06 August 2009

No abuse, darling!

Akhir-akhir ini media massa banyak memunculkan berita mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Seperti Manohara, Cici Paramidha serta Mimi Marlina (istri Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya), misalnya, yang melapor ke polisi karena tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh suami mereka.

Terus terang hati saya miris mendengar berita-berita yang demikian. Mengingat dampak yang ditimbulkannya, baik psikis maupun psikologis, saya tidak setuju dengan kekerasan dalam hubungan apapun alasannya. Karenanya saya ingin sekali mengingatkan teman-teman untuk berhati-hati dalam memilih pacar. Sebelum terlalu jauh melangkah dan nantinya kesulitan untuk melepaskan diri karena hati sudah terlanjur kuat terikat, lebih baik selidiki baik-baik orang yang ingin anda jadikan teman dekat.

Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai orang tersebut baik sebelum menerimanya sebagai pacar maupun setelah menjadi pacar. Ini bisa dilakukan dengan memperhatikan bagaimana dia menyikapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya. Juga simak baik-baik ceritanya mengenai hubungannya dengan keluarga, mantan pacarnya atau teman-temannya. Banyak pakar psikologi mengatakan bahwa apa yang seseorang lakukan kepada orang lain, kemungkinan akan dia lakukan juga terhadap kita. Sering kita berpikir bahwa pacar kita hanya melakukan hal-hal buruk tsb kepada mantannya (atau adiknya, temannya, dsb). Dia tidak akan melakukannya kepada kita karena dia mengasihi kita.

Jika anda berpikir demikian, saya ingin mengajak anda untuk membuka diri mulai sekarang ini. Memang, sepertinya kita merasa tersanjung ketika mengetahui bahwa pacar kita bisa jahat kepada mantan tetapi baik sekali kepada kita. Tapi tolong, letakkan dulu rasa tersanjung itu karena perasaan itu menipu. Perasaan itu menghalangi kita untuk melihat karakter dia yang sebenarnya. Selama segala sesuatunya nyaman dan menyenangkan, mudah sekali untuk baik kepada seseorang. Tetapi ujian karakter yang sebenarnya terjadi ketika keadaan sedang tidak seperti yang kita inginkan. Sekali-kali ujilah calon teman dekat atau pacar anda. Jangan buru-buru minta maaf jika terjadi pertengkaran dengannya, tetapi amati bagaimana dia menyikapi pertengkaran tsb. Kalau perlu ulur pertengkaran sedikit lebih lama sampai anda mendapat hasil yang anda inginkan. Apakah dia menggunakan kata-kata kotor selama pertengkaran tsb? Kata-kata yang merendahkan anda? Atau mungkin tangannya mulai terkepal (mesti ditahan untuk tidak memukul anda)?

Masa pacaran menurut saya adalah masa pengujian untuk menentukan apakah seseorang bisa kita jadikan pasangan hidup yang akan mendampingi kita seumur hidup sampai kematian memisahkan. Tolong digaris bawahi kata “seumur hidup.” Ini adalah waktu yang sangat panjang. Banyak hal bisa terjadi selama waktu tsb. Karena itu pergunakan masa pacaran dengan sebaik-baiknya dengan cara membuka mata selebar-lebarnya. Lebih baik melihat hal-hal buruk itu sekarang daripada nanti setelah menikah.

Tanda-tanda umum orang yang berpotensi melakukan kekerasan

Untuk mewasdapai adanya potensi kekerasan dalam sebuah hubungan, berikut ini adalah tanda-tanda yang perlu kita perhatikan ketika memilih pasangan.

Orang tersebut mengalami kekerasan ketika kanak-kanak, menyaksikan kekerasan di keluarga, atau mengalami kekerasan dengan pasangan sebelumnya.


Rasa hormat dan penghargaan terhadap diri sendiri rendah.

Mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil.

Merasa tenang dan memiliki kendali hanya ketika pasangannya bersikap pasif dan setuju dengan sikap dan keputusannya dan merasa otoritasnya dipertanyakan ketika pasangannya memberikan pandangan yang berbeda atu tidak menyetujui keputusannya.

Memiliki pandangan yang kaku mengenai perkawinan serta hubungan laki-laki dan perempuan serta tidak mau kompromi. Memiliki obsesi untuk membentuk pasangannya menjadi seperti yang dia ingini.

