau kita mempercayainya. Dengan kata lain, rasa sakit itu muncul bukan karena adanya orang ketiga melainkan karena kita percaya bahwa kita sedang terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246542376592117266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 194px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px; TEXT-ALIGN: center" height="264" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SM92fn_OjhI/AAAAAAAAAZ8/Wg2BuVvfM88/s400/jealousy+5.bmp" width="285" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Langkah-langkah untuk mengendalikan cemburu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Rubah skenario ego dengan skenario kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang ketiga ada dalam hubungan kita, &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;ego melihatnya sebagai ancaman sementara kasih melihatnya sebagai ujian&lt;/span&gt;. Seperti seorang Bapa yang sayang sekali kepada anak-Nya, Allah yang sangat peduli dengan keberhasilan perkawinan kita kelak sedang memberi kita kesempatan untuk melihat siapa diri kita dan siapa pasangan kita. Hal ini akan mempermudah kita menentukan apakah dia memang orang yang akan kita pilih untuk menjadi pasangan hidup kita kelak atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pertanyaan yang harus dijawab dalam ujian ini. Yang pertama untuk yang hatinya sedang berpaling kepada orang ketiga. Pertanyaannya, “Yang manakah yang lebih berharga bagimu; hubunganmu dengan pacarmu atau kemungkinan yang kau miliki bersama orang (ketiga) ini?” Yang kedua untuk yang sedang diduakan. Pertanyaannya, “Maukah kamu memberi kesempatan kepada dirimu sendiri dan pacarmu untuk menimbang-nimbang dengan tenang apakah ia memang orang yang ingin kau jadikan pasangan hidupmu atau tidak ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering dengar, hidup adalah pilihan. Jadi pilihlah hanya yang benar. Hindarkan untuk percaya kepada skenario bahwa pacar kita sedang mengkhianati kita. Ini berbahaya karena hati kita pasti semakin terbakar. Akibatnya reaksi kitapun tidak proporsional. Tetapi tenanglah dan terus tanamkan kepercayaan bahwa Allah tetap bahkan lebih menyertai kita dalam ujian ini. Saya percaya tidak ada satu kejadianpun yang tidak dirancang Allah untuk kebaikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sakit mengetahui adanya orang ketiga dalam hubungan yang sedang kita bina tetapi sabar ya, percayalah, lebih sakit lagi kalau hal ini terjadi ketika kita sudah menikah dan memiliki anak. Selama masih pacaran, jalan kita masih panjang. Kita masih bebas memilih. Tersedia banyak waktu dan kesempatan untuk memilih hanya pasangan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;2. Mengarahkan pikiran kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yang membuat kita semakin terbakar cemburu adalah ketika pikiran ini kita biarkan kemana-mana. Hati yang sakit akan menarik pikiran-pikiran negatif. Dibawah ini saya kutipkan kata-kata seorang wanita yang sedang cemburu.&lt;br /&gt;“Jangankan liat mukanya, dengar suaranya aja aku benci. Suaranya yang sok dibikin manja... hiii... geli banget. Kalau denger dia ketawa ..... rasanya aku pingin nampar itu mulut. Udah keras cempreng lagi. Dimana sih menariknya cewek itu? Heran, mau-maunya cowokku sama dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita ikuti kebencian kita, semakin banyak kejelekan yang kita lihat dan semakin panas hati kita. Seperti bola salju yang menggelinding, lama-lama makin besar dan semakin besar hingga akibatnya bisa semakin merusak. Justru di saat hati sedang panas seperti ini kita harus berhati-hati. Seperti orang yang sedang mengemudi dan menyadari telah salah jalan, langkah pertama adalah berhenti dan kemudian berbalik arah (Ini jalanan di luar kota bukan di Jakarta:)) Begitu juga kita yang sedang terbakar cemburu. Diam. Hentikan apapun yang sedang kita pikirkan. Kita rendahkan diri di hadapan Tuhan dan katakan bahwa kita tidak tahu rencana Allah dibalik semua ini. Meski berat, arahkan hati dan pikiran kita untuk percaya bahwa Allah mengasihi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;3. Menerima apapun yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246542376216765138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px; TEXT-ALIGN: center" height="298" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SM92fmlvItI/AAAAAAAAAZ0/T5l7ZQrIKKo/s400/jealousy+4.jpg" width="289" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Jika akhirnya ternyata pasangan kita memilih orang ketiga, terima pilihan ini dengan keyakinan bahwa ini adalah keputusan yang terbaik. Hindari pikiran-pikiran yang mengatakan, “Aku tidak cukup baik untuknya.” “Ia telah membuang aku.” “Apa yang kurang dariku?” dsb. Ganti pikiran-pikiran tersebut dengan kebenaran bahwa Allah mengasihi kita. Dulu ketika saya ada dalam posisi ini saya memikirkan bahwa Allah mengijinkan semua ini terjadi karena Ia tidak iklas jika anak yang Ia kasihi dan yang Ia perlakukan dengan lemah lembut dan hati-hati ini jatuh ke tangan seseorang yang tidak bisa mengasihinya secara penuh. Karenanya meski hati ini sakit, saya masih bisa mengucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. (Yes.: 40:11) &lt;/em&gt;&lt;p&gt;Saya percaya kasih itu indah. Kita bisa membuat keindahannya semakin memancar justru di saat kita mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan. (A&amp;amp;S)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-1932636175735511095?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/1932636175735511095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=1932636175735511095&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1932636175735511095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/1932636175735511095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/09/seri-pacaran-4-mengapa-cemburu-itu.html' title='Seri Pacaran: 4. Mengapa Cemburu Itu Sakit?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SM92fZ-iO6I/AAAAAAAAAZs/M81s8P9Csl4/s72-c/jealousy+2+-+man+and+woman+toasting.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-6921173054748509224</id><published>2008-09-03T11:53:00.017+07:00</published><updated>2008-12-29T08:52:58.090+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran: 3. The Trick is Called Manipulation</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SL4n3aDbAAI/AAAAAAAAAX0/FNoCnRcqTk0/s1600-h/75_1024+-+tree+at+edge+of+grassy+lawn.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saya dulu sering bingung dengan masalah hubungan antar manusia. Banyak hal yang saya pelajari dari orang-orang di sekitar saya sepertinya tidak bisa diterapkan dalam kehidupan yang sebenarnya. Misalnya, orang tua saya sering mengatakan bahwa kalau saya baik maka orang akan sayang kepada saya. Ketika pacaran, sayapun berusaha untuk menjadi pacar yang baik; pengertian, tidak gampang curiga, tidak cemburuan, menjadi pendengar yang baik, menjaga perasaan, menunjukkan bahwa saya mengasihi dia, tidak bicara dan bersikap kasar, tidak cerewet, mengormati, tidak mengkritik keluarganya, dsb. Intinya menurut saya, saya adalah pacar yang baik. Tentunya saya berharap dia juga akan baik terhadap saya. Tetapi yang terjadi tidak selalu demikian. Sering kali pacar justru tidak melihat kebaikan-kebaikan saya. Dia terus menuntut, sepertinya apapun yang saya lakukan tidak pernah cukup di matanya. Belakangan seseorang memberitahu saya bahwa ternyata pacar saya dulu itu adalah seorang manipulator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Apakah Manipulasi Itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus Longman, memanipulasi berarti dengan tipu daya mempengaruhi seseorang untuk berpikir dan bertindak menurut yang kita ingin mereka lakukan. Manipulasi adalah trik yang dilakukan oleh ego sebagai pertahanan diri mengantisipasi hukum &lt;em&gt;survival of the fittest&lt;/em&gt;. Dalam pandangan ego, yang kuat dan bisa bertahan hanya mereka yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengatur orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Love relationship dan Ego&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesadaran ego, love relationship bukan merupakan realita dua orang yang bergabung menjadi satu - satu keberadaan satu tujuan melainkan salah satu dari dua orang harus mati supaya hanya ada satu keberadaan dan satu tujuan. Karena itu hubungan yang dikuasai ego banyak diwarnai oleh pertengkaran dan peperangan untuk menentukan siapa yang harus mati; siapa yang pendapatnya tidak perlu didengarkan, yang perasaannya tidak perlu diperhitungkan, yang