Menimpakan kesalahan kepada orang lain atas keputusan buruk yang diambilnya. Dia sering mengatakan hal-hal seperti ini: “Aku ngga bakalan sampai marah begini kalau kamu mau nurutin kata-kataku” atau, “Ngga mungkin aku ngrokok lagi kalau kamu ngga bikin masalah,” atau “Kamu yang bikin aku stress,” dsb. Dengan kata lain, menurutnya, dia tidak pernah salah. Jadi kalau sampai dia melakukan tindakan bodoh, itu hanya akibat dari kesalahan yang dibuat oleh orang lain.

Sangat pencemburu. Ia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mengatur dan mengontrol pasangannya.

Sepertinya memiliki kepribadian ganda. Dia bisa sangat manis pada waktu tertentu dan sangat kejam serta bermulut tajam ketika suasana hatinya terganggu. Atau dia sangat murah hati serta memperhatikan kepentingan orang lain tapi bisa juga sangat mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu orang lain, tergantung mood-nya.

Dihadapan orang lain dia bisa tampil seperti orang yang tenang, sopan, serta menawan sehingga jika anda bercerita mengenai kelakuannya yang buruk orang tidak akan percaya.


Ini hanya beberapa contoh saja. Saya tidak mengatakan bahwa anda harus segera memutuskan hubungan dengan pacar jika dia memiliki salah satu tanda diatas. Menurut saya setiap orang sebetulnya berpotensi untuk melakukan kekerasan ketika hatinya sedang terganggu. Satu orang hanya membutuhkan gangguan sedikit untuk bisa meledak sedang orang lain lebih bisa menahan beban. Hanya mereka yang benar-benar telah melatih dirilah yang bisa mengendalikan reaksinya sesuai dengan tujuan yang ingin dia capai. Orang yang demikian bisa saja bereaksi sangat keras tetapi itu bukan karena dia tersulut emosi dan kemudian tidak bisa mengendalikan diri melainkan karena ia ingin menyampaikan pesan tertentu dengan cara demikian, seperti ketika Yesus mengobrak-abrik Bait Allah, misalnya.

Meskipun demikian, saya juga tidak menganjurkan anda untuk tetap bertahan pada sebuah hubungan yang tidak sehat. Tanpa adanya pemulihan yang datang dari Allah, hubungan yang tidak sehat tidak akan membaik dengan sendirinya meski diresmikan dalam sebuah ikatan perkawinan. Mengabaikan kebiasaan buruk selama masa pacaran, banyak orang berharap bahwa perkawinan akan merubah karakter seseorang dan atas dasar ini dia mau menikahi orang tsb. Menurut saya ini adalah keputusan yang sangat tidak bijaksana. Pulihkan dahulu hubungan dengan pasangan baru menikah sehingga kelemahan kita tidak dipakai oleh roh jahat nantinya untuk merusak ikatan kudus tsb. (Baca: “Mengapa Pacarku Cemburuan?” bagian Cara kerja Roh Cemburu)

Selain memperhatikan sikap pasangan, anda perlu untuk memperhatikan perasaan anda selama berada dengan pasangan anda. Jika anda merasakan hal-hal dibawah ini, waspadalah. Sudah bukan waktunya lagi kita berprinsip, “Memang nasibku begini, aku terlahir untuk disakiti,” atau “Ngga pa pa, biarlah, nanti lama lama dia akan berubah,” atau, "Aku memang pantas untuk diperlakukan seperti itu," atau pernyataan-pernyataan sejenis ini.

Jika anda memang mengasihi pasangan anda, bantulah dia untuk merubah caranya mengekspresikan kasih. Mungkin (dan saya rasa kemungkinannya sangat kecil) di zaman nenek moyang kita dulu, orang masih percaya kalau ada yang mengatakan, "Aku menyiksa kamu karena aku mengasihimu." Tetapi di zaman sekarang dimana kehidupan makin lama makin keras dan orang makin mudah terpancing emosi, kita perlu meninjau ulang cara kita mengasihi.

Saya lebih setuju dengan definisi dibawah ini:


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1Kor. 13:4-7)

Kasih yang demikian itu meneduhkan hati. Karena itu saya mengajak teman-teman untuk sepakat mengatakan kepada orang yang kita kasihi, “No abuse, darling.”

Ada pepatah yang mengatakan,
“It takes two to tango.” Artinya, dibutuhkan dua orang sebagai syarat terjadinya sesuatu dalam hubungan. Kita tidak bisa hanya menyalahkan pasangan jika hubungan berubah menjadi abusive. Andapun perlu melihat apakah anda juga mengijinkan kekerasan itu berlangsung.