keberatan-keberatannya tidak perlu dihiraukan, dan yang kehormatannya tidak perlu dijaga, supaya hanya ada satu penguasa dalam hubungan tersebut yang didengar, dihormati dan dipatuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Love Relationship dan Manipulasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak dong jadi yang berkuasa,” kata anak ketiga saya agak nyolot. Tidak juga karena sebetulnya tidak selamanya yang berkuasa akan tetap berkuasa sebab tidak ada satu orangpun yang mau merelakan dirinya dikuasai oleh orang lain. Dari sinilah muncul ilmu manipulasi – ilmu untuk menguasai dan mengendalikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kita sudah dikuasai pacar kita, misalnya, bagaimana supaya kita bisa melepaskan diri?” tanya anak saya lagi. Seperti orang berkelahi, mungkin kita belum bisa melepaskan diri tetapi kita bisa ganti menguasai orang tersebut. Contoh, Kevin merasa Wendy terlalu mengatur kehidupannya. Gadis yang sudah dipacari setahun lebih itu menempatkan diri seolah-olah dialah &lt;em&gt;the boss of the relationship&lt;/em&gt; – semua kata-katanya harus dituruti, semua keinginannya harus diikuti. Sampai suatu ketika Kevin tidak tahan lagi dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Tanpa diduga ternyata Wendy menangis dan memohon supaya Kevin tidak pergi. Menurutnya, Kevinlah satu-satunya orang yang bisa mengerti dia. Wendy berjanji akan merubah sikapnya asal Kevin tidak pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam ilustrasi diatas, Wendy kah yang lebih kuat? Wendy kah yang menguasai Kevin? Ternyata, sikap bossy Wendy akhirnya gagal mengikat Kevin. Sementara itu, justru sikap Kevin yang penurutlah yang membuat Wendy tidak bisa lepas darinya. Awalnya Kevin tidak tahu kalau ternyata dalam kelemahannya ternyata dia justru memiliki posisi kuat. Tetapi setelah Wendy menunjukkan ketergantungannya, saya yakin Kevin merasa seperti tercerahkan dan kedepannya ia akan menggunakan jurus ini untuk menguasai wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tanpa disadari, sejak kecil kita semua sudah belajar manipulasi. Seorang anak yang tiap kali merengek keinginannya dituruti akan terus memakai cara ini untuk mendapatkan apa yang dikehendaki. Ada juga yang sampai tingkat parah yaitu membuat dirinya sakit tiap kali keinginannya ditolak. Anak belajar dari reaksi orang-orang di sekitarnya. Ketika sebuah cara dilihatnya berhasil ia akan terus memakainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jadi jangan beranggapan bahwa manipulasi itu selalu dilakukan dengan sadar. Sedihnya, kebanyakan tidak. Seorang teman pernah memiliki pacar yang sebetulnya super manipulative. Cara yang ia lakukan adalah dengan menjadikan dirinya pelayan bagi kekasihnya. Ia perlakukan kekasihnya seolah-olah seseorang yang paling berharga sedunia tetapi sebetulnya ini hanya cara dia untuk mengikat teman saya ini. Pacar teman saya ini memainkan perannya dengan mulusnya sampai teman saya benar-benar terbuai. Tetapi ternyata sebetulnya di dalam hatinya pacar teman saya ini benci dengan apa yang dilakukannya. Jika ia mau jujur, ia sakit hati diperlakukan sebagai seorang pelayan. Ia ingin dihargai sebagai kekasih. Sakit hatinya ini sering terungkap pada saat ia marah. Ia bisa sangat kasar dan sering menuduh teman saya tidak tahu diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Anjuran saya adalah untuk tetap waspada. Selalu perhatikan setiap sisi dari penampilan pacar kita dan jadikan itu bahan pertimbangan untuk mengevaluasi karakternya. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah hanya melihat sisi manis pasangan kita dan menutup mata terhadap sikap-sikapnya yang tidak kita sukai. Saya dulu juga membuat kesalahan seperti ini tetapi sekarang saya sudah belajar bahwa Tuhan tidak akan menunjukkan sesuatu kepada kita kalau itu tidak ada gunanya. Jadi apapun yang kita lihat semasa pacaran, jadikan itu masukan untuk menilai pasangan kita - apakah ia calon yang baik untuk pasangan hidup dan ayah dari anak-anak kita. Yang kita cari adalah seseorang yang sepadan - bukan yang menjadikan kita budak bukan pula majikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Contoh umum manipulasi dalam hubungan laki-laki perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh manipulasi terbesar adalah dalam dunia sex dimana laki-laki menyuruh sang pacar melakukan hubungan sex sebagai bukti cinta atau perempuan menggunakan daya tarik seksualnya untuk mengikat laki-laki. Yang terakhir ini biasanya dilakukan oleh perempuan yang sudah berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pihak yang akan menanggung resiko, seorang gadis jarang sekali yang dengan suka rela mau melakukan hubungan sex sebelum menikah. Biasanya mereka lebih memilih pengekspresian kasih yang aman; jalan ke mal, nonton, makan di resto, ke gereja bersama, dsb. Kehidupan sex di negara-negara Barat bisa dijadikan contoh bagaimana manipulasi ini sudah begitu mengakar sehingga banyak gadis remaja disana percaya mereka harus memenuhi tuntutan teman laki-laki mereka untuk bisa diterima. Mempertahankan kegadisan akhirnya mereka anggap sebagai penghalang dalam pergaulan meskipun jauh di lubuk hati mereka selalu dibayangi rasa was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, banyak laki-laki yang sangat lemah ketika dihadapkan pada godaan sex. Pascal, bukan nama sebenarnya, teman dekat saya dan suami pernah curhat. Dia merasa hidupnya selalu disetir oleh pacarnya. Setelah dipancing-pancing akhirnya keluar pengakuan bahwa ia tidak pernah bisa menolak rayuan sang pacar. Dengan getir dia bilang, “I wish I could say no!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai saja aku bisa bilang tidak,” itulah jeritan hati para korban manipulasi. Mereka tahu yang mereka lakukan tidak sesuai dengan nurani tetapi tidak bisa menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Mengapa manipulator bisa mendapatkan mangsa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manipulator yang berpengalaman tahu bahwa seseorang akan merasa nyaman dalam kendalinya jika ada imbalannya. Seorang sekretaris mau dipacari direkturnya yang sudah beristri karena janji promosi, misalnya, kenaikan gaji, atau dijanjikan akan dinikahi. Seorang gadis “rela” menuruti kehendak pacarnya karena dijanjikan tidak akan ditinggalkan. Seorang laki-laki “ikhlas” membelikan pacarnya baju dan perhiasan mahal karena berharap barang-barang ini akan mampu mengikat pacarnya agar tetap setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji dan harapan inilah yang membuat seseorang “dengan suka rela” masuk perangkap, seperti tikus masuk jebakan karena tertarik ikan di dalamnya. Disadari atau tidak, orang tersebut telah menanggalkan kebebasannya (hidupnya) demi imbalan tersebut. Maka ketika janji dan harapan itu ternyata kandas tak terwujud, para korban manipulasi ini sakit hati, merasa dikhianati. Mereka merasa telah mengorbankan diri tetapi tidak mendapat apa yang diinginkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Allah tahu manusia mudah terpedaya oleh permainan ini. Melalui Yesaya Ia mengingatkan, “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yes. 2:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Bagaimana menghindari manipulasi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manipulasi sangat mudah diterapkan kepada orang-orang yang mudah terpedaya oleh permainan kata-kata atau terpesona oleh sikap yang manis. Karena itu penting sekali untuk menjalin hubungan intim dengan Allah supaya kita bisa mendengar tuntunan-Nya. Saya percaya Allah selalu memberi kita peringatan jika ada bahaya mengancam. “Saya merasa tidak damai sejahtera,” begitu orang sering menandai adanya sesuatu yang perlu dihindari.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SL4n3oKfHUI/AAAAAAAAAX8/fB-Pa1cBd_E/s1600-h/Iceberg.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241670852933524802" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 272px; CURSOR: hand; HEIGHT: 178px" height="210" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SL4n3oKfHUI/AAAAAAAAAX8/fB-Pa1cBd_E/s320/Iceberg.JPG" width="272" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti pucuk gunung es, yang kelihatan di permukaan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu lebih baik berhati-hati dari pada harus menanggung akibat yang fatal dan kemudian sakit hati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saya selalu percaya kasih itu indah. Tipu daya dan kasih adalah seperti gelap dan terang. Mereka tidak bisa bersatu. (A&amp;amp;S)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-6921173054748509224?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/6921173054748509224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=6921173054748509224&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6921173054748509224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6921173054748509224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/09/seri-pacaran-4-trick-is-called.html' title='Seri Pacaran: 3. The Trick is Called Manipulation'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SL4n3oKfHUI/AAAAAAAAAX8/fB-Pa1cBd_E/s72-c/Iceberg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-6248481986316283891</id><published>2008-08-21T09:28:00.010+07:00</published><updated>2008-12-30T08:52:52.076+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran:  2. The Battle of the Egos</title><content type='html'>Dulu waktu saya kuliah (and it’s been a long time), saya punya pacar. Kami saling mencintai tetapi waktu itu saya tidak tahu mengapa kami tidak bahagia. Hal ini lama sekali menjadi pertanyaan saya karena menurut saya logikanya adalah: Dua orang yang saling membenci akan menderita sementara dua hati yang mencintai akan bahagia. Begitu keyakinan saya waktu itu. Cukup lama saya pacaran dengan dia. Beberapa kali putus tetapi selalu nyambung lagi karena kami berdua memang tidak ingin berpisah. Kami hanya tidak tahan dengan pertengkaran yang terlalu sering terjadi hingga menguras energi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277413902739997138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ST0j-82GgdI/AAAAAAAAAq8/Z8ke_M0i6dk/s320/the+fight.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami berpisah juga tetapi sejak saat itu saya seperti terobsesi untuk membuka misteri ini: &lt;em&gt;how to have a happy love relationship&lt;/em&gt;. Buat saya ini memang misteri. Ketika menyebut kata “cinta” seharusnya pikiran kita secara otomatis menghubungkannya dengan kata: indah, berbagi, bahagia, fun, kebersamaan, aman, memberi, menerima (bukan mengambil), senyum, hangat, diterima, dilindungi, dihibur, damai, sejuk, rindu, dan sebagainya. Sementara tidak demikian dengan saya waktu itu. Kata ini lebih sering terhubung dengan jengkel, cemburu, marah, egois, terkekang, salah, stress, pusing, ngga ngerti, ngatur, bingung, sebel, kecewa, nangis, sakit hati, sedih, hancur, tidak punya perasaan, dsb. (“Cape deeh....” kata anak kedua saya. Emang!) Pikiran saya selalu mengatakan, &lt;em&gt;“There must be something wrong somewhere.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik (nyelidikinnya juga lama lho) akhirnya saya temukan, ternyata ada sesuatu yang menghambat kita dalam memberi dan menerima cinta. Sesuatu itu namanya Ego. Ego yang adalah pelayan kita, merupakan bagian dari pikiran yang fungsinya untuk mempertahankan gambar diri kita. Cara kerjanya seperti &lt;em&gt;survival instinct&lt;/em&gt;nya binatang, jika terancam akan menyerang untuk mempertahankan hidup. Tentu saja &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; ego bukan mengenai kelangsungan hidup fisik tetapi kelangsungan kehidupan yang mempengaruhi gambar diri tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Arti hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berfilsafat sejenak. Kita merasa hidup jika kita memiliki arti. Seorang nenek, tetangga di kampung halaman, baru-baru ini bunuh diri karena cucu kesayangannya diambil oleh orangtuanya dan tidak boleh diasuh oleh neneknya lagi. Nenek ini bukan satu-satunya yang melakukan hal ini. Banyak orang merasa tidak ada gunanya lagi hidup karena tidak menemukan arti dalam hidupnya. Untuk bisa terus merasa berarti manusia membutuhkan objek untuk mencurahkan perhatiannya. Obyek ini bisa berupa pekerjaan, hubungan seperti keluarga, pacar atau persahabatan, lingkungan, gereja atau organisasi tertentu, dsb. Tugas Ego adalah untuk mempertahankan peran orang tersebut di tempat yang telah dipilihnya. Semakin kuat posisi seseorang dalam hubungan yang dipilihnya, semakin aman egonya sehingga ia tidak mudah terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Ego the Servant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tugas Ego lumayan berat. Ia sangat sadar akan hukum yang berlaku di kehidupan jasmani ini yaitu; &lt;em&gt;the survival of the fittest&lt;/em&gt; (yang kuat yang menang). &lt;em&gt;The fittest&lt;/em&gt; disini tentunya juga termasuk &lt;em&gt;the prettiest, the richest, the highest, the most competent, the smartest&lt;/em&gt;, dsb. Mengingat manusia di bumi ini banyak sekali, Ego sadar bahwa ia tidak bisa menjadi &lt;em&gt;the fittest&lt;/em&gt; selamanya karenanya ia jadi sangat mudah khawatir dan panik. Setiap saat, setiap waktu seseorang bisa mengambil posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelayan, Ego adalah hamba yang sangat rajin. Ia cepat sekali meresponi apa yang tuannya lihat dan dengar. Mari kita lihat contoh cara ego bekerja. Akhir-akhir ini Wulan, sering mendengar pacarnya, Donny memuji Ajeng, teman kantornya. Ego Wulan mengartikan pujian tersebut sebagai tanda bahwa Wulan bukan lagi Donny’s best girlfriend. Ego terancam. Iapun mengirim tanda bahaya ke otak supaya otak mengambil tindakan. Contoh lain, sudah seminggu ini Donar tidak pernah menelpon Santy padahal biasanya paling rajin. Ego Santy terancam, mengartikan hal ini sebagai tanda bahwa Santy sudah bukan orang terpenting lagi dalam kehidupan Donar. Tanda bahaya dikirim ke pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang dilakukan Ego setiap kali merasa terancam ia akan mengirim sinyal bahaya ke otak. Otak kita memiliki program untuk mengahadapi bahaya, baik itu program bawaan yang sudah tertanam di dalam tubuh kita sejak dalam kandungan, seperti survival insting, atau yang kita pelajari dalam kehidupan ini. Tugas kita, sebagai tuan atas ego, adalah untuk tenang sehingga bisa meresponi tanda bahaya tersebut dengan bijaksana. Jika kita tempatkan ego pada posisinya maka ia akan sangat membantu kita. Tetapi jika kita biarkan ego menguasai pikiran kita maka ia bisa merusak seluruh kehidupan kita karena bagi Ego semua manusia di bumi ini adalah saingannya. Jadi baginya mereka adalah musuh yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Ego and Unhappy Love Relationship&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus apa hubungannya antara ego dengan &lt;em&gt;unhappy love relationship&lt;/em&gt;? Dalam sebuah hubungan pastilah banyak terdapat perbedaan – perbedaan pendapat, perbedaan prisip, kemauan, sifat, kebiasaan, status sosial, latar belakang pendidikan, dll. Sesuai dengan tugasnya untuk menjaga gambar diri tuannya sebagai the best, sikap ego dalam menanggapi perbedaan adalah, dia harus menang : pendapatnya harus didahulukan, orang lain yang harus berubah, yang harus mengerti, yang harus menyesuaikan, yang harus mengalah dsb. Jadi pacaran tidak berfungsi sebagai ajang pengekspresian kasih tetapi lebih menjadi medan perang – siapa mengalahkan siapa, siapa menguasai siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran saya dulu tidak bahagia dengan pacar saya. Ketika saya lihat ke belakang, ternyata kami dulu memang masih dalam penjajahan si Ego. Saya bilang penjajahan karena sebetulnya Ego itu kan pelayan kita tapi saya biarkan ia mengatur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Jadi bagaimana supaya pikiran kita tidak dikendalikan Ego?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu trik ego supaya kita tidak berubah adalah dengan mengatakan, “Memang sifat saya begini.” Tidak mau berubah itu memang sifatnya Ego. Karena Ego merasa aman di area yang dia ketahui. Berubah artinya masuk ke area yang baru dan ini sangat menakutkan bagi Ego karena dia tidak tahu medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak mudah dikuasai Ego, kita harus membawa pikiran kita ke tujuan yang lebih tinggi daripada kelangsungan hidup di bumi ini. Kita harus terus menerus belajar untuk meyakini bahwa apapun yang dikhawatirkan oleh Ego telah dijawab semuanya oleh Yesus, juru selamat kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;To win or to be happy?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari saya dan Stephen terlibat pertengkaran hebat dan ia memenangkan pertarungan tersebut. Ia puas sementara saya masuk ke kamar sakit hati. Tapi tidak lama kemudian ia datang meminta maaf, katanya, &lt;em&gt;“I won but now I feel very lonely. Please, don’t be sad, darling. You were not wrong, I was.”