Tanda-tanda anda membiarkan diri anda menjadi korban kekerasan

Memikirkan pacar membuat anda tidak merasa aman. Secara instink, anda menyensor perbuatan anda untuk menghindari konflik dengan pasangan. Anda sering mengatakan hal-hal seperti ini, “Aku harus cepat-cepat pulang, nanti pacarku marah.” Atau, “Aku harus telpon dia, kalau tidak dia marah.” Atau, “Pacarku jangan sampai tahu kalau aku beli baju dengan harga segini. Nanti dia marah.” Atau, “Jangan bilang pacarku kalau aku pergi sama kalian, nanti dia marah.” Dsb.


Anda memikirkan segala sesuatunya dengan sangat hati-hati supaya tidak membuat pacar gusar (tetapi semakin hati-hati semakin banyak kesalahan yang anda lakukan) karena anda tidak pernah tahu kapan atau apa yang membuat pacar anda bersikap manis atau murka.


Hubungan anda dengan pacar sering membuat anda frustrasi, merasa seperti dipenjara dan sulit untuk keluar.

Anda merasa seperti dipaksa untuk menjadi orang lain dan kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri.


Anda sering merasa letih dan kehabisan tenaga terutama karena harus terus menjaga perasaan pacar.

Anda merasa kebutuhan anda tidak diperhatikan sementara anda harus memperhatikan kebutuhan pacar.

Anda merasa kecil dan tidak bisa apa-apa ketika bersama pacar.

Anda disukai teman-teman. Mereka mendukung anda dan melihat anda sebagai orang yang memiliki potensi tetapi pacar anda sering mengatakan bahwa anda tidak berguna, tidak memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan, kelakuannya minus, suka ngatur, dsb.

Anda sering merasa tidak berdaya karena tidak bisa menanggapi tuduhan pacar terhadap anda.

Hanya anda yang paling tahu apa yang anda alami dan rasakan. Sebelum memutuskan untuk menjadikan pasangan anda sebagai pendamping hidup, ada satu cara yang mungkin bisa membantu memudahkan anda untuk membuat keputusan.


Caranya begini: Bayangkan anda memiliki seorang anak yang berumur antara 2-5 tahun. Dia sangat lucu dan aktif. Anda sangat mengasihinya. Kemudian bayangkan juga bahwa ketika anak anda sedang tertawa riang bercanda bersama anda, pacar anda datang. Pada saat itu, tanyakan kepada diri anda, “Inikah ayah/ibu yang akan kupilih untuk anakku?” Jawaban anda sangat menentukan kebahagiaan anda dan anak-anak anda kelak.

Jika anda melihat tanda-tanda yang saya sebut diatas dalam hubungan anda dengan pasangan, artinya hubungan tsb perlu pemulihan. Pemulihan yang sejati (bukan hanya hari ini berubah tetapi besok kembali ke kebiasaan lama) hanya bisa terjadi ketika kita datang kepada Tuhan dan mulai menjalin hubungan intim dengan-Nya. Memang dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk bertekun membuang kebiasaan lama dan menggantikannya dengan yang baru tetapi lebih baik kerja keras sekarang daripada memulai perkawinan dalam keadaan masih kacau dan hati hancur.


Kasih itu indah. Keindahannya akan lebih jelas lagi terlihat oleh hati yang telah dipulihkan. (A&S)

2 comments:

Anonymous said...