&lt;/em&gt; Dr. Phil McGraw, seorang psikolog terkenal dari Amerika menanyakan, “Mana yang anda lebih suka: menang atau bahagia?” Pertanyaan ini cocok sekali menggambarkan apa yang Stephen rasakan waktu itu. Ia bisa menang atas saya istrinya tapi hubungan kami jadi renggang dan itu menyiksanya. Akhirnya ia memutuskan bahwa siapa yang salah dan siapa yang benar bukan hal yang penting lagi. Ia memilih untuk mengasihi istrinya dan bahagia. Ia telah menang atas egonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita taklukkan bukanlah pasangan kita melainkan ego kita masing-masing. Saya percaya kasih itu indah. Jadi jangan biarkan ego menghancurkan keindahannya. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-6248481986316283891?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/6248481986316283891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=6248481986316283891&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6248481986316283891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/6248481986316283891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/08/seri-pacaran-2-battle-of-ego.html' title='Seri Pacaran:  2. The Battle of the Egos'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/ST0j-82GgdI/AAAAAAAAAq8/Z8ke_M0i6dk/s72-c/the+fight.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4080002084152131539</id><published>2008-08-16T22:18:00.010+07:00</published><updated>2008-12-26T22:40:45.174+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran: 1. The Trap Is Called Ignorance</title><content type='html'>Menurut saya dunia percintaan itu dunia yang sangat unik. Selain menawarkan keindahan yang luar biasa, ternyata diam-diam ia bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya; banyak sekali perangkap disitu dan kalau tidak hati-hati mudah sekali untuk terjebak di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan lebay deh ...” kata anak perempuan saya yang kedua. Dia kira saya sedang nakut-nakutin dia supaya tidak pacaran. Saya bilang saya tidak melebih-lebihkan. Ini kenyataan. Kita semua pasti sering dengar kisah-kisah tragis dan pilu dari saudara-saudara kita, bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa karena cinta. “Yang bahagia juga banyak,” sanggah anak saya yang lain. Memang benar dan saya ikut senang kalau lebih banyak lagi pasangan yang bahagia karena pengalaman mereka akan memberi harapan kepada teman-teman kita yang mulai takut dengan cinta karena seringnya terluka . Tulisan inipun saya maksudkan untuk memberi dukungan kepada mereka supaya tidak jera untuk mencintai karena mencintai itu indah, kalau kita tahu rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Masalah Renny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini seorang teman, sebut saja Renny, datang ke rumah untuk curhat. Kelihatan dari mukanya yang kusut kalau ia sedang menghadapi masalah berat. Ia bercerita bahwa sejak setahun yang lalu yaitu sejak ia tahu bahwa ternyata pacarnya, Aldy, sudah beristri, ia telah bertekad untuk memutuskan hubungan mereka. Tetapi sampai sekarang ini mereka masih berhubungan. Renny tahu yang dia lakukan salah. Ia juga sadar bahwa jika istri Aldy tahu mengenai hubungan mereka pasti ia akan sangat sakit hati. Tetapi di sisi lain Renny belum bisa pergi dari Aldy. Ia ingin Aldy saja yang meninggalkan dia. Berkali-kali Renny mencoba bikin ulah untuk memancing kemarahan Aldy supaya Aldy pergi tetapi ternyata Aldy tidak pernah terpancing. Justru sebaliknya, Aldy menanggapi semuanya dengan penuh pengertian dan sabar. Renny jengkel. Sehari sebelum Renny datang ke rumah, Aldy bilang bahwa ia akan menceraikan istrinya supaya bisa menikahi Renny. Teman saya ini bingung sekarang. Menurutnya ini gawat. Ia tidak mau menyakiti istri Aldy tetapi ia masih belum bisa mengakhiri hubungan mereka. “Apa yang harus kulakukan?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah untuk tertantang mengatakan, “Ya sudah, tinggalin aja. Apa sih susahnya? Jangan cari perkaralah!” Mungkin kita heran, kenapa hal yang menurut kita begitu simple dan sudah sangat jelas bisa membuat Renny bingung. Jawabannya adalah, sebagai orang yang tidak terlibat dalam peristiwa tersebut kita orang bebas, tidak ada ikatan emosi dengan peristiwa tersebut. Kita hanyalah penonton, karenanya bisa dengan enteng menasehati. Sangat berbeda dengan posisi Renny. Hati dan pikirannya sedang terjebak. Seperti binatang yang masuk perangkap si pemburu, ia tidak bisa bergerak bebas. Parahnya lagi, Renny tidak melihat jebakan itu apalagi cara kerjanya sehingga bisa melepaskan diri. Yang ia tahu, ketika ia berusaha menjauh dari Aldy ada nyeri yang menusuk hatinya. Karena itu ia harus kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;The trap is called ignorance&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jadi perangkapnya itu apa? Terus gimana caranya supaya ngga masuk kesitu?” tanya anak ketiga saya tidak sabar. Saya tahu dia sengaja nanya-nanya karena sebetulnya dia sudah kepingin pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amati, ternyata perangkapnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangnya pengetahuan akan dunia love relationship&lt;br /&gt;2. Ketidak-tahuan kita bahwa Allah peduli dengan kehidupan percintaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sekolah atau kursus yang mengajari kita tentang pacaran. Meski beberapa orang tua dan gereja yang mulai melihat pentingnya hal ini, lebih banyak yang masih menganggapnya tabu untuk membicarakannya. Padahal begitu menginjak remaja, perhatian anak akan dunia ini sangat besar. Mereka ingin tahu, banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban tetapi tidak tidak tahu bertanya kepada siapa. Bukan hanya menyangkut masalah sex saja (yang ditakuti oleh kebanyakan orang tua) tetapi juga masalah yang menyangkut hubungan itu sendiri. Akibatnya mereka belajar secara otodidak dengan menggunakan bahan acuan yang belum tentu bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Sebagai hasilnya, informasi mengenai dunia per-cinta-an pun simpang siur yang bukannya membuat mereka mengerti malahan jadi semakin bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlihat dari fakta di lapangan. Jangankan yang sedang pacaran, yang sudah menikah sekian puluh tahunpun banyak yang gagap ketika itu menyangkut love relationship. Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus perceraian paling tinggi se Asia Pasifik. Dari data yang dihimpun Pengadilan Agama, setiap tahunnya tercatat lebih dari 200 ribu pasangan bercerai atau dari 100 pasangan menikah, 10 pasang bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya pengetahuan kita akan hubungan laki-laki perempuan membuat banyak orang salah mengartikan apa yang sedang terjadi. Kita ambil contoh kasus teman saya diatas. Renny merasa terperangkap dalam hubungannya dengan Aldy karena mengira bahwa sakit yang ia rasakan ketika menjauh dari Aldy adalah ukuran kedalaman cintanya kepada pacarnya tersebut. Karenanya ia merasa membohongi dirinya sendiri jika ia meninggalkan Aldy. Tepatnya kepada saya dia bilang seperti ini,&lt;br /&gt;"Ga' mungkin aku ninggalin dia. Aku ga' bisa bohongin diriku sendiri kalau aku tu sayang banget sama dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Melepaskan ikatan (detachment)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Renny tidak tahu bahwa sakit hati yang ia rasakan itu wajar. Bukan berarti saya mengecilkan rasa sakit tsb, tetapi mengalami sakit seperti itu adalah proses yang semua orang harus lalui ketika berpisah dengan seseorang yang dikasihi. Namanya dua hati yang telah melekat, pastilah sulit untuk dilepaskan. Pasti akan ada bagian yang terasa terkoyak. Tetapi luka itu bisa disembuhkan yaitu dengan cara memprogram ulang pikiran kita. Awalnya, hati Renny dan Aldy tidak langsung lengket. Dari pdkt hingga resmi pacaran terjadi proses pendekatan hati secara bertahap yang disebabkan oleh pikiran-pikiran mereka. Dengan kata lain, pikiran merekalah (yang di follow up dengan tindakan) yang melekatkan hati keduanya. Dan dengan pikiran pulalah (yang diikuti dengan tindakan) mereka bisa melepaskan ikatan tersebut. Saya tidak bicara mengenai hubungan yang sudah menyangkut hubungan badan. Untuk ini akan kita bicarakan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Detachment yang membawa kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika bersatunya hati terjadi secara bertahap, melepaskan ikatanpun juga butuh waktu. Setiap kali pikiran Renny membawanya untuk kembali lagi ke Aldy, ia harus bisa mengatakan, “Tidak. Allah sudah mempersatukan Aldy dengan istrinya. Aku tidak punya hak memisahkan mereka. Saatnya aku mencari yang lain.” Ini tidak mudah. Yang menjadi hambatan adalah perangkap no.2 - kita tidak tahu bahwa Allah peduli dengan kehidupan percintaan kita. Banyak orang takut melepaskan orang yang mereka cintai karena tidak tahu bahwa Allah akan membantu menyembuhkan luka mereka. Mereka juga tidak tahu bahwa Dia mampu dan mau dengan senang hati memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Ketidak-tahuan ini membuat banyak orang mati-matian bertahan pada sebuah hubungan yang sebetulnya tidak perlu atau bahkan tidak boleh dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Renny bisa melihat bagaimana kedua perangkap itu telah memenjarakan hatinya dan mau belajar meyakini kebenaran firman Allah, ia tidak akan kesulitan memprogram pikirannya untuk &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; dan tidak &lt;em&gt;get stuck&lt;/em&gt; dengan Aldy. Kalau ia bisa konsisten melakukan ini dan tidak terpancing untuk menengok ke belakang, ia akan keluar dari masalahnya sebagai pemenang. Dia juga akan belajar bahwa patah hati, meski sakit, bukan lagi hal yang menakutkan karena ia tahu bagaimana membuat hatinya utuh kembali. Bukan hanya itu, iapun akan memiliki harapan dan berani meyakininya bahwa Allah menyediakan pasangan yang tepat untuk dia, hanya untuk dia tanpa harus berbagi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya kasih itu indah. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4080002084152131539?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4080002084152131539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4080002084152131539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4080002084152131539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4080002084152131539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/08/seri-pacaran.html' title='Seri Pacaran: 1. The Trap Is Called Ignorance'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4308191055651087296</id><published>2008-08-05T22:22:00.002+07:00</published><updated>2008-08-22T15:57:30.268+07:00</updated><title type='text'>Seri Pacaran - PENDAHULUAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://datastore.rediff.com/images/briefcase/6A655A6C6F5B323636/da38x02qmgkcicx8.D0.baby_couple_copy.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://datastore.rediff.com/images/briefcase/6A655A6C6F5B323636/da38x02qmgkcicx8.D0.baby_couple_copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum menjadi dokter, kita perlu kuliah di Fakultas kedokteran. Sebelum menjadi arsitek, kita berlajar sekian tahun di Fakultas tehnik. Begitu juga untuk menjalankan profesi-profesi yang lain, kita perlu belajar lama sebelum akhirnya bisa memiliki profesi tersebut. Mengapa demikian? Karena orang menuntut kualifikasi tertentu bagi seseorang untuk menjalankan profesinya. Hal ini menyangkut masalah seberapa besar kemampuan orang tersebut bisa diandalkan untuk menjalankan pekerjaannya. Karena itu dari universitas mana seseorang mendapatkan ijazahnya juga sangat menentukan pandangan orang mengenai kemampuan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti tidak tenang menyerahkan anggota keluarga yang sakit kepada dokter yang belum jelas reputasinya. Begitujuga jika anda ingin membangun rumah, anda pasti tidak akan serta merta menyerahkan rancangan rumah anda kepada seseorang yang tidak jelas kualifikasinya. Semua ini karena anda tidak mau kelak dirugikan baik secara moral maupun material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan perkawinan, akhir-akhir ini mulai disadari pentingnya persiapan untuk mereka yang hendak menikah. Sibuknya ruang konseling menangani masalah keluarga, semakin meningkatnya angka perceraian serta maraknya kekerasan dalam rumah tangga memicu para pemimpin rohani untuk segera mengambil tindakan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan profesi pacar? Mengapa saya katakan pacar juga sebuah profesi? Sebetulnya kalau kita jujur, seperti profesi yang lain, dibutuhkan standart kualifikasi tertentu bagi seseorang untuk bisa dipercaya menjadi seorang pacar. Kalau kita buka telinga dan melihat sekeliling kita, banyak terdengar kisah pilu terjadi di dunia perpacaran. Banyak dari kita yang lengah, tidak menyadari bahwa seorang pacar yang tidak qualified sangat berpotensi untuk merusak bahkan membinasakan pasangannya baik secara lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergerak oleh banyaknya saudara-saudara kita, bukan hanya wanita melainkan juga laki-laki, yang menjadi korban pacaran, saya ingin sekali mengajak kita semua untuk melihat pacaran sebagai sesuatu yang lebih serius, sesuatu yang memerlukan persiapan matang sebelum terjun kedalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu dalam tulisan-tulisan berikutnya kita akan khusus membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pacaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4308191055651087296?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4308191055651087296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4308191055651087296&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4308191055651087296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4308191055651087296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/08/seri-pacaran-pendahuluan.html' title='Seri Pacaran - PENDAHULUAN'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4455850899205332484</id><published>2008-07-24T20:22:00.005+07:00</published><updated>2008-08-22T15:57:52.304+07:00</updated><title type='text'>When the spark's gone</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SJ7v4LOT2EI/AAAAAAAAAC0/M4VZ6U8HCXs/s1600-h/couple_mug_b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232883565415618626" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px" height="257" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SJ7v4LOT2EI/AAAAAAAAAC0/M4VZ6U8HCXs/s320/couple_mug_b.jpg" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa tidak ketagihan dengan perasaan ketika kita jatuh cinta. Seandainya perasaan itu dapat bertahan terus sepanjang masa, urusan cinta mencinta tidak akan menjadi begitu complicated alias ribet. betapa tidak, ketika jatuh cinta hati ini rasanya ringan tanpa beban. Tiap kali memikirkan si dia, yang ingin kita lakukan adalah menyenangkan hatinya – membelikan sesuatu yang dia suka, ngobrol mengenai topik-topik kegemarannya, pergi ke tempat-tempat yang dia akan enjoy, dlsb. Sepertinya kita sanggup untuk menghabiskan seluruh waktu kita hanya dengan dia. Begitu indahnya perasaan jatuh cinta ini sampai banyak pasangan memutuskan segera menikah tak lama setelah mengenal pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya yang sering terjadi tidaklah selalu seperti yang diharapkan. Banyak yang heran ketika letupan-letupan cinta itu pelan-pelan melemah seiring dengan berjalannya waktu. Perasaan yang membawanya terbang melayang itu sedikit demi sedikit menghilang digantikan oleh perasaan lain yang membawanya turun mendarat ke bumi. Entah kapan dimulainya fokuspun mulai beralih dari bagaimana menyenangkan hati si dia menjadi bagaimana menyenangkan hatiku. Mulaikah kita mengatur – jangan begini jangan begitu, harus begini harus begitu yang intinya adalah bahwa kalau kamu begini atau begitu aku tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji-pujian yang dulu sering sengaja dipersiapakan untuk diucapkan jika ketemu doi mulai jarang terdengar bahkan hilang sama sekali digantikan oleh kritikan atau bahkan membanding-bandingkan. “Kamu sekarang kok begini sih?”, “Kamu selalu saja begitu. Aku tu bosen tahu ga’?” Seorang teman bertanya kepada saya, “Wajarkah hal ini? Atau mungkin ada yang salah dengan hubungan kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya wajar-wajar saja jika perasaan kita berubah setelah beberapa bulan pacaran. Seperti disebut diatas, ketika jatuh cinta perasaan kita terbang melayang. Namanya juga terbang melayang pastilah bukan perasaan yang permanen karena kita memang bukan burung. Seiring dengan berjalannya waktu interaksi kita dengan pacar akan membawa perasaan kita turun. Kita dibawa untuk menghadapi realita yang sebenarnya. Wajar kalau kemudian yang tampak tidak seindah waktu pertama kali kita jatuh cinta. Namun ini bukan berarti sesuatu yang buruk. Ketertarikan yang besar akan si dia membuat mata orang yang sedang jatuh cinta diwarnai oleh fantasi dan hiperbolisasi. Tetapi setelah masa kekaguman itu lewat, matapun kembali normal. Iapun bisa melihat dengan normal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak bijaksana juga kalau kemudian kita membandingkan apa yang dia atau kita lakukan saat pertma jatuh cinta dengan setelah tiga bulan atau setahun pacaran. Pastilah amat sangat