Wahh...terima kasih yaa..
Saya merasa sangat terbantu..
Sungguh saya merasa sangat terbantu.
Sejujurnya, saya merasa saya adalah korban dari sikap abusive tersebut.
Bahkan, sebelum saya membaca artikel Anda, saya sudah merasa ada yang tidak beres dalam hubungan saya dengan pacar saya.
Untungnya status kami masih pacar..hehe..
Terutama sekali saya terkejut saat membaca "Tanda-tanda Anda membiarkan diri Anda menjadi korban kekerasan". Saya mengalami SEMUA tanda-tanda tersebut dari hubungan saya ini.
Mungkin sebetulnya tidak perlu hal ini dibahas lagi, karena blog Anda ini sudah memenuhi semua yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari yang bermasalah, tetapi...bolehkah saya berbagi sedikit perasaan lewat pertanyaan ini, memang sudah ada jawabannya dalam blog Anda...saya merasa, saya tidak bisa membuat lawan jenis tertarik pada saya. Konyol memang, tetapi hanya ini / dia orang yang ada, itu pun terpaksa tertarik pada saya, karena saya bertahun-tahun mengejarnya. Dia mengaku, awalnya hanya coba-coba karena sudah melihat saya begitu gigih mengejar dia.
Saya punya keyakinan Tuhan pasti beri yang terbaik untuk kita semua anak-Nya, tetapi yang ada ya dia. Saya berpikir apa mungkin memang dia yang Tuhan berikan buat saya. Tapi apa Tuhan akan berikan sesuatu yang membuat saya menderita seumur hidup dengan pasangan yang seperti itu? Jika saya menikah dengan dia nanti.
Kalau saya merasa nyaman, boleh saja, tapi saya merasa tertekan. Saya yakin Tuhan tau saya tertekan, tapi apa Dia akan tetap membiarkan saya seperti ini dengan memberikan pasangan yang membuat saya tertekan?
Sepertinya tidak mungkin bukan?
Saya harap Anda tidak salah sangka dengan mengira saya menyalahkan Tuhan, tidak sama sekali. Saya yakin Tuhan tidak pernah salah sekalipun yang Dia berikan belum tentu enak untuk kita, tetapi di balik itu pasti ada sesuatu yang indah yang Tuhan rancang untuk kita. Hanya saja kita tidak menyadariya.
Intinya, saya bingung apakah dia jodoh saya, kalau iya, saya akan berusaha menerima sifat abusive nya itu walau harus mati-matian, tetapi kalau bukan, kenapa yang ada hanya dia?
Kita pasti mengenal doa, saya juga sering berdoa mengenai hubungan saya ini, tetapi tiap kali setelah saya berdoa, yang ada hati saya selalu menerima, memaklumi bahwa semua pertengkaran kami ini terjadi karena kesalahan dan kebodohan saya dan meyakini bahwa saya bisa mengerti dia lebih-lebih lagi. tapi semuanya tak kunjung selesai. Saya tidak sebodoh itu hingga melakukan kesalahan yang tidak ada habis-habisnya.
Sekali lagi, saya berterima kasih karena berkat blog Anda ini saya merasa YAKIN bahwa hubungan kami bermasalah.
Maaf bila ada dari kata-kata saya menyinggung Anda atau pembaca yang lain.
Saya sungguh berharap pertanyaan curahan hati saya tersebut dapat mendapat reaksi dari pembaca, baik itu kritik ataupun saran.
Maaf jika saya terlalu bertele-tele memberi komentar. Hehe...
Sekali lagi, terima kasih banyak...blog Anda sungguh sangat membantu...

Agnes d T said...

Makasih ya atas comment dan pertanyaannya. Sayang anda tidak meninggalkan alamat email sehingga saya bisa menjawab dengan lebih tuntas.

Dari email anda saya menangkap kesan bahwa anda sedang menderita krisis gambar diri akut. Anda merasa tidak memiliki apa-apa yang bisa menarik lawan jenis. Saya tidak tahu secara pasti. Mungkin anda merasa miskin, secara fisik tidak menarik, tidak pandai bicara,tidak supel, tidak memiliki skill yang bisa ditunjukkan (bermain musik, misalnya), dsb.

Intinya, anda merasa tidak layak untuk dicintai. Dan anda berpikir anda harus bekerja keras untuk mendapatkan cinta itu. Kalau perlu anda bersedia untuk disiksa baik lahir maupun batin demi tujuan ini.

Yang perlu anda lakukan sekarang ini adalah memulihkan gambar diri anda dulu. Ikutlah KKR pemulihan yang sekarang ini sedang banyak diadakan oleh gereja-gereja. Banyak berdoa dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kalau anda memberikan alamat email anda, saya akan berikan beberapa tips untuk membantu memudahkan anda melalui proses pemulihan ini. Dan mulai sekarang saya anjurkan anda untuk belajar meyakini bahwa apapun kondisi anda, di mata Allah anda tetap anak-Nya yang berharga. Anda layak untuk dicintai, bukan hanya oleh Allah tetapi juga oleh manusia, karena anda adalah anak-Nya.Bukan hal yang susah buat Allah untuk mengirimkan seseorang yang bisa mencintai anda dengan tulus dan sungguh-sungguh. Sebetulnya Diapun menginginkan anda untuk berjodoh dengan pasangan yang bisa mengasihi anda secara demikian. Tetapi sebelumnya anda perlu memulihkan gambar diri anda.

Allah akan memberikan penolong yang sepadan. Kalau gambar diri kita buruk, orang yang sepadan dengan kita adalah yang memiliki gambar diri yang buruk juga.

Karena keterbatasan tempat, saya minta maaf kalau jawaban saya tidak jelas. Sekali lagi, kalau anda menginginkan jawaban yang lebih menyeluruh, anda bisa email saya di alamat diatas.

Love
Agnes