berbeda. Yang mana yang lebih menyenangkan? Tergantung prioritas kita apa. Ketika sedang jatuh cinta perasaan kita memang berbunga-bunga tetapi kita belum memiliki kepastian bahwa dia adalah milik kita. Karena itu kita belum merasa aman untuk menjadi diri sendiri – masih jaim atau hanya menampilkan yang baik-baik saja. Setelah hubungan berlangsung sekian lama, sedikit banyak sudah terbukti bahwa kita saling memiliki. Ada rasa aman untuk tampil apa adanya. Karena itu pelan-pelan kita mulai tanggalkan topeng si manis yang kita mainkan. Sambil mewaspadai respon si dia pelan-pelan kita memberanikan diri menampilkan siapa diri kita yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, banyak yang mengartikan bahwa ketika hal ini terjadi berarti cinta mereka sudah pudar. Mitos yang mengatakan bahwa cinta harus disertai oleh perasaan ekstasi seperti ketika pertama kali bertemu membuat banyak pasangan yang sebenarnya sedang memulai proses pengenalan diri lebih lanjut malah mengakhiri hubungan mereka. Mereka tidak tahu bahwa yang mereka alami adalah proses natural dari sebuah proses hubungan. Artinya, semua hubungan harus melalui proses ini. Hubungan yang selalu harmonis dan tidak ada gejolak justru patut dicurigai. Mungkin itu berarti hubungan tersebut belum diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukan hanya mengenai perasaan. Cinta adalah lebih sebagai komitmen untuk bertahan dalam sebuah hubungan. Karena itu cinta hanya akan bisa bertumbuh jika masing-masing menerima perbedaan yang ada dan mendorong yang lain untuk menjadi dirinya sendiri. Dengan demikian tidak ada satupun yang akan merasa terpaksa untuk memelihara komitmen tersebut. Sesuatu yang dipaksakan lambat laun akan dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika anda merasa hati anda tawar terhadap pasangan anda, tidak ada letupan-letupan cinta seperti pertama jatuh cinta, jangan terburu-buru memutuskan hubungan. Cobalah introspeksi terlebih dahulu. Jangan-jangan anda sedang dibawa melangkah ke arah hubungan yang lebih dalam. (A&amp;amp;S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4455850899205332484?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4455850899205332484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4455850899205332484&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4455850899205332484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4455850899205332484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/07/ketika-letupan-cinta-mulai-menghilang.html' title='When the spark&apos;s gone'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SJ7v4LOT2EI/AAAAAAAAAC0/M4VZ6U8HCXs/s72-c/couple_mug_b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-7749152987080443310</id><published>2008-06-29T22:52:00.004+07:00</published><updated>2008-08-11T23:35:21.670+07:00</updated><title type='text'>LOVE HURTS ATAU KASIH ITU INDAH?</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SKBpGD6-6DI/AAAAAAAAADM/2hPEAeOfwXY/s1600-h/Happy+Wedding+Screensaver.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233298319857346610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px; TEXT-ALIGN: center" height="202" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SKBpGD6-6DI/AAAAAAAAADM/2hPEAeOfwXY/s320/Happy%2BWedding%2BScreensaver.png" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Rina sering melihat orang tuanya bertengkar. Tidak jarang pula Rina melihat papanya memukul mamanya. Mamanya hanya bisa menangis ketika hal itu terjadi. Rina sering membela mamanya jika dilihatnya papanya bertindak keterlaluan. Ia heran mengapa mamanya mau diperlakukan seperti itu. Menurut Rina suami istri seharusnya saling mengasihi dan bukan saling menyakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini Rina merasa sudah cukup umur untuk menikah tetapi dia belum memiliki calon pendamping. Tiap kali ingin menjalin hubungan pikirannya selalu dihantui kekerasan yang dialami oleh mamanya. Ia takut mendapatkan suami seperti papanya. Akibatnya, tiap kali ada seorang laki-laki yang mendekatinya dan kelihatan serius, Rina cepat-cepat menjauh.&lt;br /&gt;“Sebetulnya saya ingin sekali bisa mencintai tetapi saya takut,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang takut untuk memulai hubungan karena trauma dengan kata yang satu ini: cinta. Trauma ini bisa berasal dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain - kisah cinta yang tidak bahagia dari orang tua, saudara, teman, tetangga atau pengalaman sendiri. Untuk mengalihkan pikiran dan hati dari keinginan mencintai dan dicintai, banyak yang akhirnya menyibukkan diri dengan hal-hal lain seperti pekerjaan, pendidikan dan hobi misalnya, tanpa menyadari bahwa jam biologisnya terus berjalan seiring dengan bertambahnya umur.&lt;br /&gt;Banyak juga yang nekad jalan terus tetapi pada dasarnya ngeri untuk jatuh cinta dan berkomitmen sehingga ketika merasa hubungan mulai mengarah serius ia cepat-cepat pergi mencari pasangan lain yang mau hanya untuk diajak iseng. Sayangnya sedikit orang yang mau berhenti pada fase iseng. Kebanyakan orang mengharapkan terjalinnya sebuah hubungan yang serius atau yang memiliki tujuan. Selama tidak merubah paradigmanya, si takut cinta ini akan terus menjadi petualang cinta. Seandainya ia menikahpun hatinya tidak akan bisa menetap dengan pasangannya karena pada dasarnya ia takut mencintai.&lt;br /&gt;Atau ada juga yang berdoa meminta Tuhan mengirim jodoh tetapi diam-diam tanpa disadari selalu membentengi diri dan curiga kepada orang yang ingin mendekatinya, takut ia akan dibuat kecewa. Akibatnya, sebelum hubungan berlanjut serius, lebih baik ditolak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dari definisi katanya, cinta adalah sesuatu yang indah, yang bisa membuat hidup seseorang lebih bergairah, bermakna dan bahagia. Orang yang sedang jatuh cinta adalah orang yang murah senyum dan tidak gampang marah, menandakan hatinya sedang berbunga. Jadi bagaimana mungkin hal yang sangat indah dan positif ini bisa menyakiti seseorang? Cintakah yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamupada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkauhidup, baik engkau maupun keturunanmu,” (Ulangan 30:19)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan ayat diatas jelas sekali membedakan antara jalan kematian dan kehidupan, berkat dan kutuk; dan Tuhan menganjurkan kita memilih kehidupan. Artinya, Tuhan ingin kita selamat dan bahagia. Kembali kepada judul diatas, “Love hurts atau Kasih itu indah?” Yang manakah yang kita pilih? Saya anjurkan anda memilih “Kasih itu indah” karena kasih yang seperti ini akan memberi anda kehidupan. Tetapi ini berarti bahwa anda harus siap untuk membuang semua argumentasi anda yang mengatakan bahwa cinta itu menyakitkan karena saya akan membuktikan kepada anda bahwa cinta yang bisa menyakiti itu sebenarnya bukan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasih adalah Bahasa Jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. (1 Korintus 13:1)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih adalah satu-satunya unsur yang membuat perkataan memiliki arti bagi jiwa. Segala perkataan yang diucapkan tidak disertai kasih ditangkap jiwa sebagai sekedar bunyi-bunyi tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari saya pernah bertengkar hebat dengan suami, masing-masing mengajukan argumentasi untuk mengukuhkan bahwa pendapatnyalah yang lebih benar. Tidak ada yang mau mengalah. Pertengkaran semakin memuncak sampai saya hampir tidak bisa menguasai emosi. Takut berakibat fatal, sayapun akhirnya memilih diam yang kemudian diikuti oleh suami. Untuk meredakan emosi saya masuk ke kamar, mengadu kepada Roh Kudus dan meminta Dia membela perkara saya. Saya berdoa sambil menangis karena sakit hati. Tidak tahu berapa lama saya “curhat” dengan Roh Kudus, tiba-tiba mata rohani saya melihat putaran ulang pertengkaran saya dengan suami tetapi kali ini bukan kata-kata yang keluar dari mulut saya melainkan huruf-huruf seperti mainan yang biasa dipakai balita belajar membaca, yang menyembur keluar dari mulut saya dan suami seperti layaknya air mancur. Sama sekali tidak ada satu katapun yang terangkai, hanya huruf a, b, c dst yang berlompatan keluar dari mulut kami dan kemudian berhamburan di lantai. Roh Kudus menunjukkan kepada saya bahwa perkataan kami tidak pernah sampai kepada lawan bicara. Setiap kata yang kami ucapkan, meski dengan keras dan berapi-api hanyalah sekumpulan huruf tanpa makna karena tidak disertai kasih. Telinga jasmani kami mendengar tetapi jiwa kami tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak, menyadari betapa sia-sianya “komunikasi” kami. Meski kami telah berusaha keras mengusahakan lawan bicara mengerti jalan pikiran kami masing-masing tetapi karena kami tidak melibatkan kasih di dalam “diskusi” ini, komunikasi pun gagal dan bahkan berakhir dengan dada dan kepala panas serta nafas terengah-engah karena emosi dan kecapaian.&lt;br /&gt;S&lt;br /&gt;aya menuliskan teguran Roh Kudus ini di komputer saya dan suami memberi judul “Alphabet Soup.” Tanpa sadar kita sering menghidangkan sup ini kepada orang yang kita kasihi dengan cara mengabaikan unsur paling penting dalam komunikasi yaitu kasih. Ketika lawan bicara tidak mengerti atau menangkap pesan kita, alih-alih introspeksi kita malah menyalahkannya dengan cara menuduhnya tidak peduli, tidak mau mendengarkan nasehat kita, tidak mau ditegur dan hanya mau menang sendiri, dst. Padahal masalah utamanya bukan pada lawan bicara kita melainkan ada di kita. Kita tidak menggunakan bahasa kasih karena itu suara kita terdengar seperti “gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” Kalau toh lawan bicara mau mengikuti perkataan kita, itu bukan karena ia setuju dengan pemikiran kita tetapi lebih supaya kita berhenti mengganggu kedamaian hatinya. Bukankah gong dan canang yang dipukul terus menerus mengakibatkan polusi suara yang membuat kita sumpek dan bahkan stress? “Ya sudah, terserah,” begitu biasanya yang kita ucapkan ketika sudah lelah berdebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika kasih adalah satu-satunya unsur yang membuat bahasa bisa dimengerti oleh jiwa maka dunia tanpa kasih ibaratnya seperti sebuah pulau raksasa yang dihuni oleh suku-suku asing yang tidak saling memahami bahasanya. Banyak suara tetapi tidak ada makna. Manusia merasa berkomunikasi tetapi selalu tulalit alias tidak nyambung. Dalam lingkup kecil seperti keluarga, dampak dari ada atau tidak adanya kasih terlihat sangat jelas di dalam suasana kejiwaan anggota-anggotanya. Keluarga yang terdiri dari orang-orang yang saling mengasihi pastilah keluarga yang bahagia. Mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam berkomunikasi. Sementara dalam keluarga yang miskin kasih kesalah-pahaman dan pertengkaran pasti akan menjadi makanan sehari-hari. Semua bicara tetapi tak seorangpun mendengar. Banyak yang akhirnya berhenti mencoba. Merekapun tidak lagi berkomunikasi satu sama lain meski tinggal dalam satu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin hubungan yang diwarnai oleh kesalah-pahaman (yang terus menerus), keegoisan, kemunafikan, pelecehen, pengkhianatan, dan segala bentuk perilaku yang memicu emosi negatif pastilah bukan hubungan yang dilandasi kasih. Masalahnya kita sudah terbiasa untuk menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Seorang pacar yang tega menyakiti pacarnya karena cemburu dengan tanpa rasa salah mengatakan, “Aku melakukan ini karena mencintaimu.” Tragisnya lagi, banyak orang sependapat dengannya. Akibatnya definisi kasih atau cinta menjadi rancu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu ada alat ukurannya, termasuk kasih. Kalau yang kita lakukan membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi orang yang kita cintai, berarti itu adalah kasih. Kalau hanya membawa kebaikan tetapi tanpa kebahagiaan atau sebaliknya, kebahagiaan tanpa kebaikan, berarti kasih itu telah tercampur oleh hal lain. Hal lain inilah yang perlu kita cermati. Ini penting karena hanya kasih yang murnilah yang bisa membuat saudara kita percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika seseorang berkata kepada saya, “Saya memang suka mengatur pacar saya tetapi itu semua saya lakukan karena saya sangat mencintainya,” maka saya akan bertanya kepadanya, “Berapa perbandingannya antara cinta dan obsesi kamu untuk mengatur dia? Manakah yang lebih dominan?” Pertanyaan ini penting supaya kita terbiasa untuk tidak sembarangan menggunakan kata cinta untuk menyembunyikan sikap-sikap kita yang sebetulnya justru tidak loving. Begitu juga untuk yang mendengarkan, supaya kita terbiasa untuk tidak terpesona oleh perkataan yang menutupi kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan sekali lagi, jika kasih sampai bisa menyakiti, siapa yang salah? Kasihkah? Atau orang yang telah menyalah-gunakan kata indah ini untuk menyembunyikan ketidak-mampuannya dalam mengasihi? (S&amp;amp;A)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-7749152987080443310?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/7749152987080443310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=7749152987080443310&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7749152987080443310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/7749152987080443310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/06/love-hurts-atau-kasih-itu-indah_29.html' title='LOVE HURTS ATAU KASIH ITU INDAH?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SKBpGD6-6DI/AAAAAAAAADM/2hPEAeOfwXY/s72-c/Happy%2BWedding%2BScreensaver.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5296254051899460998.post-4809020018694514941</id><published>2008-06-29T22:35:00.003+07:00</published><updated>2008-10-15T09:08:45.650+07:00</updated><title type='text'>Siapa Jodohku?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Seorang ibu ingin memberi ketiga anaknya masing-masing sebuah rumah. Ibu ini bertanya apakah mereka ingin mencari sendiri rumahnya atau menyerahkan kepadanya. Ketiga anak itupun berunding. Anak pertama memutuskan untuk mencari sendiri karena ia tidak yakin ibunya tahu seleranya. Sementara anak kedua dan ketiga menyerahkan kepada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Anak Pertama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pada suatu hari anak pertama dengan gembira datang kepada ibunya dengan pilihannya, sebuah rumah yang dianggapnya sangat cocok untuk dirinya. Ketika si anak membawa ibunya melihat rumah pilihannya itu, wanita yang sangat mengasihi anaknya ini sebetulnya kurang setuju. Ingin rasanya mengatakan bahwa rumah tersebut terlalu sederhana dan kelihatannya kurang begitu kuat bangunannya tetapi ia tidak ingin merendahkan pilihan anaknya. Karena itu secara tidak langsung beberapa kali dicobanya untuk mengajak anaknya melihat-lihat rumah yang lain. Anaknya menolak. Ia tetap menginginkan rumah itu. Melihat anaknya begitu tidak sabar ingin segera memiliki rumah tersebut, akhirnya ibu itupun membelinya. Anaknya sangat bersuka cita. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih sambil mencium pipi ibunya. Meski ada kekhawatiran bahwa anaknya akan kecewa di kemudian hari, hatinya terhibur oleh suka cita anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Anak Kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Melihat kakaknya sudah mendapatkan rumah, anak kedua bertanya kepada ibunya, “Rumahku mana, ma?” Ibu itu tersenyum. Belajar dari pengalaman dengan anak pertama, ibu itupun mengajak anaknya ke pameran perumahan. Disitu ada beberapa agen properti yang sedang memasarkan rumah mereka. Sang ibu menyuruh anaknya melihat-lihat.&lt;br /&gt;“Pilihlah mana yang kamu suka,” katanya kepada anaknya.&lt;br /&gt;“Yang mana saja, ma?” tanyanya meyakinkan diri.&lt;br /&gt;“Iya. Jangan pikirkan harganya. Yang penting kamu cocok.”&lt;br /&gt;Dengan suka cita anak itupun mulai memilih-milih, mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada penjaga stand pameran, dan mempertimbangkan beberapa kemungkinan. Ibunya mengamati gerak-gerik anaknya dengan bangga. Ia yakin anaknya tahu yang ia inginkan. Tidak berapa lama anaknya menunjukkan sebuah gambar rumah.&lt;br /&gt;“Aku mau beli yang ini, ma. Sebetulnya aku kurang begitu suka, sih. Halaman depan dan belakangnya kurang luas. Lagipula halaman samping tidak ada. Aku tidak suka rumah yang berdempetan dengan tetangga. Kalau ada kebakaran kan gampang merembet,” kata anaknya.&lt;br /&gt;“Kalau begitu jangan kamu pilih. Kita bisa cari ke tempat lain,” kata ibunya.&lt;br /&gt;“Ini yang paling bagus, ma. Rumah lain lebih payah. Lagipula aku maunya beli sekarang. Kakak sudah dapat rumah, masak aku belum,” rengek anak keduanya.&lt;br /&gt;“Tapi kamu kan tidak suka. Ayo, kita cari ke tempat lain. Masih banyak rumah yang dijual. Lagipula pertimbanganmu mengenai bahaya kebakaran itu benar,” kata ibunya berusaha menyabarkan anaknya.&lt;br /&gt;“Males nyari-nyari lagi, ma. Sudahlah, yang ini saja. Lagipula nanti mama capek kuajak kesana kemari. Mudah-mudahan saja kedepannya tidak pernah terjadi kebakaran,” kata anaknya.&lt;br /&gt;“Kamu yakin?”&lt;br /&gt;“Iya, ma.”&lt;br /&gt;“Tidak menyesal nanti?”&lt;br /&gt;“Enggaklah, ma.”&lt;br /&gt;“Ya sudah. Kita beli yang ini,” kata ibunya.&lt;br /&gt;Dengan bangga anak kedua ini mengajak adik dan kakaknya untuk melihat rumahnya. Ketika anak pertama sampai di rumah itu, sang mama melihat ada bersit kecewa di wajahnya. Ia menghampiri anaknya itu.&lt;br /&gt;“Ada apa, nak? Kok mama lihat kamu kurang begitu suka dengan rumah ini?”&lt;br /&gt;“Bukan, ma. Aku senang adik mendapatkan rumah ini tapi aku kecewa sama mama.”&lt;br /&gt;“Mengapa?”&lt;br /&gt;“Mama tidak pernah bilang kalau aku boleh beli rumah yang mana saja. Kalau tahu begitu aku pasti memilih rumah yang lebih besar dan di kawasan yang lebih elit,” katanya dengan nada marah.&lt;br /&gt;Ibunya sedih mendengar itu. Kebahagiaan yang belum lama ini ia lihat di muka anaknya, sekarang telah hilang. Ibu yang lembut itu menghela nafas. Ia memahami kekecewaan anaknya. Dalam hati ia berkata, “Anakku, inilah yang tidak kuinginkan terjadi padamu. Waktu itu mama berusaha untuk merubah pandanganmu tetapi engkau bersikeras. Mama tidak mau memaksa karena mama menghargai pilihanmu, nak.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Anak Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sementara itu si bungsu terlihat sangat bahagia. Ia sudah merencanakan sesuatu di kepalanya.&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan kamu, nak? Kapan kita melihat-lihat calon rumahmu?”&lt;br /&gt;“Ah, mama saja yang memilihkan. Pokoknya aku mau rumah yang dikelilingi halaman luas – tembok kiri kanan tidak nempel tetangga ya, ma. Selain menghindari bahaya kebakaran berantai, halaman yang luas memudahkan kita parkir mobil. Jadi kalau kakak-kakak datang membawa mobilnya, mereka tidak akan kesulitan mencari tempat parkir. Aku juga mau yang ada kolam renangnya. Mama tahu kan kita semua suka sekali berenang. Dengan adanya kolam renang di rumah, mama dan kakak-kakak pasti sering kemari jadi kita bisa sering berkumpul?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sang ibu tersenyum mendengar alasan si bungsu. Ia bangga bahwa anaknya tidak hanya memikirkan diri sendiri.&lt;br /&gt;“Supaya gampang buat mama, intinya begini, ma. Rumahku nanti akan kujadikan tempat kita semua berkumpul – anak-anak dan cucu-cucu mama. Kira-kira mama tahu kan berapa ukuran rumah itu, designnya seperti apa, lokasinya dimana, apa saja yang harus ada di dalamnya… Pokoknya begitu, ma.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Ibunya sekali lagi tersenyum. Ia sudah mendapat gambaran kira-kira rumah seperti apa yang diinginkan anaknya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian ia membawa anaknya untuk melihat rumah yang akan ia beli. Si anak tercengang dan hampir tidak percaya ketika melihat bangunan di depannya, apalagi ketika ia masuk. Sempurna! Itulah kata yang ada di kepalanya.&lt;br /&gt;“Mama mau beli rumah ini untukku?” Ibunya mengangguk sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Apa tidak terlalu mahal, ma?” Ibunya menggeleng bahagia, tahu bahwa anaknya suka dengan pilihannya.&lt;br /&gt;“Mama serius?” Sekali lagi mamanya mengangguk. Kali ini lebih mantap.&lt;br /&gt;Si bungsu hampir tidak percaya bahwa ibunya tidak keberatan membelikannya rumah semewah ini. Ia sangat terharu. Tak kuasa menahan kebahagiannya si bungsu bersimpuh di kaki ibunya dan menangis sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih. Ia tidak menyangka begitu besar kasih ibunya kepada anak-anaknya. Ia memberikan hanya yang terbaik untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Ketika melihat rumah si bungsu, kedua kakaknya merasa iri. Mereka minta diberi kesempatan sekali lagi. Dengan penuh pengertian ibunya menjawab,&lt;br /&gt;“Kalau mama mengabulkan permintaanmu, maka bukan kamu yang kubahagiakan melainkan hawa nafsumu. Tetapi kalau kamu mau, kamu boleh merenovasi rumah itu,” katanya menghibur.&lt;br /&gt;“Tapi kami tidak bisa merubah ukuran rumah kami,” kata mereka serempak.&lt;br /&gt;“Memang betul, tapi paling tidak kamu tetap bisa menjadikan rumah kamu lebih baik sehingga kamu nyaman tinggal di dalamnya,” kata ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas adalah sebuah ilustrasi mengenai jodoh. Sang ibu menggambarkan Allah dan pasangan hidup kita ibaratkan sebagai rumah. Anak pertama mewakili kita yang tidak melibatkan Allah dan mencari sendiri calon pendamping kita. Anak kedua adalah mereka yang melibatkan Allah tetapi tidak sabar menjalani proses untuk mendapatkan pasangan yang terbaik. Sementara si bungsu adalah mereka yang bukan hanya mau belajar dari pengalaman orang lain tetapi juga melibatkan Allah sepenuhnya untuk mendapatkan hanya yang terbaik.&lt;br /&gt;Kita semua pasti ingin medapatkan seperti yang didapatkan si bungsu, pasangan hidup yang sempurna. Masalahnya, berapa dari kita yang percaya bahwa itu mungkin? Kepopuleran ungkapan “Nobody’s perfect” mencerminkan betapa mengharapkan pasangan yang sempurna itu adalah sia-sia karena tidak ada seorangpun yang sempurna. Benarkah demikian? Memang tidak ada orang yang sempurna bagi semua orang, yang memenuhi kriteria gambaran pasangan yang diidamkan semua orang. Tuhan memang tidak pernah menjanjikan seseorang yang cocok bagi semua orang, tetapi ia menjanjikan jodoh bagi masing-masing kita, orang yang dirancang khusus untuk kita, karena itu sempurna hanya untuk kita. Bagi orang lain mungkin ia masih banyak kekurangannya atau bahkan sama sekali tidak masuk daftar orang yang ingin mereka didekati tetapi bagi kita ia adalah orang yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa jodohku?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara iseng saya sering menanyakan teman-teman yang masih single, “Siapa jodoh kamu?” jawabannya bermacam-macam. Ada yang menjawab, “Jodoh saya itu nanti harus yang begini dan begitu ….” Dengan kata lain mereka berpikir bahwa jodoh itu kita yang menentukan. Mereka ini adalah seperti anak pertama yang kemudian kecewa dengan pilihannya dan menginginkan milik orang lain. Dengan marah mengatakan, “Mengapa saya tidak pernah tahu kalau ada orang lain yang bisa mengasihi saya dengan lebih baik?” Mereka ini adalah orang-orang yang ketika nantinya kehidupan perkawinannya tidak bahagia akan menyalahkan pasangannya; dia terlalu begini, dia kurang begitu, dia kebanyakan ini, dsb.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jawaban diatas baru menunjukkan tipe pasangan yang kita idamkan. Sementara itu semua orang percaya bahwa jodoh itu berasal dari Tuhan. Artinya, kita mengimani bahwa Tuhanlah yang memilihkan pasangan terbaik kita. Jadi kembali ke pertanyaan semula, siapa jodoh kita?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sama halnya dengan tujuan hidup yang selalu kita pertanyakan dan cari, begitu jugalah dengan jodoh kita. Kita tidak serta merta menemukan tujuan hidup kita tetapi melalui proses trials and errors yang berulang-ulang. Kadang kita begitu yakin bahwa inilah tujuan hidup kita tetapi ternyata Tuhan menginginkan lain. Seperti Pak Dwi, seorang calon pilot yang terbakar dalam kecelakaan pesawat ketika hendak menyelesaikan penerbangan terakhirnya sebelum ia resmi dinyatakan sebagai pilot. Pada waktu itu ia begitu yakin bahwa menjadi pilot adalah tujuan hidupnya. Keyakinan itu ia tunjukkan melalui prestasinya di kampus. Tetapi ternyata rencana Tuhan berbeda dengan rencananya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Begitu juga mengenai jodoh. Kita sering mendengar kisah sedih dialami oleh pasangan yang sudah siap menikah. Ketika semua seakan sudah pasti tiba-tiba Tuhan merubah skenario tanpa persetujuan kita. Bagi saya ini menunjukkan bahwa jodoh memang Tuhan yang menentukan. Oleh karena itu lebih baik kita tetap berkonsultasi dengan-Nya sebelum menentukan pilihan. Artinya, kita harus rajin untuk “dengar-dengaran” dengan Tuhan. Kalau Big Boss memberi signal tidak setuju, lebih baik kita dengarkan. Saya yakin Ia akan membimbing kita untuk menemukan seseorang yang memang dirancang khusus untuk kita. (S&amp;amp;A)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5296254051899460998-4809020018694514941?l=agnesandstephen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/feeds/4809020018694514941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5296254051899460998&amp;postID=4809020018694514941&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4809020018694514941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5296254051899460998/posts/default/4809020018694514941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/06/love-hurts-atau-kasih-itu-indah.html' title='Siapa Jodohku?'/><author><name>Agnes